Kemendag Perketat Pengawasan Aset Kripto | 229 Jenis Kripto yang Dapat Diperdagangkan

Kemendag Perketat Pengawasan Aset Kripto | 229 Jenis Kripto yang Dapat Diperdagangkan

Kemendag Perketat Pengawasan Aset Kripto | 229 Jenis Kripto yang Dapat Diperdagangkan | OBROLANBISNIS.com — Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan mempeketat pengawasan perdagangan aset kripto.

Hal ini dilakukan guna memberikan kepastian hukum agar masyarakat yang akan berinvestasi mendapatkan informasi yang jelas dan legal terhadap setiap aset kripto yang diperdagangkan.

Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana menyatakan, setiap produk aset kripto harus didaftarkan ke Bappebti. Setiap jenis aset kripto yang tidak sesuai dengan peraturan Bappebti tidak dapat diperdagangkan di Indonesia.

“Aset Kripto baru yang akan diperdagangkan terlebih dahulu harus didaftarkan kepada Bappebti melalui Calon Pedagang Fisik Aset Kripto yang sudah terdaftar untuk dilakukan penilaian berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan. Penetapan aset kripto dilakukan melalui metode penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP) yang memiliki beberapa kriteria penilaian,” tegas Wisnu.

Bappebti telah mengeluarkan Peraturan Bappebti nomor 8 tahun 2021. Dalam regulasi itu disebutkan syarat Aset Kripto yang dapat diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

 

Bacaan Lainnya
 

INFO BISNISKripto Adalah

Aset Kripto yang dapat diperdagangkan di dalam negeri mengacu pada Peraturan Bappebti nomor 7 tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Saat ini, kata Wisnu, Bappebti telah menetapkan 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto, sehingga Pedagang Aset Kripto hanya dapat memperdagangkan Jenis Aset Kripto yang sudah ditetapkan oleh Kepala Bappebti. Untuk itu, aset kripto yang belum terdaftar di Bappebti, maka tidak dapat diperdagangkan di Indonesia.

“Diharapkan masyarakat dapat berinvestasi pada koin atau jenis Aset Kripto yang telah ditetapkan pada Peraturan Bappebti tersebut,” ujar Wisnu.

Terkait dengan aset kripto Indonesia buatan anak bangsa, pada prinsipnya Wisnu melihat sebagai hal positif. Sepanjang sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, aset kripto buatan dalam negeri dapat diperdagangkan.

Bappebti melihat masa depan aset kripto buatan Indonesia cukup cerah. Potensi dan inovasi yang dimiliki anak bangsa serta potensi pasar di Indonesia sangat besar dan terus bertumbuh.

 

 

INFO BISNISPrediksi Tahun 2022 | Harga Kripto Bitcoin Jatuh

Dalam beberapa tahun ini, beberapa Aset Kripto buatan anak bangsa sudah dipasarkan di beberapa pasar global, dan ada yang sudah terdaftar dalam Peraturan Bappebti nomor 7 tahun 2020.

Wisnu menghimbau masyarakat memahami terlebih dahulu mekanisme dan risiko sebelum memutuskan berinvestasi aset kripto. “Masyarakat juga harus memastikan jenis aset kripto yang secara legal telah ditetapkan oleh Bappebti dan dipastikan diperdagangkan pada calon pedagang fisik aset kripto yang telah memiliki tanda daftar dari Bappebti,” sebut Wisnu. ***

 

google translate

 

Ministry of Trade Tightens Crypto Asset Control | 229 Types of Tradeable Crypto | OBROLANBISNIS.com — The Commodity Futures Trading Regulatory Agency of the Ministry of Trade has tightened supervision of crypto asset trading.

This is done in order to provide legal certainty so that people who will invest get clear and legal information on every crypto asset being traded.

Acting Head of CoFTRA, Indrasari Wisnu Wardhana, stated that every crypto asset product must be registered with CoFTRA. Any type of crypto asset that does not comply with CoFTRA regulations cannot be traded in Indonesia.

“New Crypto Assets that will be traded must first be registered with CoFTRA through the registered Crypto Asset Physical Trader Candidates for evaluation based on established regulations. The determination of crypto assets is carried out through the Analytical Hierarchy Process (AHP) assessment method which has several assessment criteria, “said Wisnu.

CoFTRA has issued CoFTRA Regulation number 8 of 2021. The regulation states the requirements for Crypto Assets that can be traded in the Crypto Asset Physical Market.

 

 

Crypto assets that can be traded domestically refer to CoFTRA Regulation number 7 of 2020 concerning the Establishment of a List of Crypto Assets that can be Traded in the Physical Crypto Asset Market.

Currently, said Wisnu, CoFTRA has determined 229 types of crypto assets that can be traded on the physical crypto asset market, so that Crypto Asset Traders can only trade Crypto Asset Types that have been determined by the Head of CoFTRA. For this reason, crypto assets that have not been registered with CoFTRA, cannot be traded in Indonesia.

“It is hoped that the public can invest in coins or other types of Crypto Assets that have been stipulated in the CoFTRA Regulations,” said Wisnu.

Regarding Indonesian crypto assets made by the nation’s children, in principle, Wisnu sees this as a positive thing. As long as it complies with the applicable rules and regulations, domestically made crypto assets can be traded.

CoFTRA sees that the future of crypto assets made in Indonesia is quite bright. The potential and innovation of the nation’s children as well as the market potential in Indonesia is very large and continues to grow.

In recent years, several Crypto Assets made by the nation’s children have been marketed in several global markets, and some have been registered in CoFTRA Regulation number 7 of 2020.

Wisnu urges the public to first understand the mechanisms and risks before deciding to invest in crypto assets. “The public must also ensure the types of crypto assets that have been legally determined by CoFTRA and are ensured to be traded with prospective physical crypto-asset traders who already have a registration certificate from CoFTRA,” said Wisnu. ***

 

 



[rel/OB1]

#Kripto
#Bappebti
#InfoBisnis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *