Restorative Justice Solusi Perdamaian Perselisihan Natumingka

  • Whatsapp
Toba Pulp Lestari Sesalkan Aksi Bentrok Sekelompok Masyarakat di Area Konsesi HTI

Restorative Justice Solusi Perdamaian Perselisihan Natumingka | OBROLANBISNIS.com — Menyikapi selisih paham klaim tanah adat masyarakat Desa Natumingka Kecamatan Borbor Kabupaten Toba dengan PT. Toba Pulp Lestari Tbk (TPL), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengusulkan perdamaian dengan cara Restorative Justice diantara kedua belah pihak.

Hal tersebut disampaikan sejumlah Anggota Dewan Komisi A DPRD Sumut, dalam kunjungan kerja ke Desa Natumingka sekaligus menyambangi masyarakat pada Kamis, 3 Juni 2021.

Pendekatan Restorative Justice dalam penyelesaian tindak pidana di tingkat penyidikan, merupakan alternatif dengan mengedepankan pendekatan integral, untuk mencari solusi serta kembali pada pola hubungan baik diantara keduanya.

 

Bacaan Lainnya

“Karena ini konflik sosial, maka kita mengusulkan pada keduanya untuk Restorasive Justice. Keduanya diharapkan duduk bersama, sehingga upaya perdamaian tercipta. Kami juga berharap pasca peristiwa ini tidak ada lagi keributan, yang membuat masyarakat tidak nyaman terkait dengan hal yang tidak nyaman,” ujar Jonius Taripar Hutabarat salah satu anggota Komisi A DPRD Sumut.

Selain itu, sejumlah wakil rakyat ini juga meminta pemerintah dalam hal ini pihak kehutanan dan perusahaan, dapat memberikan keterangan serta informasi yang sebenarnya mengenai wilayah tanah yang diperselisihkan masyarakat.

 

INFO BISNIS

• Tokoh Serikat Pekerja/Buruh Tolak Penutupan TPL

“Kami juga mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Toba, segera membuat regulasi Perda tanah adat, tentunya dengan mekanisme dan hukum yang berlaku khusus kawasan yang masih dalam sengketa, antara masyarakat Natumingka dengan pihak perusahaan,” tegas Jonius Taripar Hutabarat.

Sementara itu, pihak TPL sangat mengapresiasi kinerja sejumlah Anggota Dewan Komisi A DPRD Sumut, yang langsung berkunjung kelokasi yang diperselisihkan. Diperlukan fakta, data yang akurat diantara kedua belah pihak dalam memandang perselisihan ini, sehingga tidak mengedepankan isu dan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.

 



“Mewakili manajemen perusahaan, kami sangat berterimakasih terhadap kunjungan anggota dewan ke lokasi Natumingka. Kami selaku perusahaan selama ini selalu patuh dan tunduk terhadap hukum yang berlaku, dan selalu mengedepankan pendekatan persuasif serta berdialog kepada masyarakat sekitar operasional kerja,” ujar Direktur TPL, Janres Silalahi.

Menurut Janres Silalahi, selama lebih kurang 29 tahun perusahaan beroperasi di wilayah Natumingka, perusahaan mengedepankan program tumpang sari dan kemitraan. “Harapan kami perselisihan dan salah paham ini dapat segera terselesaikan melalui bantuan sejumlah pihak,” kata Janres Silalahi. ***

 




Google Translate


Restorative Justice Peace Solution for Natumingka Dispute | OBROLANBISNIS.com — Responding to disagreements over the customary land claims of the people of Natumingka Village, Borbor District, Toba Regency with PT. Toba Pulp Lestari Tbk (TPL), the Regional People’s Representative Council (DPRD) of North Sumatra Province (Sumut) proposed peace by means of Restorative Justice between the two parties.

This was conveyed by a number of members of the Commission A Council of the North Sumatra DPRD, during a working visit to Natumingka Village as well as visiting the community on Thursday, June 3, 2021.

Restorative Justice approach in the settlement of criminal acts at the investigation level, is an alternative by prioritizing an integral approach, to find solutions and return to the pattern of good relations between the two.

 

“Because this is a social conflict, we propose to both of them for Restorative Justice. Both are expected to sit together, so that peace efforts are created. We also hope that after this incident there will be no more commotion, which makes people uncomfortable related to uncomfortable things,” said Jonius Taripar Hutabarat, a member of Commission A of the North Sumatra DPRD.

In addition, a number of people’s representatives also asked the government, in this case the forestry sector and companies, to provide true information and information regarding the area of ​​land disputed by the community.

“We also propose to the Toba Regency Government to immediately make regulations on customary land regulations, of course with applicable mechanisms and laws specifically for areas that are still in dispute, between the Natumingka community and the company,” said Jonius Taripar Hutabarat.

 



Meanwhile, the TPL greatly appreciates the performance of a number of members of the North Sumatra DPRD Commission A Council, who immediately visited the disputed location. Accurate facts and data are needed between the two parties in viewing this dispute, so as not to put forward issues and information that are not in accordance with reality.

“Representing the company’s management, we are very grateful for the visit of the board members to the Natumingka location. We as a company have always been obedient and submissive to applicable laws, and always put forward a persuasive approach and dialogue with the community around our work operations,” said TPL Director Janres Silalahi

According to Janres Silalahi, for approximately 29 years the company has operated in the Natumingka area, the company has prioritized intercropping and partnership programs. “We hope that this dispute and misunderstanding can be resolved soon through the help of a number of parties,” said Janres Silalahi. ***

 



[OB1]

#TPL #Natumingka #InfoBisnis


Referensi

Sejarah TPL

Daftar Perusahaan Pulp

Tentang Eucalyptus

Manfaat Eucalyptus

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *