Pemula Diimbau Hindari Kesalahan Umum Dalam Berbisnis

  • Whatsapp
Pemula Diimbau Hindari Kesalahan Umum Berbisnis

Pemula Diimbau Hindari Kesalahan Umum Dalam Berbisnis | OBROLANBISNIS.com — Genap sudah satu tahun, ShopeePay Talk, sebuah platform diskusi interaktif bulanan yang diinisiasi oleh ShopeePay untuk membahas berbagai topik ringan, trendy dan insightful, telah hadir menemani perjalanan pelaku bisnis tanah air dengan menggandeng berbagai narasumber inspiratif dari beragam industri bisnis.

Bacaan Lainnya

 

Memahami kesulitan membangun bisnis terutama bagi para pebisnis baru, ShopeePay Talk membahasnya mengangkat tema Pasang Surut Pebisnis Pemula. Ansari Kadir, CMO PT Harapan Bangsa Kita dan Co-Founder Sang Pisang & Ternakopi, Anton Hermawan Sugondo, Founder dan Owner Panama Sandals, dan Raymond Chin, CEO & Co-Founder Ternak Uang, turut berbagi kisah pasang surut bisnis mereka serta strategi merancang manajemen risiko untuk meminimalisir kegagalan dalam berbisnis.

Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay mengungkapkan, sejalan dengan upaya Shopee Pay untuk mendukung berbagai bisnis di Indonesia bertumbuh bersama, pihaknya memahami bahwa tak sedikit pelaku bisnis yang mengalami kegagalan terutama di masa-masa awal merintis usahanya.



“Meski pun kegagalan bisnis tak terelakkan, kami ingin mendorong para pebisnis pemula untuk mencoba meminimalisir kegagalan tersebut dengan mengkaji kembali kesalahan umum dalam berbisnis dan merancang strategi untuk mengantisipasinya,” ujarnya, Kamis, 16 September 2021.

Diakui, usaha untuk mencapai kesuksesan berbisnis memang bukanlah hal yang mudah. Jam terbang dalam menjalani bisnis terkadang juga tidak dapat menjadi sebuah jaminan kesuksesan. Para pebisnis dengan jam terbang tinggi sekali pun tidak bisa luput dari situasi pasang surut maupun risiko kegagalan berbisnis.

Belajar dari kesalahan para pebisnis lainnya adalah salah satu upaya efektif yang dapat dilakukan para pebisnis pemula agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam bisnis mereka. Beberapa kesalahan umum dalam berbisnis yang dapat dihindari, seperti “Ingin meraih kesuksesan secara instan”. Tidak ada kesuksesan yang dapat terjadi dalam waktu satu malam. Membangun kesuksesan bisnis membutuhkan waktu yang panjang dan juga proses yang berliku.

Banyak pebisnis yang ingin meraih kesuksesan secara instan dengan mencoba menempuh berbagai jalan pintas, sehingga tak jarang jika mereka akhirnya menjadi tidak fokus lagi pada tujuan awal mereka membangun bisnis.


 

INFO BISNIS 

Ansari Kadir, CMO PT Harapan Bangsa Kita dan Co-Founder Sang Pisang & Ternakopi menuturkan, di masa-masa awal berbisnis, dirinya ingin cepat meraih keuntungan dengan mendirikan beberapa usaha. Imbasnya, Ansari Kadir tidak berfokus pada satu bisnis sehingga tidak ada yang berhasil.

“Pengalaman tersebut akhirnya mengajarkan saya mengenai pentingnya fokus untuk mengembangkan sebuah bisnis terlebih dahulu dan tidak terburu-buru melakukan ekspansi atau membuat bisnis baru. Fokus dan menjadi hebat itu bukan datang dari orang lain, tapi dari diri sendiri. Jadi selalu hargai setiap proses, tetap fokus dan konsisten dalam menjalankan komitmen serta melakukan eksekusi dengan baik. Niscaya, kita dapat membangun pondasi bisnis yang lebih kuat dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang,” pesannya.

Selain itu pebisnis pemuda hanya sekadar ikut-ikutan tren semata, bukan menjawab kebutuhan. Tren memang menarik perhatian pasar, namun keberadaannya hanya bertahan sesaat karena perubahannya yang sangat dinamis. Membangun bisnis yang hanya sekadar berlandaskan mengikuti tren terkini umumnya sulit berkembang bahkan dapat gulung tikar saat tren tersebut sudah meredup.

Anton Hermawan Sugondo, Founder dan Owner Panama Sandals menambahkan, bisnis kentang goreng Belgia yang didirikan sebelum membangun Panama Sandals menjadi sebuah contoh nyata bahwa bisnis karena tren semata sulit untuk berkembang.



“Berangkat dari kisah tersebut, saya belajar bahwa mendirikan bisnis memerlukan riset pasar yang matang sebagai landasan untuk lebih mengenal target pasar yang ingin kita sasar dan memberikan solusi yang dapat menjawab kebutuhan pasar. Ketimbang menjadikan tren sebagai dasar utama dalam berbisnis, pebisnis dapat menggunakan tren yang ada untuk melakukan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman,” tukasnya.

Di Panama Sandals sendiri, dirinya berusaha memaksimalkan tren pemanfaatan digital dalam kehidupan sehari-hari terutama di tengah pandemi dengan menyediakan pembayaran digital seperti ShopeePay.

Nah, tak kalah penting bagi pebisnis pemula yakni kurang kesiapan menghadapi risiko bisnis. Terlepas dari semua persiapan yang matang dalam membangun bisnis, seorang pebisnis tidak akan dapat terhindar dari risiko berbisnis.

Berani memulai bisnis berarti harus siap mengantisipasi dan menghadapi berbagai risiko bisnis yang siap menerjang dengan strategi manajemen risiko. Namun faktanya, banyak pebisnis yang terkadang hanya memandang manajemen risiko sebelah mata.

“Salah satu faktor utama yang membuat beberapa bisnis saya sebelumnya gagal adalah kurangnya persiapan strategi manajemen risiko. Saya hanya berpikir bahwa saat mulai bisnis pasti bisa sukses, padahal ada risiko kegagalan yang tidak bisa saya hindari. Itulah mengapa para pebisnis pemula harus menyiapkan strategi menghadapi risiko bisnis yang ada di depan mereka dengan menyiapkan perencanaan bisnis,” tambahnya.



INFO BISNIS 

Para pebisnis bisa membuat perencanaan bisnis yang sederhana tapi solid dengan fokus pada tiga hal utama yaitu produk, pemasaran, dan operasional. “Fokus menentukan unique selling points dari produk atau jasa bisnis, tentukan saluran pemasaran yang tepat dan buat strategi mulai dari cara menjaga operasional bisnis hingga menghadapi kegagalan bisnis. Perencanaan bisnis inilah yang juga menjadi dasar yang saya terapkan dalam mengembangkan Ternak Uang bersama dua rekan saya lainnya,“ tutup Raymond Chin, CEO & Co-Founder Ternak Uang. ***



Google Translate

Beginners are advised to avoid common mistakes in business | OBROLANBISNIS.com — It’s been one year, ShopeePay Talk, a monthly interactive discussion platform initiated by ShopeePay to discuss various light, trendy and insightful topics, has come to accompany the journey of Indonesian business people by collaborating with various inspirational speakers from various business industries.

Understanding the difficulties of building a business, especially for new businessmen, ShopeePay Talk discussed it with the theme of Ups and Downs for Beginner Businessmen. Ansari Kadir, CMO of PT Harapan Bangsa Kita and Co-Founder of Sang Pisang & Ternakopi, Anton Hermawan Sugondo, Founder and Owner of Panama Sandals, and Raymond Chin, CEO & Co-Founder of Ternak Uang, shared their stories of ups and downs in their business and strategies for designing management risks to minimize failure in business.

Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay said, in line with Shopee Pay’s efforts to support various businesses in Indonesia to grow together, his party understands that not a few business people have failed, especially in the early days of starting their business.

“Although business failures are inevitable, we want to encourage novice businessmen to try to minimize these failures by reviewing common mistakes in business and designing strategies to anticipate them,” he said, Thursday, September 16, 2021.



Admittedly, trying to achieve business success is not an easy thing. Flying hours in running a business sometimes also cannot be a guarantee of success. Even businessmen with high flying hours cannot escape the ups and downs and the risk of business failure.

Learning from the mistakes of other business people is one of the most effective ways that novice businessmen can do so that they don’t repeat the same mistakes in their business. Some common mistakes in business that can be avoided, such as “Want to achieve instant success”. No success can happen overnight. Building a successful business takes a long time and also a tortuous process.

Many business people who want to achieve instant success by trying to take various shortcuts, so it is not uncommon if they end up not focusing on their original goal of building a business.

Ansari Kadir, CMO of PT Harapan Bangsa Kita and Co-Founder of Sang Pisang & Ternakopi said, in the early days of doing business, he wanted to quickly gain profits by establishing several businesses. As a result, Ansari Kadir did not focus on one business so nothing was successful.
“That experience finally taught me about the importance of focusing on developing a business first and not rushing to expand or create a new business. Focus and being great doesn’t come from other people, but from yourself. So always respect every process, keep it up. focus and be consistent in carrying out commitments and carry out well executions. Surely, we can build a stronger business foundation and can survive in the long term, “he messaged.

In addition, youth businessmen are just following trends, not responding to needs. Trends do attract market attention, but their existence only lasts for a moment because of their very dynamic changes. Building a business that is only based on following the latest trends is generally difficult to develop and can even go out of business when the trend has faded.


Anton Hermawan Sugondo, Founder and Owner of Panama Sandals added, the Belgian French fries business which was founded before building Panama Sandals is a real example that a business due to trends alone is difficult to develop.

“Based on that story, I learned that setting up a business requires thorough market research as a basis for getting to know the target market we want to target and providing solutions that can answer market needs. Instead of making trends as the main basis for doing business, business people can use trends that exist to innovate according to the times,” he said.

At Panama Sandals itself, he tries to maximize the trend of using digital in everyday life, especially in the midst of a pandemic by providing digital payments such as ShopeePay.

Well, no less important for novice businessmen is the lack of readiness to face business risks. Apart from all the careful preparations in building a business, a businessman will not be able to avoid the risks of doing business.

Dare to start a business means to be ready to anticipate and face various business risks that are ready to hit with a risk management strategy. But the fact is, many business people sometimes only look at risk management with one eye.

“One of the main factors that made several of my previous businesses fail was the lack of preparation of a risk management strategy. I just thought that when I started a business I would definitely be successful, even though there was a risk of failure that I couldn’t avoid. That is why novice businessmen must prepare a strategy to deal with the business risks that are in front of them by preparing a business plan,” he added.



Business people can make a simple but solid business plan with a focus on three main things, namely product, marketing, and operations. “The focus is on determining the unique selling points of business products or services, determining the right marketing channels and making strategies ranging from how to maintain business operations to dealing with business failures. This business plan is also the basis that I apply in developing Money Livestock with my two other colleagues. ,“ concluded Raymond Chin, CEO & Co-Founder of Money Livestock.***



[ril/RED]

#ShopeepayTalk

#Bisnis

#InfoBisnis 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *