BTN Hormati Proses Hukum di Kejaksaan Tinggi Sumut

  • Whatsapp
BTN Hormati Proses Hukum di Kejaksaan Tinggi Sumut

BTN Hormati Proses Hukum di Kejaksaan Tinggi Sumut | OBROLANBISNIS.com — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

BTN juga akan bekerjasama dalam menyelesaikan permasalahan hukum terkait fasilitas kredit atasnama PT Krisna Agung Yudha Adi (PT KAYA) dengan mengutamakan asas praduga tak bersalah.

Dalam pesan elektronik yang diterima, Kamis, 10 Juni 2021, Corporate Secretary Bank BTN Ari Kurniaman menuturkan, PT KAYA mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) sejak 27 Februari 2014, untuk pembangunan proyek Perumahan Takapuna Residence di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan jaminan pokok berupa 93 sertifikat dan bangunan yang berdiri di atas tanah dimaksud.

 

Bacaan Lainnya



Fasilitas KMK dipergunakan untuk pembangunan rumah diproyek perumahan tersebut dan secara proposional hasil penjualannya telah dipergunakan untuk membayar kewajiban kepada Bank BTN.

“Sejumlah unit rumah telah dibangun dan sisa pokok fasilitas pinjaman KMK PT KAYA sudah berkurang lebih dari 50%,” jelas Ari.

 

INFO BISNIS

• BTN Sediakan KPR Murah Bagi Sejuta Karyawan Kontrak dan Outsourcing | Uang Muka Mulai 1 Persen

Dalam proses pembangunan, fasilitas kredit PT KAYA menjadi bermasalah, karena adanya dugaan penggelapan 35 sertifikat pada saat proses pengikatan di kantor notaris, sehingga kolektibilitas kredit PT KAYA menjadi macet sejak 29 Januari 2019.

“Bank BTN telah melaporkan oknum yang melakukan penggelapan ke kepolisian,” ungkap Ari dalam pesan elektroniknya. ***

 

Google Translate

 

BTN Respects the Legal Process at the North Sumatra High Court | OBROLANBISNIS.com — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk respects the legal process currently underway at the North Sumatra High Court.

BTN will also cooperate in resolving legal issues related to credit facilities on behalf of PT Krisna Agung Yudha Adi (PT KAYA) by prioritizing the presumption of innocence.

In an electronic message received on Thursday, June 10, 2021, Bank BTN Corporate Secretary Ari Kurniaman said, PT KAYA received a Working Capital Credit (KMK) facility since February 27, 2014, for the construction of the Takapuna Residence Housing project in Sunggal District, Deli Serdang Regency, Sumatra Province. North (North Sumatra) with principal guarantees in the form of 93 certificates and buildings standing on the said land.

 


The KMK facility is used for the construction of houses in the housing project and proportionally the proceeds of the sale have been used to pay obligations to Bank BTN.

“A number of housing units have been built and the remaining principal of PT KAYA’s KMK loan facility has been reduced by more than 50%,” explained Ari.

 

In the development process, PT KAYA’s credit facility became problematic, due to the alleged embezzlement of 35 certificates during the binding process at the notary’s office, so that PT KAYA’s credit collectibility became stuck since January 29, 2019.

“Bank BTN has reported the person who committed embezzlement to the police,” said Ari in an electronic message. ***

 

[rel/OB1]

#BTN #Perumahan #InfoBisnis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *