Harga Tomat Naik Drastis

MEDAN | Akibat pasokan komoditi jenis Tomat menipis di tingkat suplayer, berimbas pada melambungnya harga kebutuhan rumah tangga tersebut.

Kini, masyarakat dikejutkan dengan kenaikan harga tomat yang hampir dua kali lipat. Dari harga sebelumnya Rp 7.000/kilogram kini di posisi Rp 12 ribu.

Salah satu pedagang sayur di Pasar Sukaramai, Kanjen mengakui kenaikan drastis harga tomat. Menurutnya, modal pengambilan tomat oleh pedagang naik, sehingga mau tak mau pedagang menjualnya dengan harga tinggi pula.

“Mahal sekarang. Penyebabnya karena pasokan tipis. Kata mereka sedikit pasokan tomat, makanya mahal. Perkilonya Rp 12 ribu dijual,” ujarnya, Jumat (16/10/2015).

Senada diungkapkan Yanti Sialoho. Kenaikan harga tomat sudah berasal dari agen. Hal itu pula yang membuat harga jual semakin tinggi. Pada umumnya harga tomat hanya dijual Rp 7.000, akan tetapi kini harus naik hingga Rp 12 ribu.

“Sudah naik harganya, ini yang segar Rp 12 ribu. Kalau yang di sebelahnya ini bisa Rp 11 ribu. Iya kami ambil, memang sudah mahal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Program Dinas Pertanian Sumatera Utara (Sumut) Marino mengatakan, produksi tomat pada periode Januari sampai September 2015 mengalami kenaikan. Produksi mencapai 86.267 ton.

“Tomat kita naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014, yang hanya 56.707 ton. Kalau periode tahun ini mencapai 86.267 ton. Artinya naiknya setara dengan 52,13 persen,” ungkapnya.

Daerah penghasil tomat tertinggi di Sumut berasal dari Kabupaten Karo, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Dairi, Langkat, Humbahas, Madina dan Tobasa. (OB1)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share
Web Design BangladeshBangladesh Online Market