8 Penyakit Ini Diklaim Kuras Dana BPJS Kesehatan

  • Whatsapp
8 Penyakit Ini Kuras Dana BPJS Kesehatan

8 Penyakit Ini Diklaim Kuras Dana BPJS Kesehatan | OBROLANBISNIS.com — Penyakit jantung masih menduduki urutan pertama yang menyerap Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan di tahun 2020. Totalnya mencapai 11,5 juta kasus dengan anggaran Rp 8,2 triliun lebih.

Bacaan Lainnya

 

Disusul penyakit kanker sebanyak 2,2 juta kasus dengan biaya Rp 3,1 triliun. Penyakit stroke sebanyak 1,7 juta kasus dengan biaya Rp 2,1 triliun. Di posisi keempat ada penyakit gagal ginjal sebanyak 1,6 juta kasus dengan pembiayaan Rp 1,9 triliun.

Kemudian Thalasemia sebanyak 234.888 kasus dengan pembiayaan Rp 524,1 miliar. Selanjutnya, hemophilia sebanyak 74.651 kasus dengan pembiayaan Rp 443,2 miliar. Leukimia dengan jumlah kasus 127.731 dengan pembiayaan Rp 355,1 miliar.



Terakhir ada Cirrhosis Hepatis sebanyak 156.764 kasus menyerap anggaran sebesar Rp 243,5 miliar. Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Jumat, 8 Juli 2021, menyebutkan kondisi keuangan DJS Kesehatan di tahun 2020 juga dilaporkan membaik.

Hal ini tercermin dari aset neto yang mengalami perbaikan signifikan menjadi minus Rp 5,69 triliun, menurun tajam dari tahun 2019 sebesar minus Rp50,99 triliun.

Membaiknya kondisi keuangan Program JKN-KIS di 2020 tidak terlepas dari dampak penyesuaian iuran sesuai dengan amanah Perpres 64 tahun 2020.


INFO BISNIS 

Selain itu, dampak positif dari membaiknya kondisi keuangan DJS ini juga adalah tidak terdapat klaim gagal bayar dan tercatat surplus pada arus kas sebesar Rp 18,74 triliun pada 31 Desember 2020.

Dengan demikian diharapkan tidak ada kekhawatiran dari faskes untuk tetap memberikan layanan yang optimal bagi peserta JKN-KIS.

“Meskipun kondisi keuangan DJS semakin membaik, tapi ingat bahwa ini belum bisa dikategorikan sehat, dan kewajiban BPJS Kesehatan masih besar,” katanya.


Saat ini BPJS Kesehatan, Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait masih harus bekerja keras untuk mencapai batas minimal aset neto adalah 1,5 bulan klaim. ***


Google Translate

These 8 Diseases Drain BPJS Health Funds | OBROLANBISNIS.com — Heart disease still ranks first to absorb the Health Social Security Fund (DJS) in 2020. The total reaches 11.5 million cases with a budget of more than Rp. 8.2 trillion.

Followed by cancer as many as 2.2 million cases at a cost of Rp 3.1 trillion. There were 1.7 million cases of stroke at a cost of Rp 2.1 trillion. In the fourth position, there are 1.6 million cases of kidney failure with a financing of Rp 1.9 trillion.

Then Thalassemia as many as 234,888 cases with a financing of Rp 524.1 billion. Furthermore, there were 74,651 cases of hemophilia with a financing of Rp 443.2 billion. Leukemia with 127,731 cases with financing of Rp 355.1 billion.



Lastly, there is Cirrhosis Hepatis, as many as 156,764 cases, absorbing a budget of Rp. 243.5 billion. BPJS Kesehatan President Director Ali Ghufron Mukti, Friday, July 8, 2021, said that the DJS Health’s financial condition in 2020 was also reported to be improving.

This is reflected in net assets which experienced a significant improvement to minus IDR 5.69 trillion, a sharp decline from 2019 of minus IDR 50.99 trillion.

The improvement in the financial condition of the JKN-KIS Program in 2020 cannot be separated from the impact of the contribution adjustment in accordance with the mandate of Presidential Decree 64 of 2020.



In addition, the positive impact of the improved financial condition of the DJS is that there are no default claims and a surplus in cash flow of Rp 18.74 trillion as of December 31, 2020.

Thus, it is hoped that there will be no worries from the health facilities to continue to provide optimal services for JKN-KIS participants.

“Although DJS’s financial condition is getting better, remember that this cannot be categorized as healthy, and BPJS Kesehatan’s obligations are still large,” he said.



Currently BPJS Kesehatan, the Government and all relevant stakeholders still have to work hard to reach the minimum net asset limit of 1.5 months for claims. ***


 

[dtf/OBRED]

#Kesehatan #BPJS #InfoBisnis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *