Emiten Wajib Gunakan E-IPO

  • Whatsapp
Langganan Premium DigiSaham

Emiten Wajib Gunakan E-IPO | OBROLANBISNIS.com — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan sebanyak 18 perusahaan yang melangsungkan penawaran umum perdana saham (initial public offering) tahun ini wajib menerapkan electronic bookbuilding atau (E-IPO).

Bacaan Lainnya

 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa kebijakan ini sesuai dengan POJK Nomor 41/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, Dan/Atau Sukuk Secara Elektronik.

Dalam aturan ini disebutkan emiten wajib menggunakan Sistem Penawaran Umum Elektronik (E-IPO). Dengan catatan, apabila penawaran umum dilakukan dengan menggunakan jasa penjamin emisi efek.



“Dan efek yang ditawarkan melalui penawaran umum akan dicatatkan pada Bursa Efek. Kewajiban ini berlaku bagi perusahaan yang melakukan pernyataan pendaftaran kepada OJK pada tahun 2021,” ungkap Nyoman, kepada awak media, dikutip Senin, 14 Juni 2021.

Berdasarkan data pipeline saham, sampai dengan 10 Juni 2021, dari 21 perusahaan yang ada di pipeline, terdapat 3 perusahaan yang melakukan pernyataan pendaftaran kepada OJK pada tahun 2020. Sedangkan sisanya sebanyak 18 perusahaan melakukan pernyataan pendaftaran pada tahun 2021.

“Dengan demikian, perusahaan yang telah wajib menggunakan E-IPO berjumlah 18 perusahaan,” ujarnya.


 

INFO BISNIS 

Ada pun informasi yang diinput ke dalam sistem E-IPO, mulai dilakukan perusahaan apabila perusahaan tersebut telah mendapatkan pra efektif dari OJK. Saat ini, sudah sudah ada dua perusahaan yang melakukan bookbuilding di sistem E-IPO, yaitu PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB).

Periode bookbuilding ARCI adalah 31 Mei 2021 sampai 9 Juni 2021. Sementara periode bookbuilding MASB mulai 7 Juni 2021 sampai 15 Juni 2021. Periode book building ARCI telah berakhir pada 9 Juni 2021 dan saat ini sedang menunggu Efektif dari OJK.

Sejak mulai diimplementasikan awal Januari lalu, BEI menilai, sistem E-IPO sudah digunakan oleh satu perusahaan yang menerbitkan saham, yaitu PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ). UNIQ merupakan pilot project yang menggunakan sistem E-IPO namun masih menggunakan peraturan sebelumnya.



Saat ini, kata Nyoman, otoritas bursa masih terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan atas sistem E-IPO, termasuk meningkatkan kapasitas dari sistem E-IPO.

“SRO (self regulatory organization) bersama APEI (Asosiasi Perusahaan EFek Indonesia) dan beberapa penjamin emisi, khususnya yang sedang membantu proses IPO saham, telah melakukan diskusi terkait penyempurnaan sistem E-IPO,” katanya.

Informasi saja, dengan adanya E-IPO ini, diharapkan pooling saham (pembagian jatah saham) termasuk kepada investor ritel menjadi lebih transparan. Aturan ini menjadi mandatori mulai Januari 2021. ***



Google Translate

 

Issuers Must Use E-IPO | OBROLANBISNIS.com — The Indonesia Stock Exchange (IDX) stated that as many as 18 companies holding an initial public offering this year are required to implement electronic bookbuilding or (E-IPO).

IDX’s Director of Corporate Valuation, I Gede Nyoman Yetna, revealed that this policy is in accordance with POJK Number 41/POJK.04/2020 concerning the Implementation of Public Offering Activities of Equity Securities, Debt Securities, and/or Sukuk Electronically.

This rule states that issuers are required to use the Electronic Public Offering System (E-IPO). With a note, if the public offering is carried out using the services of an underwriter.



“And the securities offered through a public offering will be listed on the Stock Exchange. This obligation applies to companies that make registration statements to the OJK in 2021,” said Nyoman, to the media crew, quoted on Monday, June 14, 2021.

Based on stock pipeline data, as of June 10, 2021, of the 21 companies in the pipeline, there are 3 companies that submitted registration statements to the OJK in 2020. While the remaining 18 companies made registration statements in 2021.

“Thus, 18 companies have been required to use the E-IPO,” he said. As for the information that is inputted into the E-IPO system, the company will start doing it if the company has received pre-effectiveness from the OJK.



Currently, there are already two companies that are doing bookbuilding in the E-IPO system, namely PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) and PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB).

The ARCI bookbuilding period is 31 May 2021 to 9 June 2021. Meanwhile, the MASB bookbuilding period is from 7 June 2021 to 15 June 2021. The ARCI book building period has ended on 9 June 2021 and is currently waiting to be effective from the OJK.

Since it was implemented in early January, IDX assesses that the E-IPO system has been used by one company that issues shares, namely PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ). UNIQ is a pilot project that uses the E-IPO system but still uses the previous regulations.



Currently, said Nyoman, the stock exchange authority is still continuing to develop and refine the E-IPO system, including increasing the capacity of the E-IPO system.

“The SRO (self regulatory organization) together with APEI (Association of Indonesian Securities Companies) and several underwriters, especially those who are assisting the stock IPO process, have held discussions regarding the improvement of the E-IPO system,” he said.

Just for information, with this E-IPO, it is hoped that stock pooling (share allotment) including to retail investors will become more transparent. This rule becomes mandatory starting January 2021. ***



[cnbc/OB2]

#Bisnis #Saham #InfoBisnis

 

Referensi 

Bursa Efek Indonesia

Perputaran Uang 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *