Tanda Tangan Elektronik Solusi Untuk Adopsi Proses Digitalisasi Bisnis

  • Whatsapp
aftech indonesia

Tanda Tangan Elektronik Solusi Untuk Adopsi Proses Digitalisasi Bisnis | OBROLANBISNIS.com — Pandemi COVID-19 telah mengubah pola kehidupan masyarakat dan menggiring semua pihak untuk memanfaatkan teknologi digital. Migrasi operasional dari konvensional ke digital menjadi konsep sekaligus terobosan baru dunia bisnis dalam berinteraksi dan bertransaksi, khususnya dalam memutus rantai penyebaran virus COVID-19.

Bacaan Lainnya

 

Salah satu infrastruktur penting bagi adopsi inovasi digital adalah tanda tangan elektronik, khususnya dalam memenuhi otentikasi dokumen penting. Menurut, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 11 tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama memenuhi persyaratan.

Namun demikian merancang produk tanda tangan elektronik menjadi tantangan penting bagi penyedia tanda tangan elektronik. Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) secara berkala menyelenggarakan Fintech Talk sebagai platform untuk meningkatkan edukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat.

Yakni mengenai perkembangan inovasi digital dan perannya dalam mempercepat akses dan penggunaan inklusi keuangan, termasuk infrastruktur penting bagi industri fintech seperti tanda tangan elektronik. Saat membuka Fintech Talk bertemakan “The Key Role of Digital Signature Innovation and Services in Supporting Digital Economy Ecosystem” yang digelar secara virtual, Sekretaris Jenderal Kementerian Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo), Mira Tayyiba mengatakan, ada urgensi yang semakin besar untuk membangun dan menumbuhkan kepercayaan di lingkungan digital.

Untuk itu, Kementerian Kominfo telah meresmikan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang sekaligus bertujuan meminimalkan pemalsuan dokumen di Indonesia. Ia juga menambahkan pemerintah, pelaku bisnis, dan para konsumen serta nasabah tentunya harus dapat merasa aman dan terlindungi saat melakukan transaksi dan aktivitas online.



Tanda tangan elektronik adalah faktor pendukung utama untuk membangun kepercayaan dalam bertransaksi secara digital. Berbeda dengan tanda tangan basah yang dibubuhkan langsung secara fisik, tanda tangan elektronik memungkinkan seseorang atau entitas bisnis membuktikan identitas resmi dan memberi persetujuan terhadap suatu dokumen yang dipertukarkan secara online.

“Di saat adopsi layanan keuangan digital (termasuk fintech) meningkat akibat pandemi, sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terhadap produk dan layanan fintech, serta membangun kesadaran akan perlindungan data. Dibutuhkan koordinasi dan sinergi berbagai pihak dalam mengembangkan layanan keuangan digital yang andal, aman dan terpercaya,” terang Wakil Sekretaris Jenderal AFTECH, Dickie Widjaja, Kamis, 22 Juli 2021.

AFTECH sebagai wadah pelaku industri fintech di Indonesia, terus mendorong anggota untuk meningkatkan kemudahan akses dan keamanan terhadap layanan keuangan melalui inovasi teknologi, termasuk lewat tanda tangan elektronik. AFTECH juga berkomitmen untuk terus meningkatkan edukasi konsumen serta mengedepankan perlindungan konsumen.

CEO PT Indonesia Digital Identity (VIDA), Sati Rasuanto menambahkan, low touch economy menjadi konsep sekaligus terobosan baru bagi dunia bisnis yang mengarah pada ‘minim sentuhan’ atau ‘bebas sentuhan’ dalam berinteraksi dan bertransaksi. Tanda tangan elektronik yang aman merupakan metode yang paling efektif dan mudah diimplementasikan untuk memberikan akuntabilitas pada transaksi elektronik.

“Penggunaannya sebagai wujud perwakilan identitas tersertifikasi secara digital yang sah dan validitasnya terjamin baik untuk individu maupun perusahaan,” ungkap Sati Rasuanto.

VIDA sebagai salah satu penyelenggara elektronik bersertifikasi di Indonesia memiliki peran sebagai trusted layer dalam memverifikasi data pelanggan/nasabah fintech. Tanda tangan elektronik yang aman dan terjamin menjadi solusi dan mengikat secara hukum.


Verifikasi data terhadap pelanggan/nasabah fintech juga memanfaatkan sistem verifikasi biometrik berdasarkan data kependudukan dan liveness detection. Sistem ini memungkinkan terjadinya verifikasi identitas yang instan dan akurat yang mendukung kecepatan dan keamanan dari layanan keuangan digital.

INFO BISNIS 

Lebih lanjut Sati menjelaskan, VIDA berkomitmen mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi digital melalui kemitraan dengan pemerintah maupun pelaku industri lainnya. Hal ini merupakan bagian dari penguatan dan transformasi digital termasuk di sektor UMKM, serta sejalan dalam mewujudkan ekosistem identitas secara digital di Indonesia yang semakin terintegrasi.

VIDA telah tersertifikasi ISO 27001 dan terdaftar sebagai penyelenggara sertifikat elektronik (PSrE) di Kementerian Kominfo. Sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang terdaftar dalam Adobe Approved Trust List (AATL), VIDA mendapatkan sertifikasi Webtrust (sertifikasi keamanan internet yang diakui secara global). Verifikasi identitas VIDA salah satu yang terbaik di dunia yang masuk dalam rangking teratas di National Institute of Standards and Technology (NIST).

Managing Director Adobe Southeast Asia, Simon Dale mengatakan, Adobe Approved Trust List (AATL) adalah program yang memungkinkan jutaan pengguna di seluruh dunia untuk membuat tanda tangan elektronik yang terpercaya setiap kali dokumen yang ditandatangani dibuka pada perangkat lunak Adobe Acrobat atau Reader.


Kemitraan kami dengan VIDA memberikan kenyamanan dan jaminan yang lebih besar bagi perusahaan di Indonesia saat menerapkan tanda tangan elektronik untuk meningkatkan pengalaman digital mereka. Pada tahun lalu, Adobe memproses lebih dari 8 miliar transaksi tanda tangan elektronik dan digital melalui Adobe Document Cloud. Hal ini memperlihatkan meningkatnya kebutuhan akan interaksi nirkertas dalam ekonomi digital, begitu pula permintaan akan keamanan, keaslian, dan integritas dokumen.

Di era transformasi digital, penggunaan tanda tangan elektronik adalah solusi untuk adopsi Proses Digitalisasi Bisnis. Pemanfaatan 100% digitalisasi dapat membantu dalam peningkatan keuntungan dan kepuasan pelanggan. Efisiensi, Otomatisasi dan Integrasi dengan sistem berjalan dinilai mampu mengurangi keterlambatan dan menghilangkan proses manual guna mempercepat akselerasi bisnis dalam mendapatkan persetujuan (Approval), Tanda Tangan Elektronik dapat bekerja di device apa saja dan dimana saja.

“Teknologi Tanda Tangan Elektronik Adobe merupakan teknologi yang memiliki banyak keunggulan dari segi keamanan dan kecepatan dalam bertransaksi, sehingga penggunaannya tidak terbatas pada jenis industri, pemerintahan hingga bisnis kecil dan menengah, seperti perbankan menggunakan tanda tangan elektronik sebagai salah satu cara peningkatan mutu layanan,” jelas Direktur Techpac Indo Informatika, Thomas Lo.

Adopsi teknologi digital yang kuat juga harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital dan landasan hukum yang baik. Tanda tangan elektronik merupakan enkripsi dari konten digital dan sertifikat digital untuk menjamin identitas, integritas, nirsangkal dokumen digital dan transaksi elektronik, dianggap tepat untuk menjadi salah satu identitas secara digital di Internet.

Sekretaris Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Satriyo Wibowo yang turut hadir sebagai narasumber mengatakan untuk sertifikat elektronik, pihaknya telah memiliki tata kelola sertifikat elektronik berbasis infrastruktur kunci publik (public key infrastructure) yang mengatur RootCA dan industri PSrE/CA (Penyelenggara Sertifikat Elektronik/Certificate Authority) yang menjadi dasar identitas digital yang berlaku di Indonesia.

INFO BISNIS 

“Meski pun begitu, kita masih harus imbangi dengan UU yang melindungi perlindungan data pribadi dan keamanan siber sehingga keamanan negara dan masyarakat di dunia siber dapat lebih terjamin,” bebernya.

Inovasi dan teknologi yang ditawarkan oleh penyelenggara tanda tangan elektronik tersertifikasi di Indonesia, termasuk VIDA diharapkan dapat mendukung transformasi digital, terutama dari sisi keamanan dan privasi informasi dengan memanfaatkan identitas tersertifikasi secara digital yang aman dan terpercaya. ***


Google Translate

 

Electronic Signature Solution for Business Digitization Process Adoption | OBROLANBISNIS.com — The COVID-19 pandemic has changed the pattern of people’s lives and led all parties to take advantage of digital technology. Operational migration from conventional to digital has become a concept as well as a new breakthrough in the business world in interacting and transacting, especially in breaking the chain of spreading the COVID-19 virus.

One of the important infrastructures for the adoption of digital innovation is electronic signatures, especially in fulfilling important document authentication. According to Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions Article 11, electronic signatures have legal force and legal consequences as long as they meet the requirements.

However, designing e-signature products is an important challenge for e-signature providers. The Indonesian Fintech Association (AFTECH) regularly organizes Fintech Talks as a platform to improve education and provide information to the public.

Namely regarding the development of digital innovation and its role in accelerating access and use of financial inclusion, including important infrastructure for the fintech industry such as electronic signatures. When opening the Fintech Talk with the theme “The Key Role of Digital Signature Innovation and Services in Supporting Digital Economy Ecosystem” which was held virtually, the Secretary General of the Ministry of Communication and Information of the Republic of Indonesia (Kominfo), Mira Tayyiba said, there is a greater urgency to build and foster trust in the digital environment.

To that end, the Ministry of Communication and Informatics has inaugurated the Electronic Certification Operator (PSrE) and Electronic Signature (TTE) which simultaneously aims to minimize document falsification in Indonesia. He also added that the government, business people, and consumers and customers must be able to feel safe and protected when conducting transactions and online activities.

Electronic signatures are the main supporting factor for building trust in digital transactions. In contrast to a wet signature that is affixed directly physically, an electronic signature allows a person or business entity to prove legal identity and give approval to a document that is exchanged online.

“At a time when the adoption of digital financial services (including fintech) is increasing due to the pandemic, it is very important for the public to increase their understanding of fintech products and services, as well as build awareness of data protection. It takes coordination and synergy of various parties in developing reliable, safe and reliable digital financial services,” said Deputy Secretary General of AFTECH, Dickie Widjaja, Thursday, July 22, 2021.


AFTECH as a forum for fintech industry players in Indonesia, continues to encourage members to improve the ease of access and security of financial services through technological innovation, including through electronic signatures. AFTECH is also committed to continuously improving consumer education and prioritizing consumer protection.

CEO of PT Indonesia Digital Identity (VIDA), Sati Rasuanto added, the low touch economy is a concept as well as a new breakthrough for the business world that leads to ‘less touch’ or ‘free touch’ in interacting and transacting. Secure electronic signatures are the most effective and easy to implement method to provide accountability for electronic transactions.

“Its use is a form of digitally certified identity representation that is legal and its validity is guaranteed for both individuals and companies,” said Sati Rasuanto.

VIDA as one of the certified electronic providers in Indonesia has a role as a trusted layer in verifying fintech customer/customer data. A safe and secure electronic signature is a solution and is legally binding.

Verification of data on fintech customers/customers also utilizes a biometric verification system based on population data and liveness detection. This system enables instant and accurate identity verification that supports the speed and security of digital financial services.

Furthermore, Sati explained, VIDA is committed to supporting the growth of the digital economy ecosystem through partnerships with the government and other industry players. This is part of strengthening and digital transformation, including in the MSME sector, and is in line with realizing an increasingly integrated digital identity ecosystem in Indonesia.

VIDA has been certified to ISO 27001 and is registered as an electronic certificate provider (PSrE) at the Ministry of Communication and Informatics. As the first company in Indonesia to be listed on the Adobe Approved Trust List (AATL), VIDA is awarded the Webtrust certification (globally recognized internet security certification). VIDA identity verification is one of the best in the world ranked at the top of the National Institute of Standards and Technology (NIST).

Adobe Southeast Asia Managing Director, Simon Dale said, “The Adobe Approved Trust List (AATL) is a program that enables millions of users worldwide to create a trusted electronic signature every time a signed document is opened in Adobe Acrobat or Reader software.



Our partnership with VIDA provides companies in Indonesia with greater convenience and assurance when implementing electronic signatures to enhance their digital experience. In the past year, Adobe processed more than 8 billion electronic and digital signature transactions through the Adobe Document Cloud. This reflects the growing need for paperless interactions in the digital economy, as well as the demand for document security, authenticity and integrity.

In the era of digital transformation, the use of electronic signatures is a solution for the adoption of the Business Digitization Process. Utilizing 100% digitization can help in increasing profits and customer satisfaction. Efficiency, Automation and Integration with the current system are considered capable of reducing delays and eliminating manual processes to accelerate business acceleration in obtaining approval (Approval), Electronic Signatures can work on any device and anywhere.

“Adobe’s Electronic Signature Technology is a technology that has many advantages in terms of security and speed in transactions, so its use is not limited to the type of industry, government to small and medium businesses, such as banking using electronic signatures as a way to improve service quality,” explained Director of Techpac Indo Informatics, Thomas Lo.

The adoption of strong digital technology must also be balanced with digital literacy skills and a good legal basis. Electronic signatures are encryption of digital content and digital certificates to ensure the identity, integrity, undeniability of digital documents and electronic transactions, considered appropriate to be one of the digital identities on the Internet.

Secretary of the Indonesia Cyber ​​Security Forum (ICSF), Satriyo Wibowo, who was also present as a resource person, said that for electronic certificates, his party already has a public key infrastructure-based electronic certificate management that regulates RootCA and the PSrE/CA industry (Electronic Certificate Provider/ Certificate Authority) which is the basis of digital identity applicable in Indonesia.



“Even so, we still have to balance it with laws that protect personal data protection and cyber security so that the security of the state and society in the cyber world can be more guaranteed,” he explained.

Innovations and technology offered by certified electronic signature providers in Indonesia, including VIDA, are expected to support digital transformation, especially in terms of information security and privacy by utilizing a digitally certified identity that is safe and reliable. ***



[ril/RED]

#Fintech #Aftech #InfoBisnis 

 

Referensi

Digitalisasi UMKM 

Prediksi Aftech

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *