|

Pantun Kesehatan

Hot:

Pengasuh: dr Umar Zein

Kata Sambutan

Tradisi berpantun sudah sebati masyarakat Nusantara, khususnya masyarakat Melayu. Komunikasi awal masyarakat Melayu dengan bangsa asing pun, seperti yang diceritakan dalam karya-karya klasik Melayu menggunakan pantun.

Hal ini karena di dalam pantun terangkum jiwa masyarakat Melayu. Pantun adalah salah satu aspek kebudayaan yang menggambarkan kesinambugan budaya Melayu dengan kearifan tradisinya.

Oleh karena itu, kehadiran Pantun Kesehatan yang dikarang dr Umar Zein dan Azrai SS MSP, sangat memungkinkan menguak masyarakat untuk menerima misi dalam menjadikan masyarakat yang lebih sehat, sekaligus mendukung perkembangan budaya Melayu untuk bergerak ke arah peradaban yang lebih bermartabat. [Prof Wan Syaifuddin MA PhD/Dekan Fakultas Sastra USU Medan]

Pertama-tama, saya menyampaikan salam pantun,

Keduduk kelumpang paku
Berapalah berat pandan bengkuang
Kalau lulus menumpang daku
Berapalah berat badan sebatang.

Pada isi pantun di atas ada tersirat permintaan untuk menumnpangkan badan, menumpangkan diri untuk berbagi bersama orang lain.

Inilah apa yang dikatakan Pujangga T Amir Hamzah bahwa pantun sebagai seruling hati anak Melayu adalah seruling yang membutuhkan pertemuan personal dari hati ke hati.

Saudara Umar Zein dan Azrai ingin menumpangkan dirinya bersama para pembaca sekaligus menyampaikan nasihat, pesan dan bahkan ‘advis’ untuk hidup sehat sesamanya baik dalam berkeluarga dan bermasyarakat.

Pantun yang muncul menyapa kita pada setiap halaman buku ini memang dikemas dengan gaya populer dan bersahaja.

Namun, di situlah terletak ‘keindahan ‘ pantun Ini. Pilihan kata dan mungkin ratusan pantun telah ditulis orang dari zaman berzaman.

Hal itu membuktikan bagaimana kosmologi Melayu yang kaya dengan laut, sungai, tanjung dan hasil hutan telah dibentangkan dalam sampiran untuk menyampaikan isi dan pesan kepada manusia.

Umar Zein dalam profesinya sebagai dokter bukan saja mahir meracik dan meramu obat-obat di rumah sakit, tetapi mampu meramu dan meracik kata-kata yang populer dalam bahasa sehari-hari untuk menyampaikan isi pesan supaya orang hidup sehat dan sejahtera lahir dan batin.

Semoga sambutan ini hanya sampai di sini, karena pantun lebih bijak dari sebuah pidato resmi. [Shafwan Hadi Umry]

Pantun Pembunan

Anak Bilah ujung kuala
Beras ketan jerami bukan
Dengan Bismillah kata bermula
Pantun kesehatan kami tuliskan

Beras ketan jerami bukan
Atas beranda sarang tekukur
Pantun kesehatan kami tuliskan
Sebagai tanda cara bersyukur

Atas beranda sarang tekukur
Diikat erat ujung berkait
Sebagai tanda cara bersyukur
Jaga sehat sebelum sakit.

Diikat erat ujung berkait
Angkut jala dengan sekuter
Jaga sehat sebelum sakit
Timbul gejala langsung ke dokter

Angkut jala dengan sekuter
Beserta pala juga sukun
Timbul gejala langsung ke dokter
Jangan pula pergi ke dukun

Beserta pala juga sukun
Bawa sukun tidaklah payah
Jangan pula pergi ke dukun
Sebab dukun tidak ilmiah

Bawa sukun tidaklah payah
Asal yakin kita lakukan
Sebab dukun tidak ilmiah
Tak mungkin bisa dijelaskan

Asal yakin kita lakukan
Niat di hati itulah bekal
Tak mungkin bisa dijelaskan
Obat diberi tak masuk akal

Niat di hati itulah bekal
Bagai nelayan di tengah lautan
Obat diberi tak masuk akal
Semisal ayan obatnya menyan

Bagai nelayan di tengah lautan
Nampak pelatuk sambar belanga
Semisal ayan obatnya menyan
Orang stroke disabur bunga.

Nampak pelatuk sambar belanga
Kancah berjungkit cendawan tumbuh
Orang stroke disabur bunga
Bagaimana penyakit nak sembuh

Kancah berjungkit cendawan tumbuh
Air yang bening di kayu raja
Bagaimana penyakit nak sembuh
Agar tak pening ke dokter saja

Air yang bening di kayu raja
Batang para ditebang subuh
Agar tak pening ke dokter saja
Begitu cara kalau nak sembuh

Batang para ditebang subuh
Dengan rakit dibawanya
Begitu cara kalau nak sembuh
Tanya penyakit tanya obatnya

Berniat bukan makna terbelah
Dalam paya bertumpuk batu
Selebihnya serahkan kepada Allah
Sebab Dia maha penentu

Dalam paya bertumpuk batu
Anak dipilis pucuk kuini
Sebab Dia maha penentu
Termasuk menulis pantun ini

Anak dipilis pucuk kuini
Agar tak misai jemput semangat
Termasuk menulis pantun ini
Yang selasai sangatlah singkat

Agar tak misai jemput semangat
Dioles lama kanan dan kiri
Yang selasai sangatlah singkat
Waktunya cuma satu hari

Dioles lama kanan dan kiri
Biar yakin akan sembuhnya
Waktunya cuma satu hari
Tak mungkin bisa tanpa izin-Nya

Biar yakin akan sembuhnya
Alis dicukur sampai dahi
Tak mungkin bisa tanpa izinNya
Sembari bersyukur pada Illahi

Alis dicukur sampai dahi
Cara santunnya malam Jum’at
Sembari bersyukur pada Illahi
Semoga pantunya bermanfaat.

Bookmark and Share

related post

Baca Juga

Tags: ,

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree