|

Anak Jalanan di Medan harus ‘Dibersihkan’

Hot:

MEDAN|OB – Masih maraknya para anak jalanan dan anak punk di Kota Medan ternyata masih meresahkan masyarakat.

Pasalnya, para anak jalanan dan anak punk ini tidak segan untuk miminta uang dan memaksa pengendara mobil dan penumpang becak mesin yang berhenti di lampu merah.

Jika mereka tidak diberikan uang, anak punk itu sering mengeluarkan kata-kata kotor kepada masyarakat.

“Perbuatan anak jalanan dan anak punk ini tidak boleh dibiarkan dan harus secepatnya diantisipasi oleh Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Sosial yang sering melakukan penertiban razia dan mengamankan anak punk tersebut,” ucap Hasian, salah seorang warga Jalan Krakatau Medan, hari ini (20/2).

Ia mengatakan, keberadaan sekelompok anak punk dan anak jalanan yang sering beroperasi di Jalan Sisingamangaraja, Halat, AH Nasution, Jalan M Yamin, Ring Road dan jalan lainnya harus dibersihkan, karena sering mengganggu arus lalu lintas.

Selain itu, katanya, sekelompok anak punk dengan rambut dicat, baju robek, serta sebahagian badan dipenuhi tato itu, kelihatan merusak pemandangan.

Apalagi, kata Hasian, tahun ini Kota Medan sebagai daerah kunjungan wisatawan dan keberadaan anak punk, anak jalanan dan pengemis penderita kusta itu perlu dibersihkan.

“Tahun 2012 ini, diharapkan seluruh anak punk, pengemis jalanan dan tuna wisma itu jangan ada kelihatan lagi, ini jelas merusak keindahan Kota Medan yang akan menjadi kota metropolitan,” ujarnya.

Hasian menambahkan, anak punk yang berkeliaran di Kota Medan berpenduduk 2,3 juta jiwa itu, bukan berasal dari daerah ini, tetapi mereka asal Kabupaten Serdang Bedagai, Deli Serdang dan daerah lainnya.

“Jumlah anak-anak punk yang ada di Medan ini, mencapai ratusan orang, baik itu pria dan wanita. Dan mereka rata-rata masih berusia muda dan putus sekolah,” katanya.

Hal senada dikatakan, Andi. warga Jalan Halat. Dirinya mengatakan, sebagian anak punk yang beroperasi di kota itu, meminta uang dengan berpura-pura sebagai pengamen.

Kemudian, jelasnya, uang dari hasil meminta-minta kepada masyarakat itu, mereka gunakan untuk biaya makan dan untuk mabuk -mabukan.

Selain itu, katanya, anak punk tersebut juga membeli lem cap kambing dan setiap harinya mereka hirup sebagai pengganti narkoba dengan istilah mereka sebut “ngelem”.

Fenomena seperti ini tidak asing lagi bagi anak punk dan jalanan yang setiap hari menggunakan lem tersebut.

“Kegiatan seperti ini, diharapkan dapat ditertibkan, karena jelas merusak pemandangan dan meresahkan masyarakat,” kata Hamid. [hmt]

Bookmark and Share

related post

Baca Juga

Tags: , ,

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree