Siap-siap! Gaji dan THR Milik PNS Dipotong Imbas Pandemi

  • Whatsapp
Siap-siap! Gaji dan THR Milik PNS Dipotong Imbas Pandemi

Siap-siap! Gaji dan THR Milik PNS Dipotong Imbas Pandemi | OBROLANBISNIS.com — Gawat! Anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) dipotong. Reaksi pun muncul dari sejumlah kalangan.

Bacaan Lainnya

 

Hanya saja, hal itu seolah tak diambil pusing oleh pemerintah. Alasan pemotongan sendiri, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk membantu penanganan Covid-19. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan refocusing anggaran kedua yang dilakukan pemerintah untuk memperkuat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sebelumnya, kebijakan tersebut menuai protes terutama dari ASN. Bahkan, sebagian ASN melakukan penolakan melalui petisi.



“Waktu itu kami diprotes karena mengambil tukin (tunjangan kinerja). Dan nyatanya memang dibutuhkan untuk rakyat kita. Total Rp 12,1 triliun kita ambil dalam rangka Covid-19 ini,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin, 12 Juli 2021.

 

INFO BISNIS 

Ada pun, refocusing pertama sudah dilakukan pada awal tahun 2021, tepatnya di bulan Februari, dimana pemerintah mengalihkan belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp 19,1 triliun dan transfer dana ke daerah serta dana desa (TKDD) sebesar Rp 15 triliun.

Lanjutnya, kini pemerintah berencana melakukan refocusing anggaran yang ketiga untuk mengantisipasi ancaman penyebaran Covid-19 varian Delta.


“Kita sedang mengidentifikasi sekitar mungkin Rp 26 triliun plus another Rp 5 triliun dari TKDD. Kami akan menyelesaikan dalam bulan-bulan ini tentu dengan melihat perkembangan Covid-19,” tandasnya. ***



Google Translate

Getting ready! PNS Salaries and THR Cut due to Pandemic | OBROLANBISNIS.com — It’s terrible! The Holiday Allowance (THR) budget and the salaries of the 13 State Civil Apparatus (ASN) were cut. There were reactions from a number of people.

However, the government does not seem to care about it. The reason for the cut itself, according to Finance Minister Sri Mulyani Indrawati, was to help deal with Covid-19. This step is part of the government’s second budget refocusing policy to strengthen the National Economic Recovery (PEN) program.


Previously, the policy drew protests, especially from ASN. In fact, some ASN rejects through petitions.

“At that time we were protested because we took Tukin (performance allowance). And in fact it is really needed for our people. We take a total of IDR 12.1 trillion in the context of Covid-19,” he said in a working meeting with the DPR RI Budget Agency, Monday, 12 July 2021.

Meanwhile, the first refocusing was carried out in early 2021, to be precise in February, where the government diverted ministry and institutional spending of Rp 19.1 trillion and transfer funds to regions and village funds (TKDD) of Rp 15 trillion.



He continued, the government is now planning to refocus the third budget to anticipate the threat of the spread of the Delta variant of the Covid-19 virus.

“We are currently identifying around maybe Rp 26 trillion plus another Rp 5 trillion from TKDD. We will finish it in these months of course by looking at the development of Covid-19,” he said. ***


 

[mrd/RED]

#Gaji #PandemiCorona #InfoBisnis 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *