Inilah Kontribusi Asian Agri Dukung Pemerintah Ciptakan Energi Baru Terbarukan

OBROLANBISNIS.com – Asian Agri bangun PLTBg (Pembangkit Listrik Tenaga Biogas) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Deputy Head Mill and Engineering Asian Agri, Krisman Sitinjak di Medan mengatakan, kelapa sawit tidak hanya menghasilkan energi baru terbarukan, seperti biomass dan biodiesel, tetapi juga dapat menghasilkan listrik melalui pemanfaatan limbah cair / POME (Palm Oil Mill Effluent) dari Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS).

“Asian Agri sendiri sudah mengoperasikan tujuh PLTBg dari pemanfaatan limbah cair PMKS,” katanya disela 8th Indonesia Climate Change Forum dan Expo 2018 dimana Asian Agri ikut menjadi peserta.

Menurut Krisman, PMKS dengan kapasitas produksi 60 ton TBS per jam, berpotensi menghasilkan energi listrik 2,2 Megawatt.

Pembangunan PLTBg, ujar dia, merupakan salah satu bukti komitmen perusahaan mendukung program pemerintah di bidang lingkungan dan juga program listrik pemerintah dengan sudah disalurkannya listrik yang berasal dari PLTBg ke PLN dimana salah satunya menciptakan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Dengan sudah beroperasinya tujuh unit PLTBg dan sedang dalam proses pembangunan tiga unit lagi, Asian Agri optimistis bisa membangun 20 unit PLTBg sesuai target di tahun 2020,” katanya.

Ke depannya, Asian Agri berharap perusahaan dan pemerintah dapat bergandengan tangan untuk meningkatkan pengembangan energi alternatif yang ramah lingkungan,” katanya.

Selain menjaga lingkungan, pengembangan energi baru dan terbarukan itu juga mendukung peningkatan pasokan listrik khususnya program pemerataan pendistribusian listrik ke pelosok tanah air.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Agus Justianto mengaku, pemerintah berharap dukungan perusahaan untuk menurunkan emisi GRK (Gas Rumah Kaca).

Salah satu peran perusahaan, kata dia, adalah mencegah kebakaran lahan hingga menciptakan energi baru terbarukan. “PLTBg seperti yang dikembangkan Asian Agri misalnya cukup bagus,” katanya.

Agus menyebutkan, sesuai Paris Agreement, pada tahun 2030, penurunan GRK dengan upaya sendiri ditargetkan sebesar 29 persen dan 41 persen dengan bantuan luar negeri.

Untuk Indonesia penurunan emisi sebesar 29 persen akan dicapai dari forest and use sebesar 17 persen dan dari energi sebesar 11 persen serta dari pertanian, industri, dan limbah sebesar 1 persen.

Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi Sumut, Ibnu Sri Utomo yang berkunjung ke stan Asian Agri menyebutkan, PLTbg dibutuhkan karena untuk mengurangi limbah dan memenuhi kebutuhan listrik di Sumut yang masih dan semakin besar. ***

[rel/OB1]

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share
Web Design BangladeshBangladesh Online Market