Wagubsu Tegaskan UMKM Harus Sejajar dengan Pelaku Bisnis

  • Whatsapp
Wagubsu Tegaskan UMKM Harus Sejajar dengan Pelaku Bisnis

Wagubsu Tegaskan UMKM Harus Sejajar dengan Pelaku Bisnis | OBROLANBISNIS.com Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah menyampaikan, bahwa keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara nyata turut berperan dalam proses pemerataan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan stabilitas nasional maupun daerah.

Bacaan Lainnya

 

Kontribusi nyata sektor UMKM juga dibuktikan dengan kemampuannya bertahan dalam krisis nasional maupun global, karena UMKM merupakan dinamisator sekaligus stabilisator perekonomian. Juga memiliki keunggulan dalam pemanfaatan sumber daya alam dan padat karya.

“Oleh karena itu, UMKM harus diberdayakan dan dilindungi agar mampu bersanding sejajar, bahkan bersaing dengan pelaku bisnis lainnya. Sekaligus mampu menunjukkan perannya sebagai pelaku perekonomian, baik di kancah lokal maupun nasional,” ungkap Wagub Musa Rajekshah dalam Sosialisasi Securities Crowdfunding sebagai pendanaan bagi UMKM bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara virtual, dari Rumah Dinas Wagub Sumut, Jalan Teuku Daud, Medan, Senin, 18 Oktober 2021.

Wagub menjelaskan, pelaku UMKM juga perlu membangun brand yang mengandalkan kreativitas, lokalitas dan keragaman yang bersumber pada kekayaan alam dan khasanah budaya Indonesia. Sebab UMKM sebetulnya memiliki keunggulan untuk menandingi dominasi brand-brand global, namun para pelaku UMKM masih terbentur masalah klasik yakni tidak tercukupinya dalam hal permodalan.



“Ini terjadi terutama bagi mereka yang baru merintis usaha atau usahanya belum berkembang secara signifikan. Keterbatasan akses permodalan tersebut membuat sulit untuk meraih pasar yang lebih luas,” jelas Musa Rajekshah.

Disampaikan juga, saat ini Sumatera merupakan pulau dengan distribusi penduduk terbesar kedua di Indonesia, dengan jumlah penduduknya mencapai angka 58,5 juta jiwa atau sekitar 21,68% dari jumlah penduduk Indonesia. Karenanya, potensi demografi ini merupakan kesempatan besar bagi para UMKM untuk dapat terus tumbuh dan mengembangkan bisnisnya di Pulau Sumatera.

Selain itu, menurutnya, jumlah koperasi di Sumatera juga hampir mencapai 25.000 unit. Sedangkan di Provinsi Sumut sendiri jumlah koperasi sebanyak 4.593 unit dan jumlah industri mikro dan kecil sebanyak 2,8 juta unit usaha. “Hal ini merupakan potensi yang besar bagi industri dan masyarakat di Sumatera,” tegas Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Sejalan dengan hal tersebut, Ijeck menyambut baik diadakannya sosialisasi Securities Crowdfunding (SCF) ini. Karena dia menilai, hal ini sangat strategis bagi UMKM, koperasi maupun pelaku usaha pemula/start up untuk mendapatkan dana atau rising fund melalui pasar modal.



INFO BISNISĀ 

Pelaku UMKM Kerajinan Diimbau Terjun ke Dunia Digital

Selain itu, tambah dia, dengan SCF tersebut, diyakini akan membuka akses yang lebar untuk pendanaan UMKM yang cepat, mudah dan murah termasuk yang belum bankable. Karena SCF merupakan skema alternatif pembiayaan bagi UMKM dengan cara patungan dari banyak pemodal melalui skema penawaran efek yang dilaksanakan secara online via website dan aplikasi.

“Securities Crowdfunding juga memanfaatkan platform digital yang akan menjadi media yang sangat efektif dari dua sisi yaitu pihak yang membutuhkan dana dan pihak investor, sehingga akan dapat mempertemukan retail milenial investor dan UMKM yang membutuhkan tambahan modal. Dengan demikian tingkat inklusi di pasar modal dan akses pendanaan bagi UMKM menjadi lebih baik dan meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menyebutkan, kegiatan sosialisasi ini merupakan momen berharga bagi OJK dan pasar modal, mengingat dapat mengubah pemikiran pelaku UMKM. Karena, kata dia, sebagaimana yang diketahui UMKM memiliki peran bagi ekonomi bangsa, karena telah memberikan kontribusi nyata khususnya dalam menyerap tenaga kerja.

“Namun demikian, sejak pandemi terdapat sekitar 50% UMKM terdampak. Karena itu, dalam beberapa kesempatan Presiden telah memberikan arahan agar UMKM menjadi prioritas dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Semoga upaya kita ini bisa memberikan kontribusi yang nyata,” harapnya.



Turut hadir dalam kegiatan ini, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Djustini Septiani, Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II Yunita Linda Sari, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori, Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho, para Kepala OJK di wilayah Sumatera, para Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia di wilayah Sumatera dan para pelaku sektor UMKM.***



Google Translate

Deputy Governor Affirms MSMEs Must Be Equal to Business Actors | OBROLANBISNIS.com The Deputy Governor of North Sumatra (Vice Governor of North Sumatra) Musa Rajekshah said that the existence of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) actually played a role in the process of equitably increasing people’s income, encouraging economic growth and realizing national and regional stability.

The real contribution of the MSME sector is also proven by its ability to survive in national and global crises, because MSMEs are both dynamists and economic stabilizers. It also has advantages in the utilization of natural resources and is labor intensive.

“Therefore, MSMEs must be empowered and protected in order to be able to coexist on an equal footing, and even compete with other business actors. At the same time they are able to demonstrate their role as economic actors, both locally and nationally,” said Deputy Governor Musa Rajekshah in the Socialization of Securities Crowdfunding as funding for MSMEs. together with the Financial Services Authority (OJK) virtually, from the North Sumatra Deputy Governor’s Office House, Jalan Teuku Daud, Medan, Monday, October 18, 2021.

The Deputy Governor explained that MSME actors also need to build brands that rely on creativity, locality and diversity that are sourced from Indonesia’s natural wealth and cultural treasures. Because MSMEs actually have the advantage to compete with the dominance of global brands, however, MSME actors are still facing the classic problem of insufficient capital.


“This happens especially for those who are just starting a business or their business has not developed significantly. The limited access to capital makes it difficult to reach a wider market,” explained Musa Rajekshah.

He also said that currently Sumatra is the island with the second largest population distribution in Indonesia, with a population of 58.5 million people or about 21.68% of the total population of Indonesia. Therefore, this demographic potential is a great opportunity for MSMEs to be able to continue to grow and develop their business on the island of Sumatra.

In addition, according to him, the number of cooperatives in Sumatra is almost 25,000 units. Meanwhile, in North Sumatra alone, the number of cooperatives is 4,593 units and the number of micro and small industries is 2.8 million business units. “This is a great potential for industry and society in Sumatra,” said Musa Rajekshah, who is familiarly called Ijeck.

In line with this, Ijeck welcomed the socialization of the Securities Crowdfunding (SCF). Because he assesses, this is very strategic for MSMEs, cooperatives and start-up business actors to get funds or rising funds through the capital market.


In addition, he added, with the SCF, it is believed that it will open wide access to fast, easy and cheap MSME funding, including those that are not yet bankable. Because SCF is an alternative financing scheme for MSMEs by means of a joint venture of many investors through a securities offering scheme which is carried out online via the website and application.

“Securities Crowdfunding also utilizes a digital platform which will become a very effective medium from two sides, namely those who need funds and investors, so that it will be able to bring together retail millennial investors and MSMEs who need additional capital. Thus the level of inclusion in the capital market and access to funding for MSMEs to be better and increase,” he concluded.

Meanwhile, the Chief Executive of the OJK Capital Market Supervision Hoesen said, this socialization activity was a valuable moment for OJK and the capital market, considering that it could change the minds of MSME actors. Because, he said, as is known, MSMEs have a role for the nation’s economy, because they have made a real contribution, especially in absorbing workers.

“However, since the pandemic there have been around 50% of MSMEs affected. Therefore, on several occasions the President has given directions so that MSMEs become a priority in efforts to restore the national economy. Hopefully our efforts can make a real contribution,” he hoped.



Also attending the event were Deputy Commissioner for Capital Market Supervision I Djustini Septiani, Deputy Commissioner for Capital Market Supervision II Yunita Linda Sari, Head of Regional OJK 5 Sumbagut Yusup Ansori, Head of Regional OJK 7 Sumbagsel Untung Nugroho, Heads of OJK in Sumatra, Heads of Representative Office of the Indonesia Stock Exchange in the Sumatra region and the perpetrators of the MSME sector.***



[ril/RED]

#UMKM

#SumutĀ 

#InfoBisnis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *