‘Bom Atom’ PPKM Darurat Mengancam PHK Besar-besaran

  • Whatsapp
'Bom Atom' PPKM Darurat Mengancam PHK Besar-besaran

Bom Atom’ PPKM Darurat Mengancam PHK Besar-besaran | OBROLANBISNIS.com — Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menghantui buruh dan pekerja di tanah air. Prediksi ancaman PHK bakal terjadi sejak diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pemerintah mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Bahkan, dikabarkan pemerintah akan memperpanjang masa PPKM Darurat untuk mengantasipasi perluasan pernyebaran wabah Covid-19 hingga bulan Agustus 2021. Oleh pemerintah regulasi PPKM Darurat tersebut berlaku untuk Jawa dan Bali. Namun PPKM Darurat yang direstui Presiden Joko Widado (Jokowi), juga dirasakan di berbagai pelosok nusantara.

Kebijakan PPKM Darurat Covid-19 semacam ‘bom atom’ yang melumpuhkan perekonomian Indonesia. Tak hanya perekonomian yang mandek, juga akan mengancam gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pekerja dan buruh secara besar-besaran di berbagai daerah. 

 

Bacaan Lainnya



“PPKM Darurat telah melumpuhkan perekonomian di berbagai sektor. PKKM Darurat itu ditakutkan juga akan berpengaruh terhadap PHK secara besar-besaran. Karena perusahaan yang tak beraktivitas di masa PPKM Darurat ini akan ‘merumahkan’ buruh dan pekerjanya,” ungkap Sekretaris Wilayah Dewan Pengurus Pusat Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Sekwil DPP K.SBSI), Arsula Gultom SH mengomentari PPKM Darurat.

Kondisi saat ini, kata Arsula kepada awak media, sangat menakutkan seiring dengan terus meluasnya wabah Covid-19 di tanah air. “PPKM Darurat telah menimbulkan polemik di berbagai daerah. Kondisi saat ini tidak dapat dipastikan dan sangat riskan,” beber Arsula.

 

INFO BISNIS

• PPKM Darurat | Bansos Hingga Diskon Listrik Diberikan Pemerintah

Menurut aktivis buruh dan pekerja ini, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat telah membuat kalangan pekerja dan buruh resah. “Di kalangan K.SBSI sendiri topik PPKM Darurat menjadi pembahasan yang hangat. Karena PPKM ini menyangkut masa depan dan kelangsungan hidup orang banyak terkhusus bagi pekerja/buruh,” ucap Arsula.

K.SBSI menilai, penerapan PPKM Darurat yang berkepanjangan tidak akan tepat sasaran, untuk memperkecil penyebaran Covid-19 di Indonesia. Malahan akan membuat polemik sosial di tengah masyarakat dan melumpuhkan roda perekonomian bangsa.

Arsula berharap, pemerintah mengkaji ulang dan mengevaluasi penerapan PPKM Darurat yang berlaku hingga 20 Juli. “Jika PPKM Darurat banyak menuai polemik dan menyengsarakan masyarakat lebih baik dikaji dan dievaluasi. Jangan dipaksakan,” sebut putra daerah Sumatera Utara ini. ***

 



Google Translate


Emergency PPKM ‘Atomic Bom’ Threatens Massive Layoffs | OBROLANBISNIS.com — The wave of layoffs haunts workers and workers in the country. The prediction of the threat of layoffs will occur since the Government enforces the Emergency Community Activity Restrictions (PPKM) from July 3 to July 20, 2021.

In fact, it is reported that the government will extend the Emergency PPKM period to anticipate the expansion of the spread of the Covid-19 outbreak until August 2021. By the government, the Emergency PPKM regulation applies to Java and Bali. However, the Emergency PPKM, which was sanctioned by President Joko Widado (Jokowi), was also felt in various corners of the archipelago.

The Covid-19 Emergency PPKM policy was a kind of ‘atomic bom’ that paralyzed the Indonesian economy. Not only the economy stagnates, it will also threaten a wave of layoffs for workers and laborers on a large scale in various regions. 

 


“Emergency PPKM has paralyzed the economy in various sectors. It is feared that Emergency PKKM will also affect layoffs on a large scale. Because companies that are not active during this Emergency PPKM will ‘lay off’ workers and workers,” said the Regional Secretary of the Confederation’s Central Executive Board. The Indonesian Prosperous Labor Union (Sekwil DPP K.SBSI), Arsula Gultom SH commented on Emergency PPKM.

The current condition, said Arsula to the media crew, is very scary as the Covid-19 outbreak continues to spread in the country. “Emergency PPKM has caused polemics in various regions. The current condition is uncertain and very risky,” Arsula explained.

According to this labor and worker activist, the imposition of restrictions on community activities has made workers and laborers nervous. “In the K.SBSI circles, the topic of Emergency PPKM has become a hot discussion. Because PPKM concerns the future and the survival of many people, especially for workers/laborers,” said Arsula.

 



K.SBSI assessed that the prolonged implementation of Emergency PPKM would not be right on target, to minimize the spread of Covid-19 in Indonesia. In fact, it will create social polemics in the community and paralyze the nation’s economy.

Arsula hopes that the government will review and evaluate the implementation of the Emergency PPKM which is valid until July 20. “If the Emergency PPKM reaps a lot of polemics and makes people miserable, it is better to study and evaluate it. Don’t force it,” said the son of the North Sumatra region. ***

 



[OB1]

#PPKM
#PHK
#InfoBisnis

 
Referensi
 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *