Asian Agri: Bibit Topaz Tersebar hingga Papua

Anthony membeberkan keunggulan Topaz. Selain produksinya tinggi, juga varietasnya mampu berbuah baik sepanjang tahun dan memiliki kandungan CPO yang tinggi.

Ditambah lagi, pertumbuhan tingginya juga lambat. Artinya, hasil panennya akan lebih mudah diambil dan tahun produksi tanaman akan lebih panjang. Selain itu, bibit Topaz juga mampu beradaptasi dengan beragam kondisi lahan marginal, baik tanah gambut maupun tanah berawa.

Sedangkan dalam hal permintaan, lanjutnya, Topaz memiliki berbagai varietas, yakni Topaz 1 (dura Deli x pisifera Nigeria), Topaz 2 (dura Deli x pisifera Ghana), Topaz 3 (dura Deli x pisifera Ekona) dan Topaz 4 (dura Deli x pisifera Yangambi), yang memiliki berbagai keunggulan.

“Ke 4 varietas bibit Topaz ini memiliki berbagai keunggulan, diantaranya bibit ini cepat berbunga, sehingga berpotensi untuk panen lebih awal, kandungan minyaknya tinggi, produksi TBS juga tinggi dan dapat beradaptasi pada lahan marginal,” ujarnya.

Dari 4 varietas tersebut, yang banyak peminatnya adalah Topaz 1 (Nigeria), Topaz 2 (Ghana) dan Topaz 3 (Ekona) bearagam. “Itu sesuai permintaan konsumen, karena mereka yang sudah mengalami mana yang lebih bagus, dan juga disesuaikan dengan lokasi tanam,” katanya.

Kemudian, dari sisi buah secara komersil dengan perawatan yang baik, hasilnya bisa mencapai 40 ton TBS per hektare per tahun dan di masyarakat atau para petani swadaya di bawah naungan OPRS Topaz didapat laporan mereka ada yang mencapai 30 ton lebih per hectare per tahun.

“Ke 4 varietas bibit Topaz ini memiliki berbagai keunggulan, diantaranya bibit ini cepat berbunga, sehingga berpotensi untuk panen lebih awal, kandungan minyaknya tinggi, produksi TBS juga tinggi dan dapat beradaptasi pada lahan marginal,” ujarnya.

Produktifitas bibit Topaz pada tahun pertama produksi tandan buah segar (TBS) berada dikisaran 15-20 ton per hektar dan pernah mencapai 24 ton per hektar. Kandungan minyak (CPO) juga diatas 5 ton per hektar dengan rendemen sekitar 21 persen. Sedangkan di tahun kedua, produksi TBS bisa mencapai 25 ton per hektar, kandungan minyak CPO dapat mencapai 6 ton per hektar dengan rendemen 24 ton per hektar, dan trend tersebut akan terus meningkat sesuai dengan umur tanaman.

Sementara itu, Humas Asian Agri Lidia Veronika Ginting menambahkan, kecambah Topaz adalah bibit unggul yang diproduksi Asian Agri yang cocok ditanam di berbagai lahan marginal dengan insentifitas produksi yang lebih tinggi.

“Ini merupakan hal yang sangat bagus untuk terus dikembangkan perusahaan. Sejauh ini kita lebih fokus pada intensifikasi tanaman hasil dengan menggunakan bibit Topaz, terutama tanaman hasil kebun rakyat. Makanya kita giat direplanting kebun plasma dan petani swadaya. Jadi, fokusnya intensifikasi sawit kebun rakyat,” tandas Anthony.

Asian Agri kini memiliki luasan lahan perkebunan kelapa sawit sebesar 160 ribu hektar, diantaranya 100 ribu hektar kebun inti dan 60 ribu hektar kebun plasma, yang tersebar di tiga provinsi, yakni Sumut, Riau dan Jambi.

Selain berbisnis, dalam program CSR-nya, Asian Agri kini fokus melakukan pembinaan petani swadaya. Target Asian Agri melakukan pembinaan 60 ribu hektar kebun petani swadaya. (OB1)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share
Web Design BangladeshBangladesh Online Market