Gerakan ‘Tutup TPL’ Jangan Sampai Membawa Bencana

  • Whatsapp
Gerakan 'Tutup TPL' Jangan Sampai Membawa Bencana

Gerakan ‘Tutup TPL’ Jangan Sampai Membawa Bencana | OBROLANBISNIS.com — Isu gerakan ‘Tutup TPL’ jangan sampai membawa bencana bagi masyarakat yang saat ini tengah dihadapkan dengan pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap kesulitan ekonomi yang saat ini menjadi salah satu masalah yang harus sangat diperhatikan sebelum melakukan gerakan maupun membangun isu yang berdampak terhadap masyarakat luas.

Hal itu diungkapkan Turedo Sitindaon menyikapi gencarnya gerakan yang mendesak penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL), Tbk, dalam dialog ‘Menakar Untung-Rugi Berdirinya TPL di Tanah Batak’ yang digelar Eksponen Cipayung Plus, Jumat, 25 Juni 2021, di Medan.

 

Bacaan Lainnya



Dialog ini diikuti oleh kalangan aktivis mahasiswa dan menghadirkan beberapa pembicara termasuk Direksi PT TPL Jandres Silalahi.

Menurut mantan Korda GMNI Sumut ini, menyataan sikap untuk mendesak penutupan TPL merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang diatur dalam konstitusi.

Akan tetapi, pernyataan dan aksi tersebut juga harus dibarengi dengan cara pandang yang proporsional terhadap keberadaan perusahaan bubur kertas tersebut di masa pandemi saat ini.

 

 

INFO BISNIS

• Fatiwanolo Zega: Isu Penutupan TPL Buat Pekerja/Buruh Gelisah

“Kita mendengar, ketika perusahaan-perusahaan besar mulai melakukan pemangkasan jumlah karyawan akibat terkena dampak Covid-19. Namun, dari apa yang disampaikan oleh pihak TPL tadi, hingga saat ini tidak ada merumahkan karyawannya, CSR tetap jalan. Artinya ada juga hal yang harus kita apresiasi dari mereka, jadi harus proporsional kita melihatnya terkhusus mengingat masa pandemi ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Direksi TPL, Jandres Silalahi mengungkapkan, selama 30 tahun beroperasi pihak TPL selalu bekerja sesuai dengan paradigma baru yang mereka bangun yakni membangun kesejahteraan bersama.

Selain memastikan lahan konsesi yang corporate kelola dengan sistem ‘tanam-panen’ tanaman Eucalyptus, tidak merambah kepada wilayah lahan lain, dan TPL juga konsisten menyalurkan dana CSR kepada masyarakat.

 



Kinerja mereka dipantau oleh tim independen sebagaimana tercantum dalam akta 54 dan akta 05 yang berbunyi pelaksanaan paradigma baru TPL diawasi oleh tim independen yang dibentuk dan disetujui oleh Gubernur Sumatera Utara.

“Artinya implementasi dari paradigma baru TPL itu sangat diawasi oleh tim tersebut. Evaluasi atas pengawasan ini akan dilakukan oleh Gubernur melalui Dinas Lingkungan Hidup. Jadi tidak ada kewajiban dari perusahaan yang boleh kami langgar terhadap masyarakat,” sebut Jandres Silalahi. *** 

 





Google Translate


‘Close TPL’ Movement Don’t Bring Disaster | OBROLANBISNIS.com — The issue of the ‘Close TPL’ movement should not bring disaster to people who are currently facing the Covid-19 pandemic.

The Covid-19 pandemic has had an impact on economic difficulties which is currently one of the problems that must be considered before making any movement or building issues that have an impact on the wider community.

This was stated by Turedo Sitindaon in response to the incessant movement that urged the closure of PT Toba Pulp Lestari (TPL), Tbk, in the dialogue ‘Measuring the Profits and Loss of the Establishment of TPL in Batak Land’ held by Exponent Cipayung Plus, Friday, June 25, 2021, in Medan.

 



This dialogue was attended by student activists and presented several speakers including the Director of PT TPL Jandres Silalahi.

According to the former Korda GMNI of North Sumatra, stating that the attitude to urge the closure of the TPL is part of the freedom of expression regulated in the constitution.

However, these statements and actions must also be accompanied by a proportional perspective on the existence of the pulp company during the current pandemic.

 

 



“We hear that when big companies start cutting the number of employees due to the impact of Covid-19. However, from what was conveyed by the TPL, until now there has been no layoff of employees, CSR continues. This means that there are also things that we must appreciate from them, so we must look at it proportionally, especially considering this pandemic period,” he said.

Previously, the Board of Directors of TPL, Jandres Silalahi revealed, during the 30 years of operation the TPL has always worked in accordance with the new paradigm they have built, namely building shared prosperity.

In addition to ensuring that the concession lands that are managed by the company using a ‘planting-harvest’ system for Eucalyptus, do not penetrate into other land areas, TPL also consistently distributes CSR funds to the community.

 



Their performance is monitored by an independent team as stated in deed 54 and deed 05 which states that the implementation of the new TPL paradigm is supervised by an independent team formed and approved by the Governor of North Sumatra.

“This means that the implementation of the new TPL paradigm is closely monitored by the team. Evaluation of this supervision will be carried out by the Governor through the Environmental Service. So there is no obligation from the company that we can violate to the community,” said Jandres Silalahi. ***

 

 


[OB1]

#TPL
#TutupTPL
#Pandemi
#InfoBisnis

 

Referensi

Sejarah TPL

Daftar Perusahaan Pulp

Tentang Eucalyptus

Manfaat Eucalyptus

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *