Dinas PMD Sumut Dukung Gebyar Produk dan Jasa Unggulan Desa yang Digelar FAPDes

Dinas PMD Sumut Dukung Gebyar Produk dan Jasa Unggulan Desa yang Digelar FAPDes

Dinas PMD Sumut Dukung Gebyar Produk dan Jasa Unggulan Desa yang Digelar FAPDes | OBROLANBISNIS.com — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendukung penuh Gebyar Produk dan Jasa Unggulan Desa yang digelar Forum Akademisi dan Praktisi Desa (FAPDes). Dinas PMD Sumut dan FAPDes berkomitmen untuk saling berkolaborasi dalam program-program pembangunan desa.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas PMD Sumut, Dr Hendra Dermawan Siregar SSTP MSP didampingi Sekretaris Dinas PMD Sumut Drs Marzuki MAP dan Kabid Pembangunan Kawasan Pedesaan Prama John Dirganta Sembiring Meliala,S.STP,M.Si, Selasa, 15 Maret 2022, ketika menerima audensi sejumlah pengurus FAPDes, antara lain Cahyo Pramono MBA (Pengawas FAPDes), Dr Rini Indahwati Ak MSi CA CBV CERA (Ketua Umum FAPDes), Dr Anggia Sari Lubis SE MSi (Ketua Bidang Kelembagaan Desa & Kerjasama FAPDes) dan Junita Putri Rajana Harahap SE MSi Ak (Bendahara FAPDes) di Kantor Dinas PMD Sumut.

Dr Hendra Dermawan Siregar menegaskan, Gebyar Produk dan Jasa Unggulan Desa sangat membantu pihaknya dalam hal mempromosikan produk dan jasa yang dihasilkan desa.

“Oleh sebab itu, kita mengharapkan kontribusi pendampingan dari FAPDes untuk meningkatkan kemajuan desa-desa yang ada di Sumut, terutama Desa Wisata. Oleh sebab itu, Dinas PMD Sumut dan FAPDes akan segera menandatangani Memorandum of Understanding (MoU),” ujarnya.

Ketua Umum FAPDes FAPDes), Dr Rini Indahwati Ak MSi CA CBV CERA mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kerjasama Dinas PMD Sumut yang mendukung program kerja FAPDes.

“Kita apresiasi sambutan Kepala Dinas PMD Sumut, moga kerjasama ke depan semakin baik, dan kita sambut positif kesediaan Dinas PMD untuk menandatangani MoU dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

 

 



Pemetaan Kendala

Pada saat yang bersamaam, Tim FAPDes yang terdiri dari Asmara Wildani, Ahmad Fauzi dan Mangasi butarbutar melakukan pemetaan kendala yang dihadapi Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Belawan dalam mendorong produksi dan pemasaran produk ikan yang mereka hasilklan.

Tim FAPDes yang diajak berkolaborasi oleh Bank BRI Wilayah dan Bank BRI Unit Belawan untuk memberi pendampingan, melakukan diskusi langsung dengan pengurus dan anggota KPPI Belawan, yang dihadiri Ketua KPPI Belawan Nilawaty dan sejumlah anggota lainnya.

Tumpal Pangaribuan dari Bank BRI Wilayah dan tim BRI Unit Belawan memaparkan program mereka dengan Pemko Medan yang akan menyalurkan pendanaan untuk membeli peralatan dasar yang dibutuhkan anggota KPPI dalam memproduksi Abon Ikan, Kerupuk Ikan dan produk lainnya.

Lalu pengurus dan anggota KPPI Belawan menceritakan kendala yang mereka hadapi, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Lewat diskusi tersebut diketahui bahwa KPPI Belawan belum melakukan standarisasi produk, sehingga produk KPPI Belawan sulit menembus pasar, apalagi pasar modern.

Untuk itu FAPDes akan merumuskan dalam waktu dekat materi pendampingan yang akan disampaikan FAPDes ke KPPI Belawan, baik mengenai tehnik produksi, teknologi yang digunakan, standarisasi, dinamika kelompok hingga pemasaran.

“Kami akan rembukkan lagi hasil diskusi hari ini dengan pengurus dan anggota KPPI Belawan di tingkat FAPDes. Model pendampingan seperti apa yang bisa diberikan FAPDes tentu akan kami kaji dengan segera. Kami akan petakan dulu kepakaran FAPDes dengan masalah yang dihadapi oleh KPPI Belawan. Kalau masih dibutuhkan informasi tambahan, kami akan diskusi yang lebih intens lagi dengan pengurus dan anggota KPPI Belawan,” ujar Asmara Wildani. ***

 



[rel/OB2]

#Pembangunan
#Desa
#InfoBisnis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *