Peringatan Ini Untuk Para Debt Collector

“Debt collector (penagih utang) itu bisa dipidana kalau menarik sepeda motor atau mobil nasabah secara paksa,” ujar MP Nainggolan, (31/3/2016).

Bacaan Lainnya

Kecuali itu, MP Nainggolan juga menyebut bahwa dirinya sering mendapat informasi khusus penagih utang ini memang cukup meresahkan masyarakat. “Apalagi, bila melakukan penarikan kendaraan bermotor di jalan selalu memaksa dengan kekerasan atau ancaman, namun cukup disesalkan masyarakat yang telah menjadi korban tidak mau melaporkan,” ungkapnya.

Menurutnya, jika penagih utang sudah melakukan kekerasan, maka dapat dijerat dengan pasal tindak pidana. Sebab, yang berhak melakukan penyitaan/menarik kenderaan itu adalah aparat penegak hukum.

“Sedangkan pihak kreditur atau leasing, penagih utang tidak boleh mengambil sepeda motor, mobil atau rumah, maupun alat-alat elektronik rumah tangga semaunya sendiri. Jika masyarakat menyadari dan mau berpikir bahwa sepeda motor atau mobil yang akan ditarik secara paksa oleh perusahaan leasing karena telat atau gagal membayar cicilan bulanan masyarakat tak perlu khawatir, karena sejak tahun 2012 Kementerian Keuangan telah mengeluarkan peraturan yang melarang leasing atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit.

Hal itu telah tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yang dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *