Global Ekonomi Picu Penurunan Kinerja Industri Perbankan 2015

PERKEMBANGAN kinerja sektor perbankan di Sumut selama setahun terakhir ini menunjukan pertumbuhan dari aset perbankan tumbuh sebesar Rp13,25 triliun (5,68%) dibanding tahun sebelumnya (2014).

Pertumbuhan aset ini didukung oleh kinerja perkreditan/pembiayaan perbankan di Sumut yang masih bergairah dengan peningkatan sebesar Rp12,43 Triliun (7,44%), dan rata-rata rasio LDR di atas 90% (96,61% di Desember 2015).

Aktivitas penghimpunan dana mencatatkan pertumbuhan sebesar Rp6,15 triliun (3,42%) dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian, perlambatan ekonomi global masih berimbas pada kondisi rentabilitas perbankan di Sumatera Utara selama tahun 2015.

Walaupun masih tercatat positif, rata-rata laba tahun berjalan perbankan di Sumut tercatat menurun sebesar Rp1,29 triliun (24,71%) dibanding tahun 2014.

Kepala Eksekutif Pengawasan Bank OJK, Nelson Tampubolon mengungkapkan, kendati di Sumut bertumbuh, namun trendnya mengalami perlambatan secara nasional. “Pelambatan ini tak hanya terjadi di perbankan, juga dialami oleh industri perusahaan pembiayaan secara nasional,” ucapnya, Kamis (18/2/2016), di Medan.

Hasil monitoring OJK diketahui aset perusahaan pembiayaan tumbuh melambat di Desember 2015 menjadi 1,25% yoy (Des14: 4,95% yoy). Perlambatan aset dan piutang pembiayaan menyebabkan Financing-to-Asset Ratio (FAR) per Desember 2015 mengalami penurunan menjadi 85,33% (Des14: 87,10%).

Penurunan kinerja di 2015 dibandingkan dengan 2014 disebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global, hal ini menyebabkan NPF Perusahaan Pembiayaan per Desember 2015 sedikit mengalami sedikit kenaikan menjadi 1,45% (Desember 2014 1,41%) sementara Gearing Ratio pada periode yang sama tercatat sebesar 3,24 kali (Desember 2014 3,60 kali).

Adapun per Desember 2015 aset dan nilai investasi asuransi meningkat menjadi sebesar Rp830,2 triliun dan Rp664,4 triliun (Des 2014: Rp777,4 triliun dan Rp629,3 triliun). Untuk asuransi jiwa, peningkatan portofolio investasi menyebabkan Aset dan investasi asuransi jiwa (konvensional) mengalami peningkatan masing-masing sebesar Rp329,7 triliun dan Rp283,2 triliun.

Dengan demikian, rasio kecukupan industri asuransi jiwa meningkat menjadi 118,66%. Sementara itu, Aset dan investasi asuransi umum (konvensional) per Desember 2015 mengalami peningkatan masing-masing sebesar Rp119,8 triliun dan Rp57,9 triliun sehingga rasio kecukupan investasi Asuransi Umum menunjukkan peningkatan menjadi 113,35%.

Sementara itu, RBC perusahaan asuransi jiwa dan asuransi umum per Desember 2015 tercatat masing-masing sebesar 535% dan 283%. Per Desember 2015, aset dan investasi di industri Dana Pensiun juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar Rp206,6 triliun dan Rp199,1 triliun dibandingkan Des 2014 (Rp187,70 triliun dan Rp180,40)

Keberhasilan yang dicapai dalam mengarungi tahun 2015 tidak lepas dari berbagai respon dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, dalam rangka menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan di Sumut, OJK mendorong peningkatan kredit/pembiayaan di sektor UMKM.

Hingga akhir tahun 2015, serapan dana perbankan kepada UMKM di Sumut mencapai Rp51,67 Triliun (28,82% dari total kredit/pembiayaan), atau tumbuh Rp5,9 Triliun dibanding tahun 2014. Dari total tersebut, sebagian besar atau Rp37,2 Triliun (71,99%) disalurkan oleh 4 bank umum dan 1 BPD di Sumut, yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT BRI Tbk, PT Bank BTPN Tbk, PT Bank Mestika Dharma, dan PT Bank Sumut. OJK KR5 berharap pelaku usaha perbankan lain yang ada di Sumut dapat mengikuti langkah konstruktif kelima bank tersebut untuk percepatan pembangunan ekonomi Sumut. (OB1)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share
Web Design BangladeshBangladesh Online Market