Saham Bukalapak Diperdagangkan 19,3 Miliar

  • Whatsapp
Saham Bukalapak Diperdagangkan Rp 19,3 Miliar

Saham Bukalapak Diperdagangkan Rp 19,3 Miliar | OBROLANBISNIS.com — Bukalapak masih mencatatkan rugi sebesar Rp 1,34 triliun pada tahun 2020 lalu. Diprediksi, untuk menutupi kerugian tersebut Bukalapak memperdagangkan sahamnya sebanyak  19,3 miliar dengan penawaran perlembar Rp 750 hingga Rp 850.

Bacaan Lainnya

 

Bahkan, info diperoleh Bukalapak bakal mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus mendatang. CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin pun mengakui keterbatasan sumber dana perusahaan dan mengatakan bakal menggunakan dana segar yang didapatkan dari IPO secara optimal.

Ia pun mengatakan, sebagai perusahaan teknologi Bukalapak ingin tumbuh sehat tanpa melakukan aksi bakar uang.



“Banyak yang bilang peusahaan teknologi kalau mau tumbuh lebih besar harus bakar uang lebih banyak. Tapi cara pikir kami di Bukalapak sedikit berbeda,” ujar Rachmat ketika memberikan keterangan dalam public expose, Jumat, 9 Juli 2021.

Namun demikian, Rachmat belum merinci secara lebih ranjut mengenai rencana perusahaan untuk memperbaiki profitabilitas perusahaan. Ia mengatakan, dari sisi kinerja Bukalapak, perusahaan tersebut mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi hingga tiga kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Pada tahun 2018, total transaksi di e-commerce tersebut tercatat sebesar Rp 28,33 trilliun. Jumlah itu meningkat menjadi Rp 85,08 triliun di tahun 2020.
Sementara dari sisi pendapatan, perusahaan tercatat meningkat cukup signifikan sejak tahun 2018, yakni sebesar Rp 292 miliar menjadi Rp 1,35 triliun di tahun 2020.


INFO BISNIS 

“Jadi dari tahun 2018, pertumbuhan pendapatan perusahaan rata-rata 115 persen per tahun,” ujar Rachmat.

Namun demikian, dari sisi EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization), kinerja Bukalapak masih cukup berdarah-darah meski membaik bila dibanding tahun 2018 lalu.

Pada tahun 2020, EBITDA Bukalapak tercatat minus Rp 1,67 triliun sementara tahun 2019 minus Rp 2,68 triliun. Tahun 2018, EBITDA Bukalapak tercatat minus Rp 2,21 triliun.


“Kami berusaha agar tren terus berlanjut sehingga bisa menguntungkan dan berkelanjutan di masa depan,” jelas Rachmat. ***



Google Translate

Bukalapak Shares Traded at IDR 19.3 Billion | OBROLANBISNIS.com — Bukalapak still recorded a loss of Rp 1.34 trillion in 2020. It is predicted, to cover the loss, Bukalapak traded its shares worth Rp. 19.3 billion with an offer of Rp. 750 to Rp. 850 per share.

In fact, information obtained by Bukalapak will list its shares on the Indonesia Stock Exchange (IDX) on August 6. Bukalapak CEO, Rachmat Kaimuddin also acknowledged the company’s limited sources of funds and said he would use the fresh funds obtained from the IPO optimally.

He also said, as a technology company, Bukalapak wants to grow healthy without burning money.



“Many people say that if they want to grow bigger, they have to burn more money. But our way of thinking at Bukalapak is a little different,” said Rachmat when giving a statement at a public expose, Friday, July 9, 2021.

However, Rachmat has not detailed the company’s plan to improve the company’s profitability. He said, in terms of Bukalapak’s performance, the company recorded a three-fold growth in transaction value in the last three years.

In 2018, the total transaction in e-commerce was recorded at IDR 28.33 trillion. That number increased to Rp 85.08 trillion in 2020. Meanwhile, in terms of revenue, the company has recorded a significant increase since 2018, which amounted to IDR 292 billion to IDR 1.35 trillion in 2020.



“So from 2018, the company’s revenue growth averaged 115 percent per year,” said Rachmat.

However, in terms of EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization), Bukalapak’s performance is still quite bloody despite improving when compared to 2018.

In 2020, Bukalapak’s EBITDA was recorded at minus IDR 1.67 trillion, while in 2019 it was minus IDR 2.68 trillion. In 2018, Bukalapak’s EBITDA was recorded at minus IDR 2.21 trillion.


“We are trying to keep the trend going so that it can be profitable and sustainable in the future,” explained Rachmat. ***



[kmp/RED]

#Bukalapak #Saham #InfoBisnis 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *