Indonesia Akan Beralih Ke Sistem Televisi Digital

  • Whatsapp
Indonesia Will Switch To Digital Television System

Indonesia Akan Beralih Ke Sistem Televisi Digital | OBROLANBISNIS.com — Perkembangan teknologi menuntut perubahan dari sistem analog menuju era digital, termasuk dalam bidang penyiaran.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) berkomitmen untuk mendukung migrasi penyiaran di Provinsi Sumut dari analog menuju digital sesuai dengan amanah Undang-Undang Cipta Kerja.

Hal ini dikatakan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumut Abdul Azis saat membuka Sosisalisasi Penyiaran Digital yang digelar Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Sumut, di Aula Kantor KPID Sumut, Kamis, 30 Desember 2021.

“Teknologi analog tidak lagi dapat mengimbangi pemenuhan industri penyiaran dalam hal penyaluran program siaran yang terus bertambah secara dinamis seiring era digitalisasi,” kata Azis.

 

Bacaan Lainnya

TONTONAN ANDA


Kondisi tersebut, lanjut Azis, dikarenakan terbatasnya jumlah kanal, frekuensi yang tersedia, infrastruktur penyiaran analog yang tidak efisien karena belum konvergensi, sehingga masih belum maksimal untuk mewujudkan keragaman mutu siaran.

Sementara siaran digital akan memberikan ruang bagi pelaku industri untuk dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

“Masyarakat akan memperoleh akses informasi yang memadai, siaran yang bersih gambarnya, jernih suaranya dan canggih teknologinya. Satu poin penting yang perlu disebarluaskan kepada masyarakat adalah penyiaran digital itu tidak berbayar atau gratis,” terang Azis.

Sosialisasi yang digelar secara hybird tersebut turut dihadiri Ketua KPI Agung Suprio, Sekretaris Gugus Tugas ASO Kemenkominfo Haryu Kresna Widhiputranto, Ketua KPID Sumut Mutia Atiqah, Wakil Ketua KPID Sumut M Syahrir. Selain itu dihadiri juga Ketua KPI dan Kadis Kominfo di sejumlah daerah, lembaga penyiaran serta organisasi pers.

 

 

INFO BISNIS

Cerita 3 Pelaku Usaha Lokal Menerobos Pemasaran Digital

Ketua KPI Agung Suprio mengatakan, sosialisasi penyiaran digital ini penting karena sesuai dengan amanah UU Cipta Kerja, dan kurang lebih dari setahun lagi tepatnya pada 2 November 2022, Indonesia akan beralih ke sistem televisi digital.

“Makanya sosialisasi ini penting dilakukan untuk seluruh komponen bangsa, baik dari unsur pemerintah, masyarakat, industri penyiaran juga unsur negara dalam hal ini KPI sebagai lembaga independen yang memiliki kewajiban untuk melakukan sosialisasi tentang penyiaran digital yang sudah diamanahkan UU,” kata Agung.

Tentunya melalui sosialisasi, diharapkan semua unsur dapat memahami apa yang dimaksud dengan penyiaran digital, karena mau tidak mau semua pihak harus beralih ke era baru.

“Saat ini, televisi memang penetrasinya paling tinggi, tapi kalau tidak berubah juga akan ditinggalkan,” ujarnya.

Ketua KPID Sumut Mutia Atiqah menambahkan, saat ini Provinsi Sumut sedang melakukan persiapan untuk peralihan penyiaran dari analog ke digital.

“Kita sedang melakukan persiapan analog switch off atau ASO, di mana Sumut akan melakukannya dalam dua tahap yakni tahap pertama April 2022 dan tahap kedua Agustus 2022. Hal ini perlu kita lakukan sosialisasi, karena kalau nanti sudah diberlakukan masyarakat juga harus mempersiapkan perangkatnya yakni dengan Set Top Box atau STB kalau tidak, ketika sudah dilakukan peralihan masyarakat bisa kehilangan akses informasi,” ujar Mutia. ***

 

Google Translate

 

Indonesia Will Switch To Digital Television System | OBROLANBISNIS.com — Technological developments demand a change from analog systems to the digital era, including in the field of broadcasting.

The Provincial Government (Pemprov) of North Sumatra (Sumut) is committed to supporting broadcast migration in North Sumatra Province from analog to digital in accordance with the mandate of the Job Creation Act.

This was said by the Acting Head of the North Sumatra Province Communication and Information Office (Kominfo) Abdul Azis when opening the Digital Broadcasting Socialization held by the North Sumatra Regional Broadcasting Commission (KPID), in the North Sumatra KPID Office Hall, Thursday, December 30, 2021.

“Analog technology is no longer able to keep pace with the fulfillment of the broadcasting industry in terms of the distribution of broadcast programs, which continues to grow dynamically in line with the digitalization era,” said Azis.

 

 

This condition, continued Azis, is due to the limited number of channels, available frequencies, inefficient analog broadcasting infrastructure due to not yet converged, so that it is still not optimal to realize the diversity of broadcast quality.

Meanwhile, digital broadcasting will provide space for industry players to be able to adapt to technological advances.

“The public will have access to adequate information, broadcasts with clean images, clear voices and sophisticated technology. One important point that needs to be disseminated to the public is that digital broadcasting is not paid or free,” explained Azis.

The socialization which was held in a hybrid manner was also attended by the Chairman of KPI Agung Suprio, Secretary of the ASO Task Force of the Ministry of Communication and Information Haryu Kresna Widhiputranto, Head of North Sumatra KPID Mutia Atiqah, Deputy Chair of North Sumatra KPID M Syahrir. In addition, the Chairperson of KPI and the Head of Communications and Information Technology in a number of regions, broadcasting institutions and press organizations were also present.

 

KPI chairman Agung Suprio said that the dissemination of digital broadcasting was important because it was in accordance with the mandate of the Job Creation Act, and in less than a year, to be precise, on November 2, 2022, Indonesia will switch to a digital television system.

“So this socialization is important for all components of the nation, from elements of the government, society, broadcasting industry as well as elements of the state in this case KPI as an independent institution that has the obligation to disseminate digital broadcasting that has been mandated by law,” said Agung.

Of course, through socialization, it is hoped that all elements will be able to understand what is meant by digital broadcasting, because inevitably all parties must move to a new era.

“Currently, television has the highest penetration, but if it doesn’t change, it will also be abandoned,” he said.

The head of the North Sumatra KPID, Mutia Atiqah, added that the North Sumatra Province was currently making preparations for the transition from analog to digital broadcasting.

“We are preparing for the analog switch off or ASO, where North Sumatra will do it in two stages, namely the first stage in April 2022 and the second stage in August 2022. We need to do this socialization, because when it is implemented, the community must also prepare the equipment, namely the Set Top Box or STB, otherwise, once the transition has been made, people may lose access to information,” said Mutia. ***

 



[rel/OB1]

#Digital
#Penyiaran
#InfoBisnis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *