Upah Kerja Jepang 1.000 Yen Per Jam | Mulai Oktober Diterapkan

  • Whatsapp

Upah Kerja Jepang 1.000 Yen Per Jam | Mulai Oktober Diterapkan | OBROLANBISNIS.com — Pandemi Covid-19 berpengaruh di semua lini. Tak hanya perdagangan namun semua sektor. Bahkan, negara sekelas Jepang yang notabene ‘penguasa’ industritial dunia, pun nyatanya tengah berpikir keras.

Bacaan Lainnya

 

Pasalnya, menurut Akio Mimura, Presiden Kamar Dagang dan Industri Jepang, banyak perusahaan di berbagai industri, termasuk akomodasi dan makanan dan minuman, berada dalam situasi bisnis yang lebih sulit daripada tahun lalu.

Nah, salah satu langkah untuk menstabilkan kondisi perekonomian negara Matahari Terbit tersebut, yakni dengan melakukan standar kenaikan upah minimum tahun 2021. Dan ini sedang dibahas Dewan Upah Minimum Pusat, sebuah badan penasihat untuk Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, Selasa, 22 Juni 2021.



Memang, Pedoman tersebut memiliki pengaruh besar pada penentuan upah minimum regional (UMR) yang ditetapkan oleh prefektur. Diketahui, bahwa Pada Tahun Anggaran (TA) 2021, fokusnya adalah pada bagaimana menangani epidemi virus corona baru yang sedang berlangsung, dan subkomite di bawah payungnya membahas tingkat tertentu dan menyusun laporan pada akhir Juli 2021.

Level saat ini yang diputuskan pada TA 2020 adalah rata-rata tertimbang nasional 902 yen per jam. Ini mencerminkan memburuknya kinerja perusahaan akibat penyebaran infeksi virus corona baru, kenaikannya hanya 0,1% atau 1 yen dari tahun sebelumnya.

Di Tahun Fiskal (FY) 2016-19 sebelum bencana corona, harga terus naik tajam di kisaran pertengahan 20 yen, yang setara dengan sekitar 3% gaji.


INFO BISNIS

Di sisi lain, pekerja berpendapat bahwa kenaikan upah harus dikaitkan dengan siklus ekonomi yang baik, papar Ketua Serikat Buruh Rikio Kouzu, dan harus kembali meningkat tajam.

Sejuah ini, info diperoleh, pemerintah Jepang telah menetapkan kebijakan sebesar 1.000 yen. Hal itu bukan tanpa alasan, karen sesuai harapan Perdana Menteri Yoshihide Suga, berdasarkan hasil kenaikan harga sebelum bencana Corona.

Pada awal diskusi, Junko Mihara, Wakil Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, mengatakan di dewan, ingin meminta semua pihak untuk berunding sehingga ini akan menjadi langkah pertama menuju realisasi 1.000 yen per jam bagi UMR di Jepang.


Pun demikian, upah minimum baru diharapkan akan diterapkan mulai sekitar 1 Oktober 2021. Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. ***


 

Google Translate 

Japanese Working Wage 1000 Yen Per Hour | Starting October Implemented | OBROLANBISNIS.com — The COVID-19 pandemic has had an impact on all fronts. Not only trade but all sectors. In fact, a country like Japan, which incidentally is the ‘ruler’ of the industrial world, is actually thinking hard.

This is because, according to Akio Mimura, President of the Japanese Chamber of Commerce and Industry, many companies in various industries, including accommodation and food and beverage, are in a more difficult business situation than last year.

Well, one of the steps to stabilize the economic condition of the Rising Sun country is to implement a standard minimum wage increase in 2021. And this is being discussed by the Central Minimum Wage Council, an advisory body to the Minister of Health, Labor and Welfare, Tuesday, June 22, 2021. .



Indeed, the Guidelines have had a major influence on the determination of the regional minimum wages (UMR) set by prefectures. It is known, that In Fiscal Year (FY) 2021, the focus will be on how to deal with the ongoing novel coronavirus epidemic, and the subcommittees under its umbrella discuss a certain degree and compile a report by the end of July 2021.

The current level decided in FY 2020 is the national weighted average of 902 yen per hour. This reflects the company’s deteriorating performance due to the spread of the new coronavirus infection, an increase of only 0.1% or 1 yen from a year earlier.

In Fiscal Year (FY) 2016-19 before the corona disaster, prices continued to rise sharply in the mid-20 yen range, which equates to around 3% of salary.


On the other hand, workers are of the opinion that wage increases should be linked to a good economic cycle, said Trade Union Chairman Rikio Kouzu, and should rise again sharply.

So far, information obtained, the Japanese government has set a policy of 1,000 yen. This is not without reason, because it is in line with Prime Minister Yoshihide Suga’s expectations, based on the results of price increases before the Corona disaster.

At the start of the discussion, Junko Mihara, Deputy Minister of Health, Labor and Welfare, said at the council, he wanted to ask all parties to negotiate so that this would be the first step towards realizing the 1,000 yen per hour minimum wage in Japan.



Even so, the new minimum wage is expected to be implemented starting around October 1, 2021. Meanwhile scholarships (to Japan) and efforts to learn Japanese that are more effective through zoom continue to be carried out for Indonesian citizens actively with the target of studying at school in Japan later. ***



[trb/RED]

#Ekonomi #Covid19 #InfoBisnis

 

Referensi 

UMP Tertinggi di Dunia

UMP di Indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *