Rahudman Harahap Bantu Sembako Bagi Masyarakat Terdampak PPKM

  • Whatsapp
Rahudman Harahap Bantu Sembako Bagi Masyarakat Terdampak PPKM

Rahudman Harahap Bantu Sembako Bagi Masyarakat Terdampak PPKM | OBROLANBISNIS.com — Tokoh masyarakat, Rahudman Harahap membagikan sembako kepada masyarakat Kota Medan yang terdampak PPKM, selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada 23 dan 24 Juli.

Ada beberapa titik penyerahan sembako, seperti ke Persatuan Tuna Netra Indonesia, penarik becak di Jalan Sutrisno Medan, dan masyarakat di sekitar Masjid Ikhlas di Jalan Pasar I Tanah 600 Marelan.

Pemberian sembako ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Rasa haru sangat terasa saat Rahudman Harahap mengunjungi Persatuan Tuna Netra Indonesia di Jalan Sampul, Medan pada Jumat, 23 Juli kemarin. Suara mantan orang nomor satu di Kota Medan ini terdengar lirih saat menyampaikan pesan kepada para penyandang disabilitas ini.

 

Bacaan Lainnya



“Saya mohon doanya, agar saya dapat membantu saudara semua. Saya bersyukur karena dapat membantu saudara dan orang lainnya,” ujarnya dengan suara lirih.

Dijelaskan Rahudman Harahap, kehadirannya ke Pertuni karena dirinya mendapat informasi bahwa mereka belum mendapatkan bantuan. Sementara, anggota Pertuni memiliki keterbatasan, sehingga sulit bagi mereka untuk beraktivitas karena berbagai peraturan.

Kehadiran Rahudman Harahap ke Pertuni sangat berkesan bagi para anggota di tempat ini. Selain karena jarangnya menerima kunjungan pejabat, bantuan untuk para penyandang disabilitas inipun bisa dikatakan dapat dihitung dengan jari. Padahal, para anggota di Pertuni ini sangat berdampak karena adanya kebijakan PPKM.

 

INFO BISNIS

• Niat Rahudman Harahap Berkurban Yakin Perintah Allah Untuk Berbagi

Usai Rahudman Harahap memperkenalkan diri, beberapa anggota Pertuni langsung berkata “Bapak mantan Walikota itu ya?,”

Pertanyaan ini menghasilkan senyuman di bibir Rahudman Harahap. Salah satu anggota di Pertuni, Ibram mengatakan bahwa dirinya biasanya berjualan di pinggir jalan. Tetapi, karena adanya PPKM yang memadamkan lampu jalan, sehingga dirinya tidak terlihat sama sekali.

“Saya tidak tahu bahwa tempat saya berdiri ternyata tidak ada penerangan. Saya berjualan kerupuk dari siang hingga tengah malam, yang laku hanya 2 kerupuk,” ujarnya.

 



Hal senada juga diungkapkan Ketua Bidang Kesejahteraan pada Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Medan, Irfan Nasib mengatakan, di tahun ini pihaknya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Tahun ini, belum ada sama sekali. Kalau dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum ada. Tahun lalu juga tidak ada. Yang ada (tahun lalu) hanya dari para para dermawan saja,” kata Irfan Nasib.

Irfan mengaku, pihaknya saat ini sangat membutuhkan bantuan. Karena kegiatan usaha yang selama ini mereka jalani, nyaris terhenti akibat PPKM. Sebelumnya sebagian anggota mereka melakoni pekerjaan sebagai pengamen, tukang pijat dan pedagang.

 

INFO BISNIS

• Curhat Penyapu Jalan ke Mantan Walikota Medan Rahudman Harahap

“Mengamen masih ada, tapi karena PPKM hasilnya sedikit. Yang pijat malah hampir tak ada pelanggan. Hanya pelanggan lama yang sudah kenal saja yang meminta jasa kita. Itu pun berapalah hasilnya. Kan enggak setiap minggu mereka dipijat,” ucapnya.

Irfan yang mengaku memperoleh penghasilan dari berjualan kerupuk Palembang juga terkena dampak dari PPKM Darurat. Penjualan kerupuknya turun drastis sehingga sebagian modal yang dimiliki habis untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Untuk memenuhi kebutuhan mereka selama PPKM, kata Irfan, mereka telah mengajukan bantuan pada pemerintah. Baik untuk program bantuan sosial, program keluarga harapan maupun bantuan langsung tunai.

 



“Tapi dari 400 anggota kita yang mengajukan, tak banyak yang dapat. Kuotanya pun terus dikurangi. Mungkin sekarang tinggal 30 persen saja. Itu pun beberapa teman-teman ada yang mengaku mendapati rekeningnya kosong,” ujarnya.

Usai menyerahkan bantuan ke Pertuni, mobil dari tokoh masyarakat ini menuju ke Jalan Sutrisno Medan. Menghindari kerumunan, Rahudman Harahap hanya ke luar sebentar dari mobil untuk menyerahkan paket sembako untuk para penarik becak.

Pada Sabtu, 24 Juli, Rahudman Harahap membagikan sembako untuk warga sekitar Masjid Ikhlas di Jalan Pasar 1 Medan Marelan. Adapun pemilihan wilayah ini karena penerimaan masyarakat saat pembangunan masjid, dan Rahudman Harahap sendiri memberikan bantuan dana secara pribadi untuk pembangunan masjid tersebut.

 

INFO BISNIS

• Temu Kangen Mantan ‘Penguasa’ Kota Medan | Canda Tawa Hingga Membahas Pengalaman di Birokrasi

“Saya membantu. Dan saat pembangunan, masyarakat saling membantu sehingga pembangunan masjid Ikhlas ini cepat terealisasi,” ungkapnya.

Rahudman Harahap menegaskan, pemberian sembako ini sebagai bukti kepeduliannya pada sesama. Baginya, membantu sesama yang memang membutuhkan akan terasa lebih nikmat.

“Saya berharap, akan banyak yang mencontoh dengan kegiatan ini. Sehingga, pemberian bantuan untuk mereka yang terkena dampak PPKM akan semakin banyak dan merata,” ungkapnya.

Adapun paket sembako yang diberikan berupa beras, minyak makan, gula, teh, dan lainnya. ***

 

Google Translate

 

Rahudman Harahap Bantu Sembako Bagi Masyarakat Terdampak PPKM1

Rahudman Harahap Assists with Basic Food for Communities Affected by PPKM | OBROLANBISNIS.com — Community leader, Rahudman Harahap distributed basic necessities to the people of Medan City who were affected by PPKM, for two consecutive days, on July 23 and 24 to be exact.

There are several food delivery points, such as to the Indonesian Blind Association, rickshaw pullers on Jalan Sutrisno Medan, and the community around the Ikhlas Mosque on Jalan Pasar I Tanah 600 Marelan.

The provision of basic needs is aimed at easing the burden on the community affected by PPKM (Enforcement of Restrictions on Community Activities).

The emotion was felt when Rahudman Harahap visited the Indonesian Blind Association on Jalan Sampul, Medan on Friday, July 23 yesterday. The voice of the former number one person in the city of Medan sounded low when conveying a message to people with disabilities.

 

 


“I ask for your prayers, so that I can help all of you. I am grateful for being able to help relatives and others,” he said in a low voice.

Rahudman Harahap explained that he came to Pertuni because he was informed that they had not received any assistance. Meanwhile, Pertuni members have limitations, making it difficult for them to carry out their activities due to various regulations.

The presence of Rahudman Harahap to Pertuni was very memorable for the members in this place. Apart from receiving visits from officials infrequently, assistance for people with disabilities can be said to be counted on the fingers. In fact, the members of Pertuni are very impactful because of the PPKM policy.

 

After Rahudman Harahap introduced themselves, several members of Pertuni immediately said, “Mr. former Mayor, right?,”

This question brought a smile to Rahudman Harahap’s lips. One of the members of Pertuni, Ibram, said that he usually sells on the side of the road. However, because of the PPKM who turned off the street lights, he was not seen at all.

“I didn’t know that where I was standing there was no lighting. I sell crackers from noon to midnight, only 2 crackers sell,” he said.

 

 


The Head of the Welfare Division at the Indonesian Blind Association (Pertuni) Medan City, Irfan Nasib, said that this year his party had not received any assistance from the government.

“This year, there is none at all. The Medan City Government (Pemko) does not yet exist. Last year there was also none. There (last year) only came from benefactors,” said Irfan Nasib.

Irfan admitted that his party is currently in dire need of help. Because the business activities that they have been carrying out so far, have almost stopped due to PPKM. Previously, some of their members worked as buskers, masseurs and traders.

 

“Singing still exists, but because of PPKM the results are few. There are almost no customers for massage. Only old customers who already know ask for our services. That’s how much the results are. Not every week they are massaged,” he said.

Irfan, who claimed to earn income from selling Palembang crackers, was also affected by the Emergency PPKM. Sales of crackers fell drastically so that part of their capital was used up to buy daily necessities.

To meet their needs during PPKM, said Irfan, they have applied for assistance to the government. Both for social assistance programs, hopeful family programs and direct cash assistance.

 

 


“But of our 400 members who applied, not many got it. The quota continues to be reduced. Maybe now it’s only 30 percent. Even then, some of my friends claim to have found their accounts empty,” he said.

After handing over the aid to Pertuni, the car from this community leader headed to Jalan Sutrisno Medan. Avoiding the crowds, Rahudman Harahap only briefly stepped out of the car to hand over the basic food packages to the rickshaw drivers.

On Saturday, July 24, Rahudman Harahap distributed basic necessities to residents around the Ikhlas Mosque on Jalan Pasar 1 Medan Marelan. The selection of this area was due to public acceptance during the construction of the mosque, and Rahudman Harahap himself provided financial assistance personally for the construction of the mosque.

 

“I help. And during construction, the community helped each other so that the construction of the Ikhlas mosque was quickly realized,” he said.

Rahudman Harahap emphasized that the provision of basic food items was a proof of his concern for others. For him, helping others who really need it will feel more enjoyable.

“I hope that many will follow the example of this activity. Thus, the provision of assistance to those affected by PPKM will be more and more evenly distributed,” he said.

The food packages provided are rice, cooking oil, sugar, tea, and others. ***

 



[rel/OB1]

#RahudmanHarahap
#PPKM
#InfoBisnis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *