Oknum Penyerobot Tanah dan Pelaku Pemukulan Larang Polisi Masuk Lokasi Puncak Laut Tawar

  • Whatsapp
Oknum Penyerobot Tanah dan Pelaku Pemukulan Larang Polisi Masuk Lokasi Puncak Laut Tawar

Oknum Penyerobot Tanah dan Pelaku Pemukulan Larang Polisi Masuk Lokasi Puncak Laut Tawar | OBROLANBISNIS.com — Sikap arogan AM, oknum diduga penyerobot lahan wisata Puncak Laut Tawar terbilang kebal hukum. Sikap itu ditunjukan bukan hanya kepada warga, tapi juga kepada anggota Polri yang menyambangi lokasi.

Saat itu, polisi dari Polsek Saribudolok mendatangi lokasi Puncak Laut Tawar di Dusun Hoppoan Desa Sinar Naga Mariah Simalungun untuk melakukan olah TKP kasus pemukulan penjaga kantin Vetty Bangun oleh AM Cs.

Namun, AM malahan tidak beritikad baik menerima kedatangan aparat hukum, bahkan sempat terlibat adu mulut dan menyuruh polisi untuk angkat kaki dari tanahnya.

“Apa polisi datang, urusan apa, ini tanahku. Tidak ada yang bisa masuk sembarangan tanpa izin,” kata AM kepada aparat polisi.

 

Bacaan Lainnya



Polisi kemudian menjelaskan maksud kedatangan untuk melakukan olah TKP dan menindaklanjuti kasus pemukulan yang terjadi lokasi Puncak Laut Tawar, namun AM tidak terima.

“Ini jelas-jelas tanahku, buktinya sejak ku pasang plank ini tidak ada yang berani datang. Semua orang ku tunggu di lapangan, kalau memang ada suratnya, datang lah bawa kemari. Setiap hari ku tunggui orang datang bawa surat.
Ngak ada urusan kalian kemari. Pulanglah Kalian. Ini jelas-jelas tanah PT kami,” katanya.

Warga yang bekerja di lahan tersebut, Avensius Girsang menyatakan, tanah puncak itu tidak ada pernah terjadi jual beli termasuk sewa-menyewa dengan PT SPS.

Bahkan, kata dia, PT SPS sudah pernah ditegur oleh pihak Kecamatan dan Kepala Desa melalui surat resmi, namun tetap diabaikan.

PT SPS malah mempromosikan daerah itu dengan nama baru dan gencar melakukan pembangunan. Mereka juga mempromokan tanah di lokasi untuk dibangun villa.

 

 

INFO BISNIS

• Es Teler 77 Bagikan Tiga Kunci Sukses Tiga Dekade Bertahan

Sebelumnya, AM telah dilaporkan oleh pemilik tanah Puncak Laut Tawar, Karya Bhakti atas dugaan penyerobotan lahan, 6 Oktober 2021.

Dalam laporan yang bernomor surat STPL/178/X/2021/SPKT/RES SIMALUNGUN/POLDA SUMUT tertanggal 6 Oktober 2021 itu, Karya Bhakti melaporkan oknum yang berinisial AM tersebut atas peristiwa pelanggaran pidana UU No 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 385 yang terjadi pada tanggal 14 September 2021 di Dusun Hapoan Naga Meriah, Kabupaten Simalungun.

Sementara pada Senin, 11 Oktober 2021, AM juga telah dilaporkan ke Polsek Saribudolok atas dugaan penganiayaan yang dilakukan kepada penjaga kantin Vetty Bangun.

Dalam laporan bernomor STPL-KB/28/X/2021/SPKT/POLSEK SARIBUDOLOK/POLRES SIMALUNGUN/POLDA SUMUT tertanggal 11 Oktober 2021 itu Vetty melaporkan JM alias AM atas penganiayaan yang dialaminya pada Sabtu 2 Oktober pukul 07.45. Akibat penganiayaan itu Vetty menderita beberapa luka pada tubuhnya. ***

 

Google Translate

 

Land Grabbers and Perpetrators of Beatings Prohibit Police From Entering Puncak Laut Tawar Location | OBROLANBISNIS.com — AM’s arrogance, the person suspected of stealing the Puncak Laut Tawar tourist land, is above the law. This attitude was shown not only to residents, but also to members of the Police who visited the location.

At that time, the police from the Saribudolok Sector Police visited the Puncak Laut Tawar location in the Hoppoan Hamlet, Sinar Naga Village, Mariah Simalungun to conduct a crime scene investigation of the beating of the canteen guard Vetty Bangun by AM Cs.

However, AM did not have good intentions in accepting the arrival of the law enforcement officers, and even got involved in an argument and ordered the police to leave his land.

“Did the police come, what business, this is my land. No one can enter haphazardly without permission,” AM said to the police.

 

 


The police then explained the purpose of their visit to investigate the crime scene and follow up on the beatings that occurred at the Puncak Laut Tawar location, but AM did not accept it.

“This is clearly my land, the proof is that since I installed this plank no one has dared to come. I wait for everyone in the field, if there is a letter, come and bring it here. Every day I wait for people to come with a letter. You have nothing to do here. Come home you guys. This is clearly our PT land,” he said.

A resident who works on the land, Avensius Girsang, stated that there was no sale and purchase, including leasing, with PT SPS.

In fact, he said, PT SPS had already been reprimanded by the sub-district and village heads through official letters, but they were still ignored.

PT SPS has instead promoted the area with a new name and has been aggressively developing it. They are also promoting land on site to build a villa.

 

Previously, AM had been reported by Puncak Laut Tawar land owner, Karya Bhakti, for alleged land grabbing, October 6, 2021.

In the report numbered with the letter STPL/178/X/2021/SPKT/RES SIMALUNGUN/POLDA SUMUT dated October 6, 2021, Karya Bhakti reported the person with the initials AM for the criminal violation of Law No. 1 of 1946 concerning the Criminal Code article 385 that occurred on September 14, 2021 in Hapoan Naga Meriah Hamlet, Simalungun Regency.

Meanwhile, on Monday, October 11, 2021, AM was also reported to the Saribudolok Sector Police for the alleged abuse of the canteen guard Vetty Bangun.

In the report numbered STPL-KB/28/X/2021/SPKT/POLSEK SARIBUDOlok/POLRES SIMALUNGUN/POLDA SUMUT dated October 11, 2021, Vetty reported JM alias AM for the abuse she experienced on Saturday, October 2 at 07.45. As a result of the abuse, Vetty suffered several injuries to her body. ***

 

 

 

[OB1]

#Wisata
#Sengketa
#InfoBisnis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *