Adian Napitupulu Kawal Kasus Gugatan Hukum Mantan Tenaga Pemasar AIA

OBROLANBISNIS.com – Adian Napitupulu sebagai Anggota Komisi VII DPR RI akan mengawal kasus gugatan hukum dua mantan tenaga pemasar AIA Financial hingga tuntas.


Bahkan, Adian Napitupulu juga mendorong Komisi VII DPR RI untuk melakukan upaya pemanggilan terhadap manajemen PT AIA Financial, agar memediasi gugatan hukum Kenny Leonara Raja dan Jethro Gandawinata.

“Langkah yang terbaik menyelesaikan persoalan dengan para korban (mantan tenaga pemasar AIA) adalah mediasi,” kata politisi PDIP ini.

 

 



Mantan aktivis ’98 ini meminta PT AIA Financial menyelesaikan kewajibannya kepada dua agen tersebut. Sebab, jika tidak, maka kasus ini berpotensi dapat menghancurkan citra dan kepercayaan rakyat terhadap dunia asuransi di Indonesia.

INFO BISNIS

Telkomsel Luncurkan Paket Halo Unlimited

“Masalah ini tidak boleh dianggap remeh, melihat langkah-langkah hukum oleh korban. Bagaimana pun juga, nasabah, tenaga pekerja asuransi, merupakan rakyat yang harus dilindungi,” kata Adian Napitupulu saat berdiskusi dengan Kenny dan Jethro di Jakarta, Rabu, 4 November 2020.

Soal pernyataan AIA Financial yang mengklaim kondisi keuangannya stabil dan sehat sehingga tak bisa dipailitkan, Adian Napitupulu menegaskan, klaim tersebut tidak bisa dijadikan jaminan.

“Hal itu tidak menjadi jaminan, bukan solusi jawaban dari persoalan para korban. OJK harus bersikap tegas dan tidak tebang pilih. Bagaimana pun juga, banyaknya kasus terkait, sedikit banyak terjadi karena lambannya OJK bersikap,” ucap aktvis pro demokrasi ini.

INFO BISNIS

Pandemi Dorong Lonjakan Trafik Smartfren

Sebelumnya, dua mantan agen, yakni Raja dan Jethro mengajukan permohonan pailit terhadap PT AIA Financial, ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 27 Oktober 2020.

 

 


Pernyataan Kuasa Hukum

Patar Bronson Sitinjak, kuasa hukum kedua pemohon mengatakan, permohonan pailit berdasarkan hak tagih kedua pemohon kepada PT AIA Financial, selama bermitra dengan perusahaan tersebut.

“Setelah kami simpulkan, dari sejumlah nilai utang tersebut adalah sebesar Rp 37 miliar untuk Kenny Leonara Raja, Rp 35 miliar untuk Jethro,” beber kuasa hukum.

Sebelum mengajukan permohonan pailit, Patar mengaku pihaknya sudah mengajukan surat permohonan penyelesaian dan perlindungan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak tiga kali, namun tidak mendapatkan tanggapan yang baik.

“Kami juga sudah melakukan permohonan audensi kepada OJK untuk membahas permohonan kami kepada pihak OJK sebelumnya,” jelas Patar.

 

 


INFO BISNIS

Pegadaian Laporkan 400 Pemilik Akun Instagram Lelang Online

Bahkan, pihak pemohon sudah mengundang pihak PT AIA Financial ke kantor kuasa hukum mereka, untuk membahas penyelesaian permasalahan tersebut.

Sementara itu, Kenny Leonara Raja di tempat terpisah saat dikonfirmasi awak media, Kamis, 5 Oktober 2020, berharap keadilan hukum dapat ditegakan setegak-tegaknya.

“Saya bersama saudara Jethro sudah melakukan berbagai upaya mencari keadilan di negeri ini. Dengan melakukan gugatan paulit ke OJK dan mengadukan persoalan kasus ini ke berbagai lembaga pemerintah termasuk DPR RI,” ungkap Kenny.

Pria berkacamata ini mengucapkan terimakasih kepada politisi Adian Napitulu yang peduli dengan rakyat, dengan memperjuangkannya melalui lembaga DPR.

Pernyataan OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menolak gugatan pailit yang diajukan mantan agen kepada PT AIA Financial (AIA).

INFO BISNIS

Gugatan Pailit Mantan Tenaga Pemasar Terhadap AIA Ditolak OJK

Tuntutan kepailitan ditolak berdasarkan kewenangan OJK berdasarkan Pasal 2 ayat 5 dari UU Kepailitan dan performa perusahaan yang berada pada kondisi positif. Hal ini tertuang dalam surat OJK nomor S-517/NB.211/2020 yang terbit pada tanggal 3 November 2020.

 

 



Supriyono selaku Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan menyampaikan, penolakan untuk meneruskan permohonan pailit ini diambil dengan memperhatikan kebaikan bagi seluruh pemangku kepentingan terkait.

Pernyataan AIA

Direktur Hukum, Kepatuhan, dan Risiko AIA Financial, Rista Qatrini Manurung mengatakan, pihaknya menghargai proses hukum yang sedang berjalan.

Rista menambahkan, pada prinsipnya pengadilan tidak bisa menolak permohonan perkara dari siapa pun. Namun demikian, proses persidangan akan memeriksa serta memutus apakah permohonan tersebut memiliki dasar dan patut menurut hukum untuk diterima.

Rista menambahkan, pihaknya tidak memiliki kewajiban terhutang kepada dua mantan tenaga pemasar perseroan, yakni Kenny Leonara Raja dan Jethro Gandawinata. Tuduhan dari keduanya pun dinilai tidak berdasar dan tidak benar. ***

[OB1]

#aiafinancial #asuransi #infobisnis

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share
Share
Web Design BangladeshBangladesh Online Market