Reclea Brick Bukan Batu Bata Biasa | Tahan Lama dan Menguntungkan

  • Whatsapp
Reclea Brick Bukan Batu Bata Biasa | Tahan Lama dan Menguntungkan

Reclea Brick Bukan Batu Bata Biasa | Tahan Lama dan Menguntungkan | OBROLANBISNIS.com – Eksploitasi tanah secara terus-menerus dalam jumlah yang besar sebagai bahan baku pembuatan batu bata merah, akan menimbulkan dampak negatif bagi unsur hara yang terkandung di dalam tanah.

Dalam sebuah penelitian, disebutkan proses penggalian dalam pembuatan bata merah mendorong kemerosotan sumber daya tanah baik mutu maupun kualitasnya. Gejala fisik yang tampak jelas terlihat di tempat pembuatan bata merah adalah semakin tipisnya lapisan tanah, sehingga membuat kemampuan tanah menjadi tidak stabil.

Dalam artian kemampuan tanah untuk menopang kehidupan tanaman yang berdiri di atasnya pun berkurang dibandingkan dengan tanah yang belum dijadikan tempat industri bata merah.

Menyadari pentingnya menjaga ekosistem tanah yang berkelanjutan, maka Reclea Brick hadir.

Bacaan Lainnya

 

 


Reclea Brick adalah jenis batu bata yang berbahan baku bahan daur ulang, tidak memakai penggunaan media tanah. Hadirnya Reclea Brick membawa konsep ramah lingkungan sebagai bahan material yang layak digunakan untuk kebutuhan perumahan atau property maupun sarana pendukung pembangunan infrastuktur.

Reclea Brick, batu bata ramah lingkungan diproduksi PT Surya Jaya Agung sejak tahun 2015. Dan baru tahun ini (2020), Reclea Brick siap dipasarkan di dalam negeri, setelah mengantongi Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun sebagai Industri Batu Bata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (Kemen LHK RI) nomor SK. 337/Menlhk/Setjen/PLB.3/7/2017.

INFO BISNIS

Sam City Bangun Hunian Modern Dan Terlengkap Di Kawasan Marendal

Reclea Brick juga lulus pengujian Batako Press (Bahan Fly / Bottom Ash) sesuai Standart SNI oleh Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan tahun 2014.

“Reclea Brick hadir untuk membantu pemerintah dalam mengatasi pencemaran lingkungan di bidang pertanahan yang mulai mengalami kerusakan akibat penggalian ilegal,” ujar Director Marketing Reclea Brick, Siswanto Tam.

Menurut Alung, sapaan akrab Siswanto Tam, Reclea Brick merupakan produk asli buatan dalam negeri. “Reclea Brick adalah produk bata buatan anak Medan, yang menawarkan solusi material bangunan ramah lingkungan dan berdaya tahan lama,” ungkap Alung.keunggulan reclea brick

Alung optimis, Reclea Brick akan diterima pasar dalam negeri terkhususnya di Pulau Sumatera. “Karena potensi bisnis di industri bata cukup besar, mengingat kebutuhan akan material bata untuk penggunaan pembangunan infrastuktur dan property atau perumahan,” beber Alung.

Reclea Brick bukan sekedar batu bata biasa. Jika dibandingkan dengan bata merah yang terbuat dari bahan baku tanah liat, Reclea Brick lebih unggul dan menguntungkan.

INFO BISNIS

Kunci Sukses Bisnis Properti Ala Adi Ming E

“Dari segi kualitas, Reclea Brick dua kali lebih kuat dari bata merah. Untuk ukuran, Reclea Brick lebih besar, yakni Standard 5x10x21 centimeter; sedangkan Jumbo berukuran 10x10x21 centimeter,” sebut Alung.

 

 

Alung menambahkan, yang paling terpenting adalah dengan pemakaian Reclea Brick dipastikan akan lebih untung dan hemat. “Dengan Reclea Brick, penggunaan semen material bangunan lebih hemat 70 persen. Dan bangunan akan lebih dingin serta kedap suara,” ulas Alung.

Alung membeberkan, bata Reclea Brick telah dipasarkan ke sejumlah daerah. “Reclea Brick telah beredar ke Kota Medan, Pangkalan Susu (Langkat), Rantau Prapat (Labuhanbatu Induk), Kota Siantar, Balige (Tobasa) dan Kabanjahe (Karo). Untuk sementara, kita melayani pesanan di seputar Provinsi Sumatera Utara (Sumut),” akunya.

Alung mengklaim bahwa, Reclea Brick satu-satunya batu bata yang bermerk di batanya di Indonesia, terbuat dari pemanfaatan sisa pembakaran batubara dengan mendaur ulang menjadi batu bata.

“Dari segi harga, Reclea Brick juga tidak kalah murah dibandingkan bata merah. Silahkan bandingkan harganya, mana yang lebih menguntungkan,” cetus Alung.

Reclea Brick menargetkan pasar pemilik rumah yang peduli akan mutu bangunan dan hemat produksi. “Reclea Brick mendorong terwujudnya rumah idaman yang murah dan berkualitas,” kata Alung.

Saat ini, tambah Alung, Reclea Brick sedang mengajukan proses Sertifikat Green Label Indonesia dari institusi swasta, demi meyakinkan pengusaha property dalam negeri maupun pemilik-pemilik rumah bahwa penggunaan Reclea Brick lebih ramah lingkungan.

Untuk lebih lengkapnya keunggulan Reclea Brick dapat diakses melalui laman bataramahlingkungan.co.id atau Intagram @bataramahlingkungan.id. Bagi yang berminat melakukan pemesanan silahkan hubungi nomor Whats App 081263837222. ***

 

Google Translate

 

Reclea Brick Not Ordinary Bricks | Durable and Profitable | OBROLANBISNIS.com – Continuous exploitation of large quantities of soil as raw material for making red bricks will have a negative impact on the nutrients contained in the soil.

In a study, it was stated that the excavation process in the manufacture of red bricks led to the deterioration of soil resources both in terms of quality and quality. Physical symptoms that are clearly visible at the red brick making site are the thinning of the soil layer, which makes the soil’s ability to become unstable.

In terms of the ability of the soil to support the life of the plants that stand on it is reduced compared to the land that has not been used as a red brick industry.

Realizing the importance of maintaining a sustainable soil ecosystem, Reclea Brick is here.

Reclea Brick is a type of brick made from recycled materials, does not use soil media. The presence of Reclea Brick brings an environmentally friendly concept as a suitable material for housing or property needs as well as supporting infrastructure development facilities.

Reclea Brick, an environmentally friendly brick produced by PT Surya Jaya Agung since 2015. And only this year (2020), Reclea Brick is ready to be marketed domestically, after obtaining a Hazardous and Toxic Waste Management Permit as a Brick Industry from the Ministry of Environment and Forestry. Forestry Republic of Indonesia (Kemen LHK RI) SK number. 337/Menlhk/Setjen/PLB.3/7/2017.

Reclea Brick also passed the Test of Press Brick (Fly / Bottom Ash Material) according to the SNI Standard by the Civil Engineering Laboratory of the Medan State Polytechnic in 2014.

“Reclea Brick is here to assist the government in overcoming environmental pollution in the land sector which is starting to suffer damage due to illegal excavations,” said Reclea Brick Marketing Director, Siswanto Tam.

According to Alung, the familiar greeting of Siswanto Tam, Reclea Brick is an original product made in the country. “Reclea Brick is a brick product made by Medan children, which offers environmentally friendly and durable building material solutions,” said Alung.

Alung is optimistic that Reclea Brick will be accepted by the domestic market, especially on the island of Sumatra. “Because the business potential in the brick industry is quite large, considering the need for brick materials for the use of infrastructure and property development or housing,” Alung explained.

Reclea Brick is not just an ordinary brick. When compared to red bricks made from clay, Reclea Brick is superior and profitable.

“In terms of quality, Reclea Brick is twice as strong as red brick. In terms of size, Reclea Brick is larger, namely Standard 5x10x21 centimeters; Jumbo is 10x10x21 centimeters,” said Alung.

Alung added, the most important thing is that by using Reclea Brick, it will certainly be more profitable and economical. “With Reclea Brick, the use of cement building materials is 70 percent more efficient. And the building will be cooler and soundproof,” said Alung.

Alung revealed that Reclea Brick bricks have been marketed to a number of regions. “Reclea Brick has been circulated to Medan City, Pangkalan Susu (Langkat), Rantau Prapat (Labuhanbatu Induk), Siantar City, Balige (Tobasa) and Kabanjahe (Karo). For the time being, we are serving orders around North Sumatra Province (North Sumatra), ” he admitted.

Alung claims that Reclea Brick is the only branded brick in Indonesia, made from the use of coal combustion residue by recycling it into bricks.

“In terms of price, Reclea Brick is also no less cheap than red brick. Please compare the prices, which one is more profitable,” said Alung.

Reclea Brick targets the homeowner market who cares about building quality and saving on production. “Reclea Brick encourages the realization of cheap and quality dream homes,” said Alung.

Currently, Alung added, Reclea Brick is applying for the Indonesian Green Label Certificate process from private institutions, in order to convince domestic property entrepreneurs and homeowners that the use of Reclea Brick is more environmentally friendly.

For more details, the advantages of Reclea Brick can be accessed through the bataramahlingkungan.co.id page or Instagram @bataramahlingkungan.id. For those who are interested in placing an order, please contact the Whats App number 081263837222. ***


[OB1]

#recleabrick #properti #infobisnis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *