Tanaman Porang Komoditi Ekspor Hasil Sergai

  • Whatsapp
Tanaman Porang Komoditi Ekspor Hasil Sergai

OBROLANBISNIS.com – Bupati  Soekirman selaku Ketua Perhiptani Sumut dan Dewan UKM Labura optimis kembangkan Tanaman Porang sebagai salah satu tanaman komoditi ekspor hasil dari tanah Serdang Bedagai (Sergai).



Dalam kunjungannya, Bupati Sergai, Soekirman menyambut baik kedatangan Dewan UKM Labura yang memilih Kabupaten Serdang Bedagai sebagai salah satu daerah pengembangan tanaman Porang.






“Tanaman Porang tersebut memiliki nilai jual pasar yang cukup bagus, dan tidak membutuhkan tapak yang luas untuk menanamnya,” ujarnya.

Sebut Soekirman, pada tahun 1995 lalu dengan Botta Indonesia kerjasama dengan pengusaha Cina Malaysia pernah mengembangkan tanaman keladi untuk memenuhi pasar ekspor Malaysia.

Untuk mencapai target itu mulailah kami menanam keladi. “Namun sayangnya umbi keladi yang dihasilkan tersebut banyak dimakan ulat,” ungkapnya.

INFO BISNIS

Bacaan Lainnya

Biden Buat Emas Naik – Turun

Sambungnya lagi, sekarang ini di tengah double disrupsi Perhiptani harus jeli melihat peluang pasar untuk memasarkan produk agar laku terjual.

Sektor pertanian dan ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan ditengah masa pandemi saat ini. “Langkah yang baik telah dilakukan UKM Labura yang melirik tanaman Porang menjadi komoditi ekspor untuk memenuhi pasar luar negeri,” sebut Soekirman.

 



Soekirman selaku Ketua Perhiptani Sumut mengajak dan menggugah kepada petani untuk menanam tanaman Porang.
“Jangan Gluduk Dulu Baru Hujan, Tetapi Hujan Dulu Baru Gluduk. Untuk mewujudkannya Soekirman akan melakukan penanaman tanaman Porang dilahan seluas 3 Rante,” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan UKM Labura Mukhlis Ritonga memaparkan, tanaman Porang ini sudah dikenal sejak tahun 80-an hingga sekarang.

Namun kebutuhan Porang bagi pasar luar negeri masa itu belum besar sekarang ini. Sekarang ini baru 20 persen saja pasar luar negeri yang bisa kita penuhi, dan masih kurang 80 persen saja. “Sehingga kebutuhan pasar untuk 10 sampai 15 tahun mendatang masih aman,” terangnya.

INFO BISNIS

7 Perusahaan ‘Raksasa’ Mulai Investasi Di Bitcoin

Mukhlis sendiri sudah menggeluti bidang ekspor ini sekira 3 tahunan lalu. Pengalaman sebelumnya lewat pelabuhan Tanjung Balai melakukan ekspor asam gelugur ke Malaysia, namun ini tidak bertahan lama.

“Sampai akhirnya bertemu dengan mitranya di Surabaya melakukan ekspor Porang ini. Sejak menggeluti Porang ini pasarnya sangat bagus,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar Porang ini, sebut Mukhlis Ritonga pihaknya sudah menjajaki di tujuh Kabupaten, yakni Kabupaten Batubara, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, Labusel, dan Labura.





Bahkan, di Labura pihaknya sudah memiliki home industri pengolahan Porang dalam bentuk gaplek yang siap untuk diekspor. “Kapasitas home industri ini baru mampu menghasilkan Porang 8 ton per hari” ucapnya.

“Kebutuhan pasar Porang sekarang ini diperlukan 70 ton per hari untuk memenuhi pasar luar negeri, sehingga kita membutuhkan lahan seluas 200 hektar,” pungkasnya. ***

 

[rel/OB1]

#Perhiptani #porang #infobisnis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *