‘Obat’ Sehat Ala Manulife di Masa Pandemi

  • Whatsapp
36 Tahun Beroperasi | Manulife Semakin Matang Melayani Keluarga Indonesia

‘Obat’ Sehat Ala Manulife di Masa Pandemi | OBROLANBISNIS.com — Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mengguncang belahan dunia. Penyakit virus corona pertama mewabah di Kota Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, Tiongkok. Telah banyak jatuh korban jiwa manusia dari berbagai penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia, ikut terserang pandemi.

Data terkini yang diperoleh hingga 6 Oktober 2010, sebanyak 4.223.094 jiwa terkonfirmasi positif COVID-19. Sebanyak 4.223.094 jiwa dinyatakan sembuh dan 142.413 meninggal dunia. Dan ada sekitar 28.381 jiwa penduduk Indonesia masih dalam perawatan intensif.

Pasca Pandemi COVID-19, menyadarkan kita pentingnya menjaga kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mengeluarkan pendoman dan protokol kesehatan untuk menghadapi virus corona. Pedoman itu dinamakan Protokol Kesehatan 5M, yakni 1. Mencuci Tangan; 2. Memakai Masker; 3. Menjaga Jarak; 4. Menjauhi Kerumunan; dan 5. Mengurangi Mobilitas.

Tak hanya menjaga, kesehatan perlu juga diproteksi dalam jangka panjang. Solusinya adalah menerapkan perlindungan kesehatan dalam skema asuransi. Salah satu asuransi yang kini tampak peduli terhadap penyakit mendunia COVID-19 adalah PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia).

President dan CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland menyebutkan, kesehatan nasabah adalah prioritas bagi Manulife. “Bagi nasabah yang ingin mengunjungi kami secara langsung, mereka dapat mengunjungi pusat layanan nasabah kami di area nusantara di mana kami telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” sebut Ryan Charland.

Bacaan Lainnya

Sehubungan dengan merebaknya COVID-19, Manulife Indonesia berupaya untuk terus memberikan perlindungan serta memastikan para nasabah memiliki ketenangan pikiran atau peace of mind.

Manulife Indonesia telah meluncurkan berbagai perlindungan, antara lain, perlindungan kesehatan langsung, tanpa masa tunggu ketika terdiagnosa dengan COVID-19, sesuai dengan syarat dan ketentuan polis asuransi kesehatan nasabah.

Manulife Indonesia mengalokasikan dana sebesar Rp 10 miliar untuk total keseluruhan pertanggungan guna memberikan cakupan tambahan COVID-19. Program ini berlangsung hingga 31 Mei 2020.

‘Obat’ Sehat Ala Manulife

Pandemi membuat banyak perubahan pada kehidupan masyarakat, terutama di bidang finansial. Situasi saat ini harus dapat kita hadapi dengan ‘obat’ yang tepat untuk menjaga finansial tetap sehat.

Berikut ini 7 ‘obat’ ala Manulife Indonesia yang mencakup:

1. Miliki Dana Darurat Sebelum Berinvestasi

Investasi adalah cara terbaik untuk meningkatkan dana sekaligus menyiapkan tabungan masa depan. Akan tetapi, tidak semua investasi mampu memberikan dana instan ketika dalam keadaan darurat. Pandemi yang terjadi menuntut adanya dana liquid demi menghindari kebangkrutan finansial. Di sinilah pentingnya dana darurat. 

2. Tekan Penggunaan Kredit

Ada orang yang menghabiskan 50% penghasilannya hanya untuk membayar kredit. Bayangkan jika orang tersebut mengalami pemutusan kerja saat ini, bagaimana ia bisa membayar utang kredit tersebut? COVID-19 menyadarkan kita bahwa meskipun kita dapat mengambil kredit, tidak berarti kita harus menggunakannya untuk alasan finansial. Berbagai pihak menyarankan bahwa utang kredit tidak boleh lebih dari 20%-30% dari pendapatan bulanan bersih. Semakin rendah utang kredit, semakin baik bagi masa depan.

3. Pentingnya Punya Asuransi Kesehatan

COVID-19 menyebabkan penyakit pernapasan akut, yang membutuhkan perawatan medis tingkat tinggi. Jangka waktu pengobatan biasanya berjalan selama beberapa minggu, belum lagi dengan serangkaian tes untuk mendeteksi keberadaan virus. Karena itu, selalu pertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan swasta untuk kondisi finansial yang lebih aman. Salah satunya, seperti produk Asuransi Kesehatan MiUltimate HealthCare dari Manulife Indonesia. Selain memberikan manfaat dasar perawatan rumah sakit, Anda juga bisa mendapatkan manfaat tambahan pilihan rawat jalan, rawat gigi, hingga manfaat tambahan melahirkan.

4. Atur Kembali Pengeluaran

Manulife Asia Care Survey pada November 2020 lalu menunjukkan data kekhawatiran yang dirasakan 40% responden di Indonesia terhadap kemungkinan menurunnya kesejahteraan akibat COVID-19. Fakta ini seyogyanya menyadarkan kita untuk mengerem gaya hidup. Bukan soal sedikit atau banyaknya uang yang kita miliki, melainkan bagaimana kita menggunakannya. Cobalah untuk mereduksi pengeluaran gaya hidup hingga 20%.

5. Buat Anggaran Pribadi

Anggaran pribadi adalah kunci finansial yang sehat. Ini akan memberikan wawasan tentang biaya tetap, biaya variabel, dan lainnya. Dengan adanya anggaran, kita bisa memprediksi keuangan di masa depan. Misalnya, kita bisa menilai secara cermat apakah mampu menerima tawaran kredit dari bank atau tidak.

6. Diversifikasi Portofolio Investasi

Selama krisis finansial, ketika satu industri terkena dampak, yang lain biasanya naik. Misalnya saja, virus Corona telah mengerem laju moda transportasi, sehingga permintaan minyak turun drastis. Sebaliknya, pasar emas terus melonjak, yang membuat banyak investor berlindung pada minyak hitam ini. Ini hanyalah sedikit contoh bagaimana kondisi yang sama bisa memberikan dampak yang berbeda pada sektor yang berbeda. Jadi, sangat penting untuk mendistribusikan dana Anda ke berbagai instrumen investasi, seperti saham, komoditas, logam, dan lainnya.

7. Pikirkan Sumber Pendapatan Kedua

Untuk menjaga agar pundi pendapatan terus mengalir, pekerjaan sampingan dapat membantu Anda mempertahankan laju finansial Anda. Seiring dengan perubahan permintaan, orang dengan lebih dari satu pekerjaan dapat bertahan hidup lebih baik daripada mereka yang memiliki satu pendapatan tetap.

Manulife Optimalkan Layanan Nasabah di Era Pandemi

Alasan Harus Punya Asuransi Kesehatan

Kesehatan adalah hal yang penting bagi setiap manusia, sehingga proteksinya juga menjadi amat penting. Manfaat asuransi kesehatan pun telah dirasakan oleh banyak orang, khususnya dalam meminimalisir dampak finansial akibat risiko penyakit di masa depan.

Asuransi Kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat pada umumnya ialah yang dapat memberikan mereka ketenangan pikiran serta melengkapi kenyamanan hidup dengan biaya yang terjangkau. Belum lagi dengan fakta bahwa biaya kesehatan di Indonesia mengalami peningkatan tahun ke tahun.

Survei 2020 Global Medical Trends Survey Report yang dirilis firma Willis Tower Watson menyatakan, gross medical inflation atau biaya kesehatan di Indonesia tahun 2019 naik hampir 10% dari tahun sebelumnya. Sementara tahun ini, biaya kesehatan diprediksi akan meroket lagi hingga 11%. Peningkatan ini disinyalir bakal lebih tinggi dibanding rata-rata biaya kesehatan di negara Asia Pasifik yang menyentuh level 7%.

Berikut ini 5 alasan mengapa Anda harus memiliki Asuransi Kesehatan:

1. Akses ke Banyak Rumah Sakit

Karena telah hadir di Indonesia lebih dulu, perusahaan asuransi swasta telah banyak bekerja sama dengan rumah sakit rekanan yang kompeten dan siap melayani calon pasien. Dengan jaringan rumah sakit yang tersebar dan bervariasi, Anda dapat memilih rumah sakit sesuai keinginan. Misalnya, kita dapat mencari lokasi rumah sakit yang dekat dengan tempat tinggal atau menemukan rumah sakit dimana dokter langganan melakukan praktik.

2. Proses yang Mudah

Dengan jaringan rumah sakit banyak, asuransi kesehatan menawarkan layanan prosedural yang lebih mudah bagi pemegang polis ketika berada di rumah sakit. Misalnya, sebagian jenis penyakit tidak memerlukan sistem rujukan yang mengharuskan pasien membawa surat rekomendasi dari dokter
spesialis. Hal ini tentu saja mempercepat proses perawatan.

Artinya, Anda bisa kapan saja mengunjungi faskes, baik klinik maupun rumah sakit selama mereka bekerjasama dengan asuransi Anda. Bahkan kita dapat memilih dokter yang diinginkan. Hal inilah yang mendasari banyak orang mengapa mereka memilih asuransi kesehatan pribadi sebagai proteksi kesehatannya.

3. Hemat Waktu

Antrian panjang adalah menjadi hal yang dihindari ketika kita sedang sakit. Namun apa daya, seringkali, kita harus rela menunggu berjam-jam. Ini akan terasa merepotkan jika Anda datang untuk menemani orang yang lanjut usia atau anak kecil. Terlebih, kuota pasien rawat inap pun terbatas. Kondisi demikian akan menuntut kita untuk bolak-balik ke rumah sakit demi mengecek ketersediaan ruangan rawat inap. Dengan memiliki asuransi kesehatan pribadi, kita dapat memiliki alur yang lebih singkat sehingga tertangani secara cepat, dan menghemat waktu serta tenaga.

4. Nikmati Fasilitas Cashless

Dengan perlindungan kesehatan, kita tidak perlu membawa uang tunai selama ke rumah sakit, apalagi jika tiba-tiba harus masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Jika asuransi kesehatan kamu memiliki fitur cashless atau non-tunai, kamu hanya perlu menunjukan kartu asuransi di loket rumah sakit. Salah satu asuransi yang memiliki fitur Cashless adalah Manulife Indonesia. Dengan fitur ini, Manulife akan membantu menanggulangi biaya pasien apabila ada risiko sakit, sehingga finansial Anda dapat tetap terlindungi.

5. Santunan Tunai

Manfaat lain yang ditawarkan asuransi swasta adalah adanya santunan tunai yang diberikan selama pasien dirawat di rumah sakit. Santunan ini bermanfaat bagi keluarga pasien yang setiap harinya menunggu di rumah sakit, sebagai pengganti biaya transportasi atau biaya inap keluarga.

Mission Solusi 3 In 1

Lima alasan di atas membuktikan bahwa asuransi kesehatan memberikan kenyamanan yang lebih. Dengan asuransi swasta, Anda tidak perlu menunggu lama untuk dapat pelayanan, bisa memilih rumah sakit dan dokter spesialis, hingga memilih kamar perawatan yang lebih menarik. Karena itu, Anda perlu jeli memilih asuransi yang memberikan manfaat.

Nah, salah satu perusahaan asuransi yang komitmen melayani kesehatan masyarakat Indonesia adalah Manulife Indonesia, menawarkan solusi investasi kesehatan pasca pandemi. MiSmart Insurance Solution atau yang disebut MISSION, diperkenalkan Manulife Indonesia, sebagai produk investasi jangka panjang guna memenuhi tujuan finansial, sehingga dapat melengkapi kenyamanan hidup di berbagai tahapan kehidupan.

MISSION menyasar berbagai kalangan terutama milenial, dengan dilengkapi pilihan premi sesuai kebutuhan mulai dari Rp4.000.000/USD400 per tahun. Produk ini juga dilengkapi dengan manfaat loyalitas yang akan dibayarkan sesuai dengan ketentuan polis, yaitu sebesar 50% di Akhir Tahun Polis ke-10 dan 700% di Akhir Tahun Polis ke-25.

MISSION dilengkapi dengan asuransi tambahan berupa solusi 3 in 1 yakni perlindungan jiwa, investasi dan solusi perlindungan kesehatan, yang terdiri dari beragam keunggulan, yaitu perlindungan tambahan untuk kesehatan (MiSHC) yang memberikan penggantian biaya medical sesuai tagihan. Bahkan, manfaat tahunan tambahan untuk 4 penyakit khusus seperti Kanker, Serangan Jantung, Gagal Ginjal, dan Transplantasi Organ.

Terdapat manfaat tambahan lain berupa perlindungan terhadap Manfaat penyakit kritis (MiSCC) dan Manfaat Pembebasan Premi Dasar (MiSWP) Manulife semakin berkomitmen melindungi nasabah di seluruh Indonesia. ***

#Manulife
#Asuransi
#InfoBisnis

[Penulis adalah Haslan Madli Tambunan]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *