Tak Terbukti Terima Suap | Kapolda Tarik Kombes Riko ke Polda Sumut

  • Whatsapp
Kapolda Tarik Kombes Riko ke Polda Sumut

Tak Terbukti Terima Suap | Kapolda Tarik Kombes Riko ke Polda Sumut | OBROLANBISNIS.com — Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol RZ Panca Putra menarik Kombes Riko Sunarko ke Mapolda.

“Jadi Kapolrestabes (Kombes Riko) kita tarik ke Polda dalam rangka pemeriksaan, bukan karena yang bersangkutan menerima suap atau memerintahkan penggunaan sisa uang 160 juta, tapi perannya sebagai atasan tidak menjalankan perannya dengan baik,” sebut Panca menjelaskan kepada awak media.

Menurut Kapolda, dari hasil pendalaman intensif oleh Divisi Propam kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dinyatakan sama sekali tidak terbukti atas tuduhan penerimaan suap dari bandar narkoba, seperti yang dituduhkan.

Irjen Pol RZ Panca Putra menjelaskan, tim Propam Polda Sumut dan juga dari Mabes Polri sebelumnya telah memeriksa sebanyak 12 orang terkait tuduhan tersebut.

“Tim gabungan sudah memeriksa 12 orang saksi. Salah satunya pengacara Ricardo Siahaan,” ujar Panca dikonfirmasi.

Bacaan Lainnya

 

INFO BISNIS

• UMP 2022 di Sumut Rp 2.5 Juta

Panca menambahkan, Kombes Riko yang tertuduh tersebut sama sekali tidak mengetahui adanya penggelapan uang Rp 600 juta yang dilakukan Ricardo Siahaan.

“Kapolrestabes juga tidak tahu adanya penggelapan uang Rp600 juta yang dilakukan oleh Ricardo Siahaan, dan tidak tahu ada penerimaan Rp300 juta untuk membebaskan Imayanti, istri bandar narkoba agar tidak ditahan,” ujarnya.

Diketahui hasil pemeriksaan tim gabungan Propam Polri, Kapolrestabes Medan sebelumnya memerintahkan Kasat Narkoba membeli sepeda motor sebagai hadiah kepada anggota Koramil yang ikut berpartisipasi membantu polisi dalam kasus peredaran narkotika jenis ganja, diketahui sepeda motor tersebut hanya seharga Rp13 juta, yang uangnya juga hasil pemberian uang pribadi Kapolrestabes Medan dan juga Kasat Narkoba Polrestabes Medan.

 


Langgar Kode Etik Polri

Kapolda Sumatera Utara membeberkan alasan pencopotan jabatan Kombes Riko Sunarko dari Kapolrestabes Medan.

Orang nomor satu di Kapolda Sumut ini menyatakan, justru mencopot Kapolrestaes Medan dari jabatannya lantaran melanggar kode etik Polri, dengan pelanggaran pengalahgunaan wewenang dibidang pengawasan yang dilakukan seorang atasan.

“Hal ini mestinya tidak boleh terjadi karena sebagai atasan dia tidak boleh membebankan sisa pembiayaan tersebut kepada bawahannya. Hal ini sesuai Pasal 7 ayat (2) point (a) Perkap nomor p w tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri. Karena itu kita tidak boleh mendzolimi seseorang dengan mengatakan dia tahu tapi kenyataannya tidak tahu,” ujarnya. ***

 

google translate

 

Not Proven to Accept Bribes | Kapolda Withdraws Kombes Riko to North Sumatra Police | OBROLANBISNIS.com — The Head of the North Sumatra Regional Police (Kapolda Sumut), Inspector General of Police RZ Panca Putra pulled Kombes Riko Sunarko to the Police Headquarters.

“So the Head of Polrestabes (Kombes Riko) we withdraw to the Regional Police for examination, not because the person concerned accepts bribes or orders the use of the remaining 160 million, but his role as a superior does not carry out his role properly,” said Panca explaining to the media crew.

According to the Regional Police Chief, from the results of intensive investigation by the Propam Division to the Medan Police Chief Kombes Pol Riko Sunarko, it was stated that there was absolutely no evidence of accepting bribes from drug dealers, as alleged.

Inspector General of Police RZ Panca Putra explained that the North Sumatra Police Propam team and also the National Police Headquarters had previously questioned 12 people regarding the allegations.

 

 

“The joint team has examined 12 witnesses. One of them is Ricardo Siahaan’s lawyer,” Panca confirmed.

Panca added, Kombes Riko who was accused was completely unaware of the embezzlement of Rp 600 million by Ricardo Siahaan.

“The police chief also did not know that Ricardo Siahaan had embezzled Rp600 million, and did not know that there was a receipt of Rp300 million to free Imayanti, the wife of a drug dealer, so that he would not be arrested,” he said.

It is known that the results of the joint investigation by the Propam Polri team, the Medan Police Chief previously ordered the Head of the Narcotics Unit to buy a motorbike as a gift to the Koramil members who participated in helping the police in the case of narcotics trafficking. The Medan Police Chief and the Medan Police Narcotics Head.

 

Violating the Police Code of Ethics

The North Sumatra Police Chief revealed the reasons for the removal of Kombes Riko Sunarko from the Medan Police Headquarters.

The number one person in the North Sumatra Police Chief stated that he had removed the Medan Police Chief from his position for violating the Police code of ethics, with a violation of the abuse of authority in the field of supervision by a superior.

“This should not have happened because as a superior he is not allowed to impose the remaining financing on his subordinates. This is in accordance with Article 7 paragraph (2) point (a) Perkap No. PW of 2011 concerning the Police Professional Code of Ethics. someone who says he knows but doesn’t really know,” he said. ***

 

 

[OB1]

#KapoldaSumut
#Polri
#InfoBisnis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *