Peran Ayah Berpengaruh Terhadap Perkembangan Anak

MEDAN | Penelitian yang dilakukan University of Guelph Canada tahun 2017, menyebutkan, peran ayah dalam keluarga memiliki peranan berpengaruh dalam pola pengasuhan terhadap perkembangan anak secara sosial, emosi, fisik dan kognitif.

Sedangkan penelitian yang berjudul The Effects of Father Involvement: And Updated Research Summary of The Evidence memaparkan, anak yang diasuh oleh ayahnya sejak dinim emiliki kemampuan kognitif lebih baik ketika memasuki usia enam bulan hingga satu tahun, memiliki nilai IQ yang lebih tinggi ketika menginjak usia tiga tahun serta berkembang menjadi anak dan individu yang mampu memecahkan permasalahan dengan baik.

Menurut Psikolog dari Universitas Indonesia, Dr Adriana S Ginanjat MS mengatakan, peran serta ayah dalam mengasuh dan mendidik anak sangatlah penting karena merupakan pelengkap dan penyeimbang pengasuh dari ibu.

“Misalnya, ayah dapat mengajarkan keterampilan motorik, mengembangkan sifat-sifat maskuli (berani, rasional, pantang menyerah), mengembangkan kecerdasan dan kedekatan emosional timbal balik, sementara ibu membentuk pribadi yang penuh kasih dan bertanggungjawab,” ujar Adriana dalam diskusi Happy Date with Legendaddy yang diselenggarakan Nestle Lactogen 3 ActivGro, di Plaza Medan Fair, Minggu (11/10/2015).

Dalam diskusi itu dihadiri Head of Corporat Communication Nestle Indonesia, Nur Shilla Christianto dan artis Armand Maulana, vokalis Band Gigi, menyepakati, bahwa peran ayah sebagai tulang punggung sangat penting dalam keikutsertaan mengasuh anak.

Adriana menambahkan, untuk memberikan perhatian optimal kepada anak diperlukan komunikasi terbuka di antara kedua orangtua yang secara tidak langsung juga turut membangun kuatnya ikatan emosi. “Ikatan emosi tersebut akan membantu ayah dan ibu saling mendukung, menjaga serta mengingatkan komitmen masing-masing dalam mengasuh si kecil. Kondisi seperti ini yang akan menimbulkan perasaan nyaman dan aman dalam diri si kecil sehingga ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang bahagia,” ucapnya.

Arman Maulana dalam kesempatan itu berbagi cerita kehidupan masa kecilnya. Vokalis Band Gigi mengatakan, sosok ayah adalah telandan baginya dalam mendidik puteri semata wayangnya bernama Naja. “Ayah sosok yang luwe dengan kondisi ekonomi seadanya kala itu. Ayah selalu memberikan dukungan support bagi anak-anaknya. Kami sekeluarga enam orang, tak pernah kekurangan kasih saying,” ceritanya.

Dulu, sosok ayah harus ditakuti. Dengan diktatornya, harus dipatuhi segala perintahnya. Namun, kini zaman sudah berubah. “Sosok ayah harus bersikap sebagai teman kepada anak. Itulah yang saya lakukan kepada anak menjadi temannya di keluarga,” ujarnya.

Apalagi, dengan kondisi karir sebagai artis, Arman Maulana dan istrinya Dewi Gita mengaku banyak menghabiskan waktu di luar tidak bersama keluarga. “Maka, kami mengakalinya dengan saling memberitahu jadwal pekerjaan masing-masing, berkomunikasi melalui telepon atau bahkan sesekali mengajak Naja ke studio dan lokasi shooting. Manfaat komunikasi tersebut kami rasakan ketika Naja memasuki usia remaja dan kami masih bisa mencari waktu untuk dihabiskan bersama,” ucapnya.

Sementar itu, Head of Corporat Communication Nesle, Nur Shilla Chirstianto menambahkan, dengan momen Happy Date With Legendaddy ini, mengajak para ayah menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas bersama anak. Kegiatan kali ini dirancang untuk mendukung peran seimbang orangtua dalam mengasuh anak serta mengajak ayah dan ibu agar sama-sama terlibat dan mendukung peran satu sama lain guna mencapai tumbuh kembang anak yang optimal.
Kecerian Happy Date with Legendaddy yang dilakukan di Medan ini akan berlanjut ke Surabaya (24-25 Oktober 2015) dan Makassar (31 Oktober 2015). (OB1)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share
Web Design BangladeshBangladesh Online Market