TPL Berangkatkan Petani Tobasa ke Jabar Dalami Ilmu Pertanian

Apalagi, selama ini mayoritas penghasilan penduduk Tobasa mengandalkan hasil pertanian. Sistem panen sekali dalam setahun, belum mampu mendongkrak pendapatan petani dan peningkatan hasil pertanian mereka.

Sunggul Sitorus salah seorang petani di kecamatan Narumonda, Tobasa mengungkapkan, saat ini penghasilan petani sebanyak 500 kaleng padi setiap panen belum dapat menjamin kehidupan mereka. Sebab rata rata para petani ada yang memanfaatkan lahan sawah dengan sistem sewa.

Bacaan Lainnya

“Hasil pertanian saat ini belum bisa menjamin kesejahteraan kami para petani lokal didaerah, belum lagi harus bayar lahan yang kami sewa, jelas tidak mencukupi,” ungkap Sunggul Sitorus salah seorang petani peserta pelatihan.

Makanya beruntung kali la kami, mengikuti pelatihan pertanian ini, karena kita bisa mengenal bibit yang bagus dan cara perawatan, pengantisipasian hama untuk meningkatkan produktivitas sawah,” ujar Sunggul Sitorus usai mengikuti pelatihan peningkatan produktivitas pertanian.

Program pelatihan peningkatan hasil pertanian memang harus menjadi fokus, dan pengetahuan oleh para petani lokal. Dukungan baik dari pemerintah dan pihak swasta menjadi modal yang sangat mendasar bagi para petani.

Puji Lestari, CSR Staff PT TPL mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada para petani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan