Harga IPO Bukalapak Rp 750 – 850/Saham

  • Whatsapp
Langganan Premium DigiSaham

Harga IPO Bukalapak Rp 750 – 850/Saham | OBROLANBISNIS.com — Geliat perdagangan elekronik di Indonesia makin marak. Marketplace ini seolah jadi pilihan di saat pandemi. Bahkan beberapa di antaranya telah masuk ke dalam bursa saham.

Bacaan Lainnya

 

Kali ini adalah PT Bukalapak.com Tbk. Ada pun harga pelaksanaan IPO tersebut ditawarkan dalam rentang Rp 750 – 850 per lembar saham. Pasalnya, PT Bukalapak tengah mengincar dana maksimal hingga US$ 1,5 miliar (Rp 21,9 triliun) dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) saham. Target dana tersebut jauh di atas perkiraan awal berkisar US$ 500-800 juta.

Berdasarkan prospektus, Jumat, 9 Juli 2021, dana IPO Bukalapak akan digunakan untuk modal kerja sebesar 66%. Sedangkan sisanya 34% untuk modal kerja entitas anak, yakni PT Buka Mitra Indonesia dan PT Buka Usaha Indonesia masing-masing 15%. Lalu, PT Buka Investasi Bersama, PT Buka Pengadaan Indonesia, Bukalapak Pte. Ltd. dan PT Five Jack masing-masing 1%.



Bukalapak akan melepas 25.765.504.851 lembar saham biasa atas nama yang seluruhnya saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan, dengan nilai nominal Rp 50. Jumlah itu mewakili 25% saham perseroan yang akan dilepas ke publik.

Masa penawaran awal saham akan dilakukan pada 9-19 Juli 2021. Sementara tanggal efektif pelaksanaan IPO ditargetkan 26 Juli 2021. Selanjutnya, masa penawaran umum dilakukan pada 28-30 Juli 2021. Penjamin pelaksana efek dalam IPO Bukalapak adalah PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas. Sedangkan penjamin emisi efeknya adalah PT UBS Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas.

Melalui, aksi korporasi kali ini, Bukalapak mengalokasikan saham perusahaan kepada karyawannya maksimal 0,1% dari saham yang ditawarkan pada IPO untuk program alokasi saham kepada karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) yaitu sebesar 25.765.505 saham.


INFO BISNIS 

Untuk harga pelaksanaan ESA ditetapkan sama dengan harga penawaran saham ke publik dalam IPO. Selain itu, perseroan akan menerbitkan opsi saham untuk program MESOP sebanyak-banyaknya 4,91% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan IPO ini atau maksimal 5,06 miliar saham.

Terkait kinerja keuangan, Bukalapak mengalami kerugian hingga Rp 1,34 triliun di 2020. Namun dana tersebut turun 51,73% dibanding 2019, yang mencapai Rp 2,79 triliun. Ada pun pendapatan bersih naik 25,55% menjadi sebesar Rp 1,35 triliun dari tahun sebelumnya senilai Rp 1,07 triliun. Sementara kerugian operasional tahun lalu tercatat sebesar Rp 1,83 triliun, turun dibanding 2019 sebesar Rp 2,84 triliun.

Perusahaan juga mencatatkan penurunan beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp 1,51 triliun dari tahun sebelumnya Rp 2,32 triliun. Sedangkan beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,49 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,26 triliun. Liabilitas Bukalapak sebesar Rp 985,82 miliar dan ekuitas Rp 1,60 triliun. Total aset perusahaan meningkat menjadi Rp 2,59 triliun dari sebelumnya Rp 2,05 triliun.


Debut IPO unicorn ini akan mencatat tonggak sejarah baru dalam lanskap bisnis di Indonesia. Selain akan menjadi salah satu listing dengan nilai terbesar selama 1 satu dekade terakhir, juga menjadi yang pertama dari kalangan startup unicorn lokal. ***



Google Translate

Bukalapak IPO Price Rp. 750 – 850/Share | OBROLANBISNIS.com — Electronic trade in Indonesia is getting more and more popular. This marketplace seems to be an option during a pandemic. Some of them have even entered the stock market.

This time it is PT Bukalapak.com Tbk. The IPO implementation price is offered in the range of Rp 750 – 850 per share. This is because PT Bukalapak is eyeing a maximum fund of up to US$ 1.5 billion (Rp 21.9 trillion) from the initial public offering (IPO) of shares. The funding target is far above the initial estimate of US$ 500-800 million.

Based on the prospectus, Friday, July 9, 2021, Bukalapak’s IPO funds will be used for working capital of 66%. While the remaining 34% is for working capital of subsidiaries, namely PT Buka Mitra Indonesia and PT Buka Usaha Indonesia, each with 15%. Then, PT Buka Mutual Investment, PT Buka Procurement Indonesia, Bukalapak Pte. Ltd. and PT Five Jack 1% each.



Bukalapak will issue 25,765,504,851 shares of common stock in the name of all new shares issued from the company portfolio, with a nominal value of Rp 50. This amount represents 25% of the company’s shares that will be released to the public.

The initial offering period of shares will be held on July 9-19 2021. While the effective date of the IPO is targeted for July 26, 2021. Furthermore, the public offering period will be held on July 28-30 2021. The implementing guarantors for the Bukalapak IPO are PT Mandiri Sekuritas and PT Buana Capital Securities. Meanwhile, the underwriters are PT UBS Sekuritas and PT Mirae Asset Sekuritas.

Through this corporate action, Bukalapak allocates company shares to its employees a maximum of 0.1% of the shares offered at the IPO for the Employee Stock Allocation (ESA) program of 25,765,505 shares.



The ESA exercise price is set at the same price as the public offering of shares in the IPO. In addition, the company will issue stock options for the MESOP program as much as 4.91% of the issued and fully paid capital in the company after the implementation of this IPO or a maximum of 5.06 billion shares.

Regarding financial performance, Bukalapak suffered a loss of up to IDR 1.34 trillion in 2020. However, these funds fell 51.73% compared to 2019, which reached IDR 2.79 trillion. Meanwhile, net income increased by 25.55% to Rp 1.35 trillion from the previous year’s Rp. 1.07 trillion. Meanwhile, last year’s operating loss was recorded at Rp 1.83 trillion, down from 2019’s Rp 2.84 trillion.

The company also recorded a decrease in selling and marketing expenses to Rp 1.51 trillion from Rp 2.32 trillion in the previous year. Meanwhile, general and administrative expenses rose to Rp 1.49 trillion from Rp 1.26 trillion the previous year. Bukalapak’s liabilities are Rp 985.82 billion and equity Rp 1.60 trillion. The company’s total assets increased to Rp 2.59 trillion from the previous Rp 2.05 trillion.



This unicorn IPO debut will record a new milestone in the business landscape in Indonesia. In addition to being one of the listings with the largest value over the past decade, it will also be the first among local unicorn startups. ***



[bst/RED] 

#Bukalapak #IPO #InfoBisnis 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *