APBD-Sumut Siap Kawal Kasus Penganiyaan Pekerja YASU

OBROLANBISNIS.com – Aliansi Pekerja dan Buruh Sumatera Utara (APBD-Sumut), melakukan ikrar bersama pada 9 Juni 2020.

APBD-Sumut adalah wadah pemersatu Serikat Buruh/Serikat Pekerja bertujuan membela kepentingan pekerja/buruh di Sumatera Utara.

Komponen APBD Sumut, adalah SPN Sumut, SPTI Medan, SPSI Sumut, (K) SBSI Sumut, SBSI 92 Sumut, Serikat Buruh Bersatu Indonesia (SBBI) dan KSBSI Sumut.

Mengetahui adanya pemukulan oleh sekelompok orang terhadap buruh yang sedang bekerja mengakibatkan tulangnya retak dan dirawat di RS, kemudian pelaku belum ditangkap bahkan perkara hukumnya lambat oleh Polsek Pantai Cermin Polres Sergai, maka secara spontan APBD-Sumut mengambil sikap, menolak intimidasi, kekerasan, penzoliman hingga tindak kriminalitas kepada pekerja/buruh di Sumut.

“Kita tidak menerima perlakuan-perlakuan yang melanggar hukum, apalagi tindakan kekerasan yang dialami seorang pekerja/buruh,” ujar Anthony Pasaribu selaku Ketua SPTI Medan yang juga menjabat Wakil Ketua SPSI Sumut.

Menyikapi informasi adanya seorang pekerja/buruh yang mengalami penganiayaan di Desa Naga Kisar Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) pada saat menjalani tugas kerja, pihaknya meminta penegak hukum segera menangkap pelakunya.

“Harus segera ditangkap, ini tidak boleh ada pembiaran dalam bentuk apapun. Apabila tidak segera diproses, anggota SPTI siap menangkap pelaku dan menyerahkan kepada pihak yang berwajib untuk segera diproses,” ucap Anthony.

Lain halnya komentar Anggiat Pasaribu sebagai Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional Sumut, menolak adanya pekerja/buruh diperlakukan zolim dan ditindas. “Kami sangat tidak setuju terjadinya penzoliman dan kekerasan terhadap buruh dan pekerja. Kita siap membela buruh sampai kemanapun, pelaku harus ditindak sesuai peraturan berlaku penegakan hukum harus berjalan,” cetusnya.

Jhonson Pardosi selaku Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesian (K)SBSI Sumut juga angkat bicara soal penganiayaan pekerja Yayasan Apindo Sumut (YASU). “Kami tidak setuju atas tindakan kelompok masyarakat melakukan intimidasi dan perlakuan semena-mena apalagi melakukan kekerasan, sehingga buruh jatuh korban. Kami minta kepada Polres Sergai segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku kekerasan, karena buruh harus dilindungi hukum,” ucapnya.

Sementara Erwin Manalu yang mewakili DPD SBSI 92 Sumut, juga adalah Dewan Penasehat Kontras Sumut dan anggota WALHI mengungkapkan, tidak menghendaki adanya perlakuan main hakim sendiri, karena perbuatan premanisme sudah bukan zamannya.

“Kita juga meminta Kapolres Sergai mengapresiasi persoalan tindak pidana ini, jangan mengindahkan pengaduan masyarakat dan sangat menyesali perlakuan ini,” bebernya.

Dahlan Ginting yang menjabat Ketua DPP Serikat Buruh Bersatu Indonesia menyatakan sikap, menolak kekerasan dalam bentuk apapun terlebih-lebih dilakukan sekelompok orang yang tidak mempunyai hak menghakimi, menindas dan melakukan penganiayaan terhadap seorang pekerja yang sedang bekerja melakukan kewajiban dan tanggungjawabnya.

“Kami minta kepada Kapolri agar memerintahkan Kapolres Sergai mengusut dan menindak tegas para pelaku yang melakukan tindak pidana kekerasan. Jika Kapolres lalai menjalankan tugasnya, kita minta kepada Kapolri mencopot Kapolres Sergai dalam waktu secepatnya,” sebutnya.

Selain itu, ia bersikap, apabila Kapolres Sergai tidak merespon permintaan APBD Sumut yang mewakili elemen serikat buruh/pekerja, maka SBBI akan mengerahkan anggotanya bersama-sama APBD-Sumut untuk turun kejalan melakukan unjukrasa ke Polres Sergai.

Paraduan SH sebagai Bendahara Konfederasi Serikat Buruh Suluruh Indonesia Sumut memberikan kesimpulan sikap APBD-Sumut, siap mengawal tuntas proses hukum yang dialami pekerja YASU.

“Kita siap mengerahkan seluruh anggota SP/SB Sumut untuk membuktikan keseriusan pembelaan dan penegakan hukum kepada nasib buruh/pekerja,” ujarnya. ***

[OB1]

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share
Web Design BangladeshBangladesh Online Market