Tingkatkan Ekonomi Keluarga Melalui Kerajian Tangan

  • Whatsapp

OBROLANBISNIS.com – Sejumlah mahasiswa Unimed melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) di Desa Suka Maju Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

Dengan memberikan pelatihan lifeskill kepada ibu-ibu rumah tangga membuat kerajinan tangan berupa kaligrafi menggunakan sabut kelapa. Mahasiswa yang tergabung dalam Tim PKM-M Kaligrafi Sabut Kelapa adalah Elvida Liani Nasution (Pendidikan Sejarah), Indah Sarini (Pendidikan Sejarah) dan Pratama Imanda Putra (Pendidikan Geografi), dengan Dosen Pendamping Pristi Suhendro Likitoyo SHum MSi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini sudah dua kali dilaksanakan pada tanggal 13 April dan 20 April 2019. Program ini memiliki beberapa pertemuan. Dalam pertemuan pertama dilakukan untuk melatih ibu-ibu rumah tangga agar lebih aktif dan kreatif dalam memanfaatkan limbah-limbah yang tidak berguna menjadi berguna, bernilai jual serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat didesa tersebut.

Sampai dipertemuan terakhir, ibu-ibu rumah tangga mampu untuk bekerja secara mandiri dalam rasa ingin tahuan dan ingin memiliki hasil tambahan yang besar inilah diharapkan masyarakat dapat merubah pola dari yang sebelumnya hanya membuang limbah dari sabut kelapa menjadi pemanfaatan secara optimal.

Dengan melibatkan belasan ibu-ibu rumah tangga yang ada di Desa Suka Maju, Mahasiswa Unimed optimis dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan keterampilan lifeskill yang mereka berikan.

Selaku Ketua Tim PKM-M, Elvida mengatakan, tujuan dari program pengabdian kepada mayarakat ini adalah untuk melatih ibu-ibu rumah tangga dalam mengembangkan skill ataupun keterampilan. Dengan kegiatan ini, akan membuka lapangan pekerjaan baru untuk meningkatkan kualitas ekonomi dari masyarakat di Desa Suka Maju.

Sebagai istri Kepala Desa, Nawiyah mewakili warga Desa Suka Maju, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa Unimed di desanya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh warganya, selain meningkatkan keterampilan, ibu-ibu juga dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk membuat produk bernilai jual, sehingga dapat membantu perekonomian keluarga. “Kami berharap agar kegiatan ini berkelanjutan, sehingga menumbuhkan nilai positif di masyarakat,” katanya. ***

[rel/OB1]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *