Sekda Berharap Ja’far Hasibuan Harumkan Nama Sumut Dikancah Internasional dengan Temuan Obat Kulit

OBROLANBISNIS.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menerima kunjungan silaturahmi Muhammad Ja’far Hasibuan sebagai Delegasi Indonesia yang mengikuti Kompetisi Penemu Inovasi Dunia Shanghai International Exhibilition of Inventions (SIEI) di Shanghai World Expo Exhibilition Hall, China.

Kunjungan Muhammad Ja’far Hasibuan diterima Sekdaprov Sumut, Dr Ir Hj Sabrina MsSi di Kantor Gubernuran, Senin (7/1/2019).

Diketahui bahwa Muhammad Ja’far Hasibuan, tokoh pemuda yang telah menasional dengan berbagai karya penemuan. Salah satunya dengan judul Inovasi “Use of Terasi as an Alternative Treaatmen for Skin Diseases for Humans and Animal” yang pada tanggal 19-21 April 2019 akan dikompetisikan secara taraf Internasional.

Penemuannya ini lulus dari Surat Indonesia Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) nomor 1440/NO/SL/XXII/2018, setelah sebelumnya diseleksi ketat dari tim dewan juru independen, dan Muhammad Ja’far Hasibuan berhasil mengharumkan nama Sumut di tingkat Nasional dengan meraih Juara Umum Santripreneur Award 2018 Kategori Boga Olahan Makanan Tingkat Nasional yang diadakan LPDB – KUMKM bersama Santripreneur Indonesia pada acara INDONESIA SYARIAH FAIR 2018 yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo pada 27 Novemebr 2018 di Kartika Exspo, Balai Kartini-Jakarta.

Diharapkan Muhammad Ja’far Hasibuan dapat sukses dan mengharumkan nama Sumut di even bertaraf internasional tersebut. “Diharapkan Muhammad Ja’far Hasibuan ini benar-benar berjuang, sehingga dapat membawa nama harum Sumatera Utara,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Dr Ir Hj Sabrina MSi ketika menerima audiensi Muhammad Ja’far Hasibuan Duta Koperasi dan UKM Provinsi Sumut yang didampingi Kepala Balitbang Sumut Efendi Pohon, Asisten I Noval Akyar dan Ibnu Hutomo, Agus Tripriyono Kepala Biro Keuangan dan staf Humas Halason Siregar di ruang kerjanya.

Sekdaprovsu juga mengatakan, kegiatan seperti merupakan hal yang positif dan bergengsi bersaing di seluruh berbagai negara di dunia, yang dapat meningkatkan aktifitas terutama generasi muda lahirnya ilmuwan muda Indonesia asal Sumut, sehingga dapat mengurangi kegiatan-kegiatan negatif yang terjadi bagi generasi muda seperti narkoba. “Tak punya waktu dengan kegiatan-kegiatan negatif, karena fokus dengan kegiatan tersebut,” ujar Sabrina.

Sabrina berpesan kepada Muhammad Ja’far Hasibuan, agar tidak menjadikan kegiatan itu sebagai beban, dalam menghadapi kompetisi dengan hati yang tenang dan lebih fokus. “Jangan jadi beban, senang-senang hati saja sehingga keluar auranya,” katanya.

Dikatakan juga, Pemprov Sumut akan mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut. Karena selain untuk melahirkan ilmuwan muda asal Sumut menjadi penemu muda mampu bersaing nantinya. Kegiatan ini juga bisa sebagai ajang promosi dunia kesehatan seni dan budaya Sumut.

“Pemprov siap mendukung kegiatan ini. Ini membuktikan bahwa Sumut mendukung Prestasi Anak Muda Sumut seperti Muhammad Ja’far Hasibuan yang banyak prestasi diraihnya. Pemprov Sumut akan memfasilitasi biaya biaya yang perlukan dalam mengikuti Kompetisi Penemu Dunia itu mulai dari pendaftaran biaya pada event SIEI sebanyak 700 USD biaya tersebut merupakan biaya registrasi (sewa stand, penjurian, pameran) dan ditambah tiket pesawat, akomodasi, konsumsi dan transportasi selama event berlangsung sesuai dengan surat panitia china dan surat dukungan maju ke tingkat Internasional,” ucapnya.
Sebelumnya, Muhammad Ja’far Hasibuan ingin melaporkan kepada Gubernur Sumut melalui Sekda, baru baru ini Provinsi Sumatera Utara mendapat rejeki berhasil menyabet juara umum dalam event Santripreneur Award 2018, yang digelar Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) Kementerian Koperasi dan UMKM pada kegiatan INDONESIA SYARIAH FAIR (INSYAF) 27 – 29 November 2018, di Balai Kartini Jakarta.

Muhammad Jafar Hasibuan keluar sebagai Juara 1 Santripreneur Award 2018 Kategori Boga tanaman langkah (Olahan Pangan) Lewat Koperasi Bumi Balakka Paluta Produksi Olahan Pangan Balakka berupa Aneka Makanan Hasil Inovasi Balakka dan Ramuan balakka yang merupakan tanaman langkah di Paluta ditambah faktor pendukung Koperasi Silau Terasi Produksi Olahan Silau Terasi Tingkat Nasional dengan bangganya mempersembahkan karya terbaiknya untuk Sumut.

“Alhamdulillah, saya berhasil menjadi juara umum dalam event Santripreneur Award 2018. Berkat doa keluarga dan masyarakat, prestasi ke 19 ini dicapai,” kata pria berusia 28 tahun ini.

Ia bercerita, menjadi pemenang utama dalam Santripreneur Award 2018, awalnya iseng-iseng dengan mendaftarkan diri melalui online. Dalam kompetisi itu, ia bersaing dengan 10 ribu finalis baik dalam negeri maupun luar negeri sebagai peserta.

“Alhamdulillah, karya produksi olahan pangan dengan nama Balakka (tanaman langkah) berhasil mengambil hati dewan juri dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, Akademisi Dan Pengamat Ekonomi Mendapat nilai terbaik dari seluruh peserta finalis yang di perlombakan saat lomba Santripreneur Award 2018.

Ja’far, sapaan akrabnya, mengetahui memenangkan kompetisi tersebut setelah umumkan oleh panitia yang menyebutkan dirinya menjadi pemenang lomba Santri Preneur Award 2018 di umumkan di Balai Kartini Jakarta penyerahan hadiah di depan ribuan penonton dari Delegasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Se Indonesia, para BUMN di acara syariah fair (Insyaf) 2018 dibuka langsung oleh Presiden RI sebelumnya dari Karya temuan yang di pelopori Ja’far peraih dana dari Uji Model Kewirausahaan 20 juta untuk perluasan kesempatan kerja.

“Sempat meneteskan air mata dan langsung bersujud syukur mendapatkan kabar tersebut biasa selama ini banyak cemooh dan hinaan orang dengan karyanya dia menghadapinya semua itu kini bisa mengharumkan nama Sumatera Utara,” katanya.

Dalam Uji Model Kewirausahaan perluasan kerja ja’far berhasil menciptakan buku Informasi inovasi balakka dan menjadi pemenang pertama uji model kewirausahaan tahun 2018 dan saat ini sudah di arsipkan di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Lembang Jawa Barat Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk referensi bagi rakyat indonesia dia bercerita awalnya menemukan ini berkeliling di kawasan Padang Lawas Utara melihat Tanaman Balakka tidak di manfaatkan kebanyakan di tebang terbuang sia-sia dan memberikan masukan kepada warga agar supaya tidak di tebang dari coba coba dan mencari literatur dari youtuber Negara India dan mengadakan study banding ke negara Thailand.

Dari Aneka Makanan Hasil Inovasi Balakka Dan Racikan Balakka merupakan sebuah model perluasan kesempatan kerja berbadan hukum Koperasi yang beranggotakan 30 orang, mempernenalkan buah Balakka (Buah Malaka/Amla) sebagai produk unggulan daerah Paluta. ***

[rel/OB1]

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share
Web Design BangladeshBangladesh Online Market