Tuntaskan Dugaan Penyimpangan Dana Penas di Biro Perekonomian Setdaprovsu
| Hot: |
MEDAN|OB – Direktur Sentral Monitoring Informasi (SMI) Sumut A Thaib Siahaan meminta Kejatisu menuntaskan dugaan penyimpangan penggunaan anggaran Pekan Nasional (Penas) di Biro Perekonomian Setdaprovsu senilai Rp 950 juta pada APBD 2011.
“Harus dituntaskan apakah ada penyimpangan atau tidak dalam penggunaan anggaran tersebut, Kejatisu jangan hanya Pulbaket saja,” ujar Thaib kepada wartawan, Minggu (12/2).
Thaib menegaskan, setiap dugaan penyimpangan anggaran negara seperti yang tengah diusut oleh Kejatisu di Biro Perekonomian harus dituntaskan agar tidak menjadi persoalan di belakang hari.
Sebelumnya diberitakan, pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dikabarkan tengah melakukan pengusutan terhadap penggunaan anggaran sekitar Rp 950 juta dari ABPD Provsu untuk pelaksanaan menghadiri kegiatan PekanNasional (Penas) XIII Tani dan Nelayan di Palangkaraya Kalimantan Tengah sekitar Juni 2011 lalu.
Tim dari bagian intelijen Kejatisu sudahmelakukan sejumlah pemeriksaan terhadap oknum staf dan pejabat di Biro Perekonomian dan sudah mengumpulkanbahan-bahan sebagai langkah awal pemeriksaan.
“Memang sudah ada yang melakukan pengusutan terhadap kasus ini, ke Biro Perekonomian Pemrovsu, diantaranya pengambilan keterangan kepada sejumlah staf, dan pemeriksaan terhadapberkas-berkas yang berkaiatan dengan kegiatan Penas XIII tersebut,” ujar sumber wartawan.
Kepala Biro Perekonomian Pemprovsu, Drs Bangun Oloan Harahap ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengakui adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Kejatisu terkait persoalan Penas XIII tersebut.
Namun, Bangun menegaskan, persoalan sesungguhnya tidak ada persoalan lagi sebab suddah dikembalikan kepada pihak Biro Keuangan. Dari informasi yang didapat bahwa kegiatan Penas XIII Tani dan Nelayan yang berlangsung di Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah, Biro Perkenomian membawa sejumlah peserta dari Kabupaten/Kota se-Sumut dengan menggunakan anggaran yang sudah ditampung dalam APBD Tahun 2011 mencapai sekitar Rp 950 juta.
Hanya saja diduga kuat dalam penggunaanya terdapat penyimpangan, sehingga ada elemen masyarakat yang melaporkan kasus ini ke pihak Kejatisu. [hmt]
related post
- Pantun Kesehatan
- Peringatan HUT RI Diwarnai Bentrok Polisi Vs TNI
- simPATI TalkMania, Bekali-kali Nelpon Murah Pagi hingga Malam Hari
- Diduga Korupsi, Dua Pejabat BPN Sumut Diadili
- Aksi Massa Partai Tuntut Dibentuknya Pemerintahan Baru
