TPL Tanggapi Tuduhan LSM Soal Pencemaran Lingkungan

  • Whatsapp
Inilah Sederet Penghargaan Yang Diterima TPL dari Pemerintah

TPL Tanggapi Tuduhan LSM Soal Pencemaran Lingkungan |
OBROLANBISNIS.com — PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) menanggapi tuduhan miring yang dilontarkan oleh LSM/NGO mengenai kegiatan operasi perusahaan di wilayah Danau Toba yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Direktur TPL, Jandres Silalahi mengutarakan, perusahaan menjalankan kegiatan operasional secara legal berdasarkan izin yang diperoleh dari pemerintah, yang meliputi izin operasional, izin investasi, dan izin kehutanan.

 

Bacaan Lainnya



Untuk menjamin kegiatan operasional perusahaan tetap comply terhadap koridor sosial dan lingkungan, Toba Pulp Lestari juga menggandeng lembaga independen untuk melakukan audit terhadap aspek lingkungan dan sosial.

“Sebagai perusahaan terbuka yang sahamnya dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, Toba Pulp Lestari menjalankan kegiatan operasional secara professional dan sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku,” kata Jandres.

 

 



Komitmen Terhadap Lingkungan

Toba Pulp Lestari mengambil pendekatan holistik untuk konservasi hutan alam dengan melakukan penilaian Stok Karbon Tinggi (HCS) dan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) pada setiap daerah baru yang ditargetkan untuk pengembangan.

Perusahaan tidak akan melakukan pengembangan terhadap daerah yang masuk kategori HCS dan HCV yang dalam hal ini adalah kawasan hutan lindung.

Dari total gross luas pengelolaan hutan yang mencapai 167.912 hektare, perusahaan hanya mengalokasi sebanyak 70.074 hektare (42%) untuk Tanaman Pokok atau tanaman produksi sementara sisanya seluas 55.316 hektare (33%) dialokasikan untuk Tanaman Kehidupan dan 42,522 (25%) sebagai Kawasan Lindung.

 

INFO BISNIS

• Gerakan ‘Tutup TPL’ Jangan Sampai Membawa Bencana

Meskipun perusahaan telah mengalokasikan 70.074 hektare untuk Tanaman Pokok/tanaman produksi, namun realisasi lahan yang dimanfaatkan hanya mencapai 48.000 hektare. Ini karena di dalam merealisasikan kebutuhan tersebut, Toba Pulp Lestari harus memperhatikan aspek-aspek sosial, topografi, lingkungan serta aspek-aspek sustainability yang telah menjadi komitmen perusahaan, seperti HCV dan HCS.

Komitmen Terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat

Toba Pulp Lestari juga konsisten untuk selalu memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat setempat, yang menjadi lokasi operasional perusahaan.

Bekerjasama dengan pemangku kepentingan setempat baik dengan tokoh masyarakat, pemuda, dan wanita maupun aparat Pemerintah terkait, Toba Pulp Lestari telah berhasil menyelesaikan sejumlah isu sosial yang terkait dengan lahan dengan berpedoman pada Permen LHK nomor 83 tahun 2016 tentang Perhutanan Sosial.

 

 



Dalam hal ini Toba Pulp Lestari berhasil melakukan penyelesaian masalah melalui program kerjasama kemitraan. Dari 10 klaim lahan yang telah didaftarkan di KLHK, Toba Pulp Lestari bersama-sama dengan tokoh Pemerintah dan masyarakat setempat telah berhasil menyelesaikan 9 dari klaim tersebut melalui program kemitraan baik berupa Tanaman Kehidupan maupun Tumpang Sari (intercrop).

Pendekatan kemitraan ini merupakan solusi terbaik karena terbukti memberi manfaat yang berkelanjutan dan pasti, khususnya buat masyarakat, pemerintah setempat maupun Negara.

Selain itu, Toba Pulp Lestari konsisten mengalokasikan dana untuk Community Development (CD)/Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar 1% dari pendapatan bersih. Di mana dana tersebut dialokasikan untuk pendampingan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar perusahaan.

 



Persentase dana CD/CSR tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan perusahaan-perusahaan lain yang biasanya mengalokasikan dari laba bersih. Dana CD/CSR digunakan untuk pendidikan dan budaya, investasi sosial, dan kemitraan.

Dalam rangka kemitraan, upaya yang dilakukan perusahaan adalah melakukan kerja sama kemitraan bisnis dengan masyarakat lokal dan memberikan pelatihan ketrampilan kepada masyarakat dan juga memberikan modal usaha.

Perusahaan juga berhasil meraih tiga Indonesia CSR Award (ICA) tahun 2020 yang diselenggarakan Corporate Forum For Community Development (CFCD) bekerja sama dengan BSN dan Kemenko PMK, ketiganya Platinum Award di bidang Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat program Penciptaan Lapangan Kerja dan Peningkatan Keterampilan serta 2 lagi di bidang Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat program Kesehatan. ***

 





Google Translate


TPL Responds to NGO’s Allegation About Environmental Pollution |
OBROLANBISNIS.com — PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) responded to the slanted accusations made by NGOs/NGOs regarding the company’s operations in the Lake Toba area which have a negative impact on the environment and society.

Director of TPL, Jandres Silalahi said that the company runs operational activities legally based on permits obtained from the government, which include operational permits, investment permits, and forestry permits.

 


To ensure that the company’s operational activities comply with social and environmental corridors, Toba Pulp Lestari also cooperates with independent institutions to conduct audits on environmental and social aspects.

“As a public company whose shares are listed on the Indonesia Stock Exchange, Toba Pulp Lestari carries out operational activities in a professional manner and in accordance with applicable rules and regulations,” said Jandres.

Commitment to the Environment

Toba Pulp Lestari takes a holistic approach to natural forest conservation by conducting a High Carbon Stock (HCS) and High Conservation Value (HCV) assessment of each new area targeted for development.

 



The company will not develop areas that fall into the HCS and HCV categories, which in this case are protected forest areas.

Of the total gross forest management area of ​​167,912 hectares, the company only allocated 70,074 hectares (42%) for staple or production crops while the remaining 55,316 hectares (33%) was allocated for Life Plants and 42,522 (25%) as Protected Areas.

Although the company has allocated 70,074 hectares for staple crops/production plants, the realization of the land used has only reached 48,000 hectares. This is because in realizing these needs, Toba Pulp Lestari must pay attention to social, topographic, environmental and sustainability aspects that have become the company’s commitments, such as HCV and HCS.

 

 



Commitment to Socio-Economic Society

Toba Pulp Lestari is also consistent in always paying attention to the social and economic aspects of the local community, which is the location of the company’s operations.

In collaboration with local stakeholders, both community leaders, youth, and women as well as relevant government officials, Toba Pulp Lestari has succeeded in resolving a number of social issues related to land based on the LHK Ministerial Regulation number 83 of 2016 concerning Social Forestry.

In this case, Toba Pulp Lestari has succeeded in solving problems through a partnership program. Of the 10 land claims that have been registered with the Ministry of Environment and Forestry, Toba Pulp Lestari together with government and local community leaders have successfully resolved 9 of these claims through partnership programs in the form of Plants of Life and Intercrop.

 



This partnership approach is the best solution because it is proven to provide sustainable and definite benefits, especially for the community, local government and the State.

In addition, Toba Pulp Lestari consistently allocates funds for Community Development (CD)/Corporate Social Responsibility (CSR) of 1% of net income. Where the funds are allocated for assistance and economic empowerment of communities around the company.

The percentage of CD/CSR funds is much higher than other companies which usually allocate from net income. CD/CSR funds are used for education and culture, social investment, and partnerships.

In terms of partnership, the company’s efforts are to establish business partnerships with local communities and provide skills training to the community as well as providing business capital.

The company also won three Indonesia CSR Awards (ICA) in 2020 organized by the Corporate Forum For Community Development (CFCD) in collaboration with BSN and the Coordinating Ministry for Human Development and Culture, the three Platinum Awards in the field of Community Involvement and Development, Job Creation and Skills Improvement programs and 2 more in the field of Community Engagement and Health program development. ***

 

 



[OB1]

#TPL
#Lingkungan
#InfoBisnis


Referensi

Sejarah TPL

Daftar Perusahaan Pulp

Tentang Eucalyptus

Manfaat Eucalyptus

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *