Disetujui! Gudang Garam Bagikan 5 Triliun Deviden

  • Whatsapp
Langganan Premium DigiSaham

Disetujui! Gudang Garam Bagikan 5 Triliun Deviden | OBROLANBISNIS.com — PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akan membagikan dividen kepada para pemegang saham perusahaan senilai Rp 2.600 per lembar saham. Total nilai dividen yang dibagikan sebesar Rp 5 triliun dari laba bersih perseroan pada tahun 2020, sebesar Rp 7,64 triliun lebih.

Bacaan Lainnya

 

Pembagian dividen ini telah disetujui pada saat pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 8 Juli 2021.
“Menyetujui penetapan penggunaan sebagian laba perseroan untuk tahun buku 2020, yaitu sebesar Rp 5.002.628.800.000 sebagai dividen sehingga besar yang diterima masing-masing pemegang saham adalah sebesar Rp 2.600 untuk setiap sahamnya,” ujar direksi dalam laporannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 13 Juli 2021.

Namun sebelumnya, ketahui dulu jadwal pembagian dividen biar tidak telat untuk mendapatkannya berdasarkan keterbukaan informasi: Tanggal cum dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 16 Juli 2021 Tanggal ex dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 19 Juli 2021 Tanggal cum dividen di Pasar Tunai: 21 Juli 2021 Tanggal ex dividen di Pasar Tunai: 22 Juli 2021 Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai: 21 Juli 2021, pukul 16.00 Tanggal pembayaran dividen wacananya berlangsung 29 Juli 2021.



Kinerja PT Gudang Garam Tbk (GGRM) cukup memuaskan di kuartal I-2021. Buktinya emiten rokok ini berhasil kerek pendapatannya di periode Januari-Maret 2021 tersebut. Mengutip dari salah satu terbitan, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan GGRM pada kuartal I 2021, tercatat sebesar Rp 29,74 triliun.

Realisasi tersebut tumbuh 9,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 27,26 triliun. Sigaret kretek mesin menjadi kontributor utama pendapatan yang menyumbang Rp 27,16 triliun atau naik 9,69 persen.

Selanjutnya, sigaret kretek tangan sebesar Rp 2,18 trilun, kertas karton sebesar Rp 386,54 miliar, lainnya sebesar Rp 8,28 miliar, dan rokok klobot Rp 5,27 miliar. Kemudian, beban pokok penjualan GGRM pun turut naik 15,77 persen menjadi Rp 25,83 triliun pada akhir Maret 2021. Padahal di periode yang sama tahun 2020, beban pokok penjualan masih Rp 22,31 triliun.


INFO BISNIS

Alhasil laba kotor GGRM periode Januari-Maret 2021 turun 21,05 persen menjadi Rp 3,9 triliun. Pada kuartal I-2020, laba kotor perusahaan tercatat sebesar Rp 4,94 triliun. Baca juga: PT Merck Bagikan Dividen Rp 122 Per Saham Selain itu, Gudang Garam membukukan pendapatan lainnya dengan raihan sebesar Rp 120,53 miliar dari tahun lalu sebesar Rp 77,43 miliar.

Beban usaha dan beban lainnya juga tercatat naik, masing-masing sebesar Rp 1,79 triliun dan Rp 1,04 miliar. Dengan begitu laba usaha GGRM di kuartal I-2021 tercatat sebesar Rp 2,25 triliun atau turun 32,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 3,34 triliun.

Penurunan laba bersih GGRM tertahan dengan penurunan beban bunga yang mana berhasil diturunkan menjadi Rp 29,36 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 167,84 miliar. Kemudian, beban pajak penghasilan juga berhasil turun menjadi Rp 482,83 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 726,66 miliar.


Alhasil, laba bersih GGRM di kuartal pertama tahun ini hanya Rp 1,74 triliun. Realisasi tersebut turun 28,68 persen dibandingkan kuartal I-2020 sebesar Rp 2,44 triliun. Hingga Maret 2021, GGRM mencatat total aset sebesar Rp 79,82 triliun, naik 2,08 persen dari Desember 2020. ***


Google Translate

Approved! Gudang Garam Shares 5 Trillion Dividends | OBOLANBISNIS.com — PT Gudang Garam Tbk (GGRM) will distribute dividends to the company’s shareholders worth Rp 2,600 per share. The total value of dividends distributed is IDR 5 trillion from the company’s net profit in 2020, which is more than IDR 7.64 trillion.

This dividend distribution was approved at the Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) which took place on July 8, 2021.
“Approved the determination of the use of part of the company’s profit for the 2020 financial year, which is Rp. 5,002,628,800,000 as dividends so that the amount received by each shareholder is Rp. 2,600 for each share,” said the directors in their report to the Indonesia Stock Exchange (IDX). ), Tuesday, July 13, 2021.

But beforehand, know the dividend distribution schedule so that it is not too late to get it based on information disclosure: Cum dividend date in the Regular Market and Negotiated Market: 16 July 2021 Ex dividend date in the Regular Market and Negotiated Market: 19 July 2021 Cum dividend date in the Cash Market: 21 July 2021 Ex dividend date in the Cash Market: 22 July 2021 List of Shareholders (DPS) entitled to cash dividends: 21 July 2021, 16.00 The dividend payment date is scheduled for 29 July 2021.



The performance of PT Gudang Garam Tbk (GGRM) was quite satisfactory in the first quarter of 2021. The proof is that this cigarette issuer has succeeded in hoisting its income in the January-March 2021 period. Quoting from one of the publications, based on the company’s financial statements, GGRM’s revenue in the first quarter of 2021 was recorded at Rp 29.74 trillion.

The realization grew 9.09 percent compared to the same period last year of Rp 27.26 trillion. Machine-made kretek cigarettes were the main revenue contributor, which contributed Rp 27.16 trillion, up 9.69 percent.

Furthermore, hand kretek cigarettes amounted to Rp. 2.18 trillion, paperboard amounted to Rp. 386.54 billion, others amounted to Rp. 8.28 billion, and klobot cigarettes Rp. 5.27 billion. Then, GGRM’s cost of goods sold also increased 15.77 percent to Rp. 25.83 trillion at the end of March 2021. Even though in the same period in 2020, the cost of goods sold was still Rp. 22.31 trillion.



As a result, GGRM’s gross profit for the January-March 2021 period fell 21.05 percent to Rp 3.9 trillion. In the first quarter of 2020, the company’s gross profit was recorded at Rp 4.94 trillion. Also read: PT Merck Distributes Dividends of Rp 122 Per Share In addition, Gudang Garam posted other income with Rp 120.53 billion from last year’s Rp 77.43 billion.

Operating expenses and other expenses also increased by Rp 1.79 trillion and Rp 1.04 billion, respectively. Thus, GGRM’s operating profit in the first quarter of 2021 was recorded at Rp. 2.25 trillion, down 32.63 percent compared to the same period last year, which was Rp. 3.34 trillion.

The decline in GGRM’s net profit was restrained by a decrease in interest expense which was successfully reduced to Rp 29.36 billion from the previous year of Rp 167.84 billion. Then, the income tax expense also managed to drop to Rp 482.83 billion from the previous Rp 726.66 billion.



As a result, GGRM’s net profit in the first quarter of this year was only Rp 1.74 trillion. This realization decreased by 28.68 percent compared to the first quarter of 2020 of Rp 2.44 trillion. As of March 2021, GGRM recorded total assets of Rp 79.82 trillion, up 2.08 percent from December 2020. ***



[kmp/RED]

#Deviden #Rokok #InfoBisnis 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *