Ketersediaan Tenaga Kerja di Bidang TIK Memprihatinkan

  • Whatsapp
Ketersediaan Tenaga Kerja di Bidang TIK Memprihatinkan

Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Magnifique Gandeng Komunitas Hacktiv8 

OBROLANBISNIS.com – Survei PwC tahun 2020 kepada 1,581 CEO menemukan terdapat 74% CEO yang prihatin akan ketersediaan tenaga kerja di bidang teknologi, informasi dan komunikasi (TIK).

 

Bacaan Lainnya


Namun peningkatan ilmu TIK belum merata di seluruh Indonesia karena peningkatan terjadi di DKI Jakarta sebesar 7,31% dan terendah di Papua, yaitu 3,33% pada tahun 2019. Sedangkan, survei IBM tahun 2017 mencatat jumlah penyerapan tenaga kerja bidang TIK; data science, data developer dan data analisis diprediksi semakin meningkat sebanyak 700.000 perekrutan di seluruh dunia.

 



Adanya keterbatasan akses untuk meningkatkan keterampilan digital dan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya belajar programming data science dan data analisis menjadi salah satu penyebab.

Padahal, ilmu programming untuk data science, data analisis, dan data developer dapat dipelajari dalam waktu kurang lebih 12 minggu, sehingga siapapun yang tertarik menjadi praktisi bisa mempelajarinya melalui pusat pelatihan TIK informal.

Hal ini yang menjadi alasan bagi Magnifique dan Yayasan Dian Sastrowardoyo untuk menyelenggarakan webinar M-Class keenam bertemakan “Menjelajah Data Analisis dan Data Visualisasi dengan Mudah Menggunakan Metabase” bersama Hacktiv8 dan PwC Indonesia yang ingin memberikan ilmu kepada para pemula untuk menjadi programmer siap kerja dengan memperkenalkan ilmu programming data analisis dan data visualisasi.

INFO BISNIS

Lowongan Kerja Tenaga Insinyur Di Indonesia Besar, Tapi Peminat Minim

Webinar ini diikuti oleh 260 siswa dari berbagai daerah dan komunitas data analis dengan pembicara Adhitia Saputra, Head of Marketing Hacktiv8, dan Marcello Dwianto, Manager PwC Indonesia, Kamis, 18 Februari 2021.

“Dengan memperkenalkan pentingnya belajar data analisis dan data visualisasi dari Hacktiv8, kami bertujuan mendekatkan ilmu TIK kepada para siswa dan komunitas/organisasi yang tertarik pada bidang ini,” kata Dian Sastrowardoyo, Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo.

 

Diharapkan Dian Sastrowardoyo, para calon tenaga kerja programmer, web developer/data developer, data analisis dan data visualisasi dapat memenuhi kebutuhan perusahaan digital dan teknologi di Indonesia yang masih sangat luas.

“Saya yakin minat belajar dapat terus tumbuh melalui webinar bermanfaat seperti ini meski kita semua masih berada di dalam masa pandemi,” ungkap Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo.

Djohan Pinnarwan, Corporate Responsibility Leader dari PwC Indonesia, menambahkan bahwa, pandemi COVID-19 telah mempengaruhi setiap sektor, institusi, dan individu di seluruh dunia.

INFO BISNIS

Gubernur Harap PT Sagami Indonesia Banyak Serap Tenaga Kerja Di Sumut

“Para pemangku kepentingan harus memikirkan kembali peran dan tanggung jawab mereka. Mereka dapat memilih untuk berkontribusi dalam menutup kesenjangan keterampilan, mempersiapkan para siswa untuk lebih tanggap digital, dan menyediakan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kemajuan teknologi yang terus berubah,” ungkap Djohan.

Menurut PwC, program M-Class ini dapat menjawab empat tahap penting untuk membantu para siswa mengurangi kesenjangan digital, yaitu Konektivitas, Akses, Literasi Digital dan Keterampilan siap kerja.

“Untuk itulah, kami sangat senang dapat berpartisipasi di acara ini, yang sejalan dengan salah satu fokus dari program Corporate Responsibility PwC yaitu komitmen untuk membangun dan mengembangkan komunitas melalui edukasi,” sebut Djohan.

Hal ini juga ditegaskan oleh Adhitia Hidayat Saputra, Head Marketing Hacktiv8. “Saat ini, masih banyak siswa yang belum paham pentingnya belajar ilmu programming data analisis dan data visualisasi. Oleh karena itu, program Hacktiv8 terbuka untuk umum yang memiliki passion di dunia IT pemrograman. Program pembelajaran untuk pemula yang ingin menjadi seorang Full Stack Developer dengan program pembelajaran JavaScript Programming yang bisa diterapkan dalam waktu singkat,” ucap Adhitia.

 



M-Class adalah sebuah inisiatif webinar dari Magnifique Indonesia dan Yayasan Dian Sastrowardoyo yang bertujuan untuk berkontribusi menyebarkan ilmu bermanfaat melalui sistem daring selama pandemi berlangsung.

M-Class dilakukan setiap bulan dengan menghadirkan para pembicara yang kompeten dan topik yang berbeda, menargetkan para mahasiswa dan komunitas di daerah kurang terjangkau.

Selain webinar gratis, M-Class juga memberikan kuota internet untuk peserta yang mempunyai keterbatasan akses maupun transportasi agar tidak terbebani dalam mengikuti seluruh acara.

“Webinar M-Class akan terus dilaksanakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh yang masih harus berlangsung selama masa pandemi ini. Webinar keenam ini menandai komitmen kami untuk terus menggandeng kolaborator, baik dalam hal pengajaran, penyediaan komunitas maupun sebagai sponsor, untuk terus mewujudkan M-Class,” tukas Arifaldi Dasril, Managing Partner Magnifique. ***

 

[rel/OB1]

#TenagaKerja #perusahaan #infobisnis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *