Duta PAAI: Agen Asuransi Harus Profesional

Duta PAAI Agen Asuransi Harus Profesional

Duta PAAI: Agen Asuransi Harus Profesional | OBROLANBISNIS.com — Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) mendorong kompetensi dan profesionalisme agen asuransi di Indonesia, dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah asuransi.

Duta PAAI dari Bandung, Ir Deddy Karyanto CFP AWP AEPP memamparkan bahwa PAAI yang didirikan pada tahun 2016 hadir sebagai wadah para agen asuransi, agar lebih profesional dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah dengan menggelar berbagai program dalam mencerdaskan para agen, seperti webinar dan kelas khusus dengan menghadirkan para praktisi yang berpengalaman di bidangnya.

Tagline PAAI ‘Profesi untuk Kepentingan Nasabah’, mengharapkan, para agen asuransi senantiasa menempatkan kepentingan nasabah di atas segala-galanya dan selalu merekomendasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Mengingat pentingnya asuransi dan besarnya manfaat yang diberikan, Deddy berharap, semakin banyak agen yang bergabung dalam wadah PAAI, sehingga secara bersama-sama berjuang dengan ritme yang senada dalam meningkatkan partisipasi dan sumbangsih industri asuransi dalam membangun perekonomian negara Indonesia.

Deddy membeberkan, mengutip data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), industri asuransi jiwa telah melindungi sebanyak 65,56 juta jiwa masyarakat Indonesia pada tahun 2021. Sementara, total klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa sebesar Rp159,43 triliun. Termasuk dalam hal klaim Covid-19 yang merupakan bukti nyata komitmen industri asuransi jiwa secara umum.

Bacaan Lainnya

 

 

INFO BISNISDirektur Pertamina: Truk Pengangkut Sawit dan Batubara Dilarang Gunakan Solar Subsidi

Berdasarkan data yang diperoleh dari AAJI, dalam periode 2016 sampai dengan Oktober 2021, industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim dan manfaat terkait dengan produk unit-link lebih dari Rp335 triliun untuk 4,9 juta polis.

“Hal ini menggambarkan bahwa begitu banyaknya pihak yang menerima manfaat dari kepemilikan produk unit-link di industri asuransi jiwa,” sebut Deddy di Medan, Rabu, 6 April 2022.

Selain itu, besarnya pembayaran manfaat tersebut juga menunjukkan bahwa industri asuransi jiwa merupakan industri yang likuid, sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu ragu untuk membeli produk asuransi.

Sebagai seorang Financial Planner yang bersertifikasi, Deddy menambahkan, peran literasi dan kompetensi para agen sangatlah penting, terutama menyangkut PAYDI atau yang kita kenal dengan produk unit-link.

Dalam hal ini, OJK telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 5/SEOJK.05/2022 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) yang ditetapkan di Jakarta pada 14 Maret 2019.

Deddy menekankan, beberapa hal penting diantaranya adalah agen dalam melakukan pemasaran PAYDI harus melakukan penilaian atas kebutuhan dan kemampuan calon Pemegang Polis, Tertanggung, atau Peserta (consumer need assessment).

 

 

INFO BISNISManulife Permudah Klaim Asuransi di Masa Pandemi Lewat E-Policy

Agen wajib menjelaskan mengenai manfaat, biaya, risiko pada produk yang ditawarkan, dan fitur tambahan jika ada. Pernyataan pemahaman calon pemegang polis ini harus dilakukan dokumentasi dalam bentuk rekaman video dan/atau audio dengan baik yang harus diverifikasi, disimpan dan dipelihara sesuai dengan kebijakan perusahaan, agar dokumentasi tersebut dapat digunakan sebagai bukti dalam hal terjadi perselisihan.

Dalam Surat Edaran tersebut disebutkan bahwa pihak pemasar PAYDI harus memiliki sertifikasi keagenan khusus untuk PAYDI dari lembaga sertifikasi profesi di Indonesia sesuai dengan bidang usahanya.

“Agen sebagai penasihat keuangan, harus bisa mengedukasi nasabah atau calon nasabah bahwa sejatinya tujuan berasuransi adalah pengelolaan risiko, bukan hanya sekedar tabungan belaka dan tugas kami sebagai wadah para agen asuransi di seluruh Indonesia akan terus mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat luas agar lebih memahami sehingga terhindar dari terjadinya kesalahpahaman yang merugikan kita semua, terutama masyarakat,” papar Deddy.

Membahas lebih jauh mengenai solusi untuk mengurangi terjadinya fraud di industri asuransi, Deddy menekankan, perlunya pemahaman secara utuh prinsip Utmost Good Faith yang merupakan salah satu prinsip utama di bisnis asuransi yang perlu diketahui dan djalankan oleh kedua belah pihak, yaitu Tertanggung dan Penanggung. Prinsip asuransi ini bisa menjelaskan bagaimana mekanisme suatu asuransi bekerja.

Prinsip Utmost Good Faith adalah niat atau itikad baik dalam proses membeli produk asuransi dimana hubungan Tertanggung (nasabah) dan Penanggung (perusahaan asuransi) harus dilandasi itikad baik serta harus saling memberikan informasi dengan terbuka, rinci dan jujur.

 

 


Peran Penting Agen Asuransi

Duta PAAI dari Medan, Rudy Sun yang juga seorang Praktisi Asuransi menambahkan, agen asuransi selayaknya menjalankan profesinya secara profesional, bukan hanya sekedar menjual. Profesi agen juga sejatinya memiliki nilai yang tinggi yaitu membantu dan mengedukasi masyarakat dalam menjalankan profesinya.

Agen asurasi haruslah menjadi sosok yang hadir di kala nasabah membutuhkan solusi bagi setiap masalah finansial dalam kaitannya dengan pengelolaan resiko.

Rudy juga mengungkap sekilas mengenai Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi – disebut PAYDI – atau yang selama ini dikenal dengan unitlink. Produk ini memang tidak sederhana, oleh karena itu agen harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang produk tersebut.

Edukasi kepada nasabah sangatlah penting dilakukan dan itu hanya bisa dilakukan oleh seorang agen asuransi yang memiliki pengetahuan memadai, teruji, berpengalaman serta menjunjung tinggi etika profesi.

Rudy mengingatkan pada para agen asuransi, saat merekomendasikan produk asuransi khususnya PAYDI, harus menjelaskan manfaat produk sebaik-baiknya termasuk resiko investasi yang dihadapi nasabah dan produk asuransi tersebut harus sesuai kebutuhan nasabah dalam mencapai tujuan keuangan.

 



Asuransi Unit-Link

Hery Ruslianto Putra, praktisi asuransi menyebutkan, pada awalnya produk asuransi jiwa adalah produk tradisional, seperti jangka warsa, asuransi seumur hidup dan dwiguna.

Kemudian produk asuransi unit-link muncul untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan produk asuransi yang bisa memberikan keuntungan maksimal baik dari sisi imbal hasil maupun manfaat perlindungan.

Di Indonesia produk unit-link mulai dipasarkan sekitar tahun 1998, dimana unit-link merupakan asuransi non-tradisional yang memberikan 2 fungsi kepada tertanggung yaitu sebagai proteksi sekaligus investasi.

Pemakaian uang premi dibagi dua, yaitu
sebagian premi untuk membayar proteksi jangka panjang dan sebagian lagi premi digunakan untuk investasi pada reksa dana dalam bentuk unit~link sebagai investasi jangka panjang.

Selain itu produk unit-link juga memiliki karakteristik yang menarik, diantaranya
adalah ‘Fleksibel’ dan ‘Transparan’, dimana nasabah bisa mengetahui semua biaya yang dikenakan pada polis dan perkembangan dana yang diinvestasikan.

“Perlu dipahami bahwa membeli produk asuransi bukan hanya bicara soal proteksi, namun bisa dimanfaatkan juga untuk tujuan keuangan Iainnya seperti perencanaan pensiun, perencanaan pajak, perencanaan warisan dan Iain sebagainya,” ungkap Hery.

Praktisi Asuransi lainnya yang berdomisili juga di Medan, Iskandar Wijaya mengatakan, pada dasarnya, produk asuransi unit-link bisa menjadi pilihan yang menarik jika dipahami dengan baik oleh masyarakat.

Selain jenis manfaat perlindungan yang tersedia cukup lengkap, fleksibilitas untuk melakukan perubahan manfaat merupakan kelebihan dari unit-link.

Hanya saja, perlu diperhatikan biaya-biaya sehubungan dengan produk dan manfaat tersebut. Oleh sebab itu, disarankan untuk membeli dari agen-agen profesional dan berkonsultasi sebelum membeli.

Nasabah diharapkan bisa
mendapatkan saran dan rekomendasi produk serta opsi-opsi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan. ***

 

google translate

 

PAAI Ambassador: Insurance Agents Must Be Professional | OBROLANBISNIS.com — The Association of Indonesian Insurance Agents (PAAI) encourages the competence and professionalism of insurance agents in Indonesia, in providing the best service to insurance customers.

PAAI Ambassador from Bandung, Ir Deddy Karyanto CFP AWP AEPP explained that PAAI which was established in 2016 is present as a forum for insurance agents, to be more professional in providing the best service to customers by holding various programs to educate agents, such as webinars and special classes with bring together experienced practitioners in their fields.

PAAI’s tagline ‘Profession for the Interests of Customers’, expects that insurance agents will always put the interests of customers above all else and always recommend products that suit their needs.

Considering the importance of insurance and the magnitude of the benefits it provides, Deddy hopes that more agents will join the PAAI forum, so that together they strive with the same rhythm in increasing the participation and contribution of the insurance industry in developing the Indonesian economy.

Deddy explained, citing data from the Indonesian Life Insurance Association (AAJI), that the life insurance industry has protected as many as 65.56 million Indonesians in 2021. Meanwhile, the total claims and benefits paid by the life insurance industry are Rp. 159.43 trillion. This includes Covid-19 claims which are clear evidence of the life insurance industry’s commitment in general.

Based on data obtained from AAJI, in the period 2016 to October 2021, the life insurance industry has paid claims and benefits related to unit-linked products of more than IDR 335 trillion for 4.9 million policies.

 

 

“This illustrates that there are so many parties who benefit from unit-linked product ownership in the life insurance industry,” said Deddy in Medan, Wednesday, April 6, 2022.

In addition, the size of the benefit payment also shows that the life insurance industry is a liquid industry, so that the Indonesian people should not hesitate to buy insurance products.

As a certified Financial Planner, Deddy added, the role of literacy and competence of agents is very important, especially regarding PAYDI or what we know as unit-linked products.

In this regard, OJK has issued Circular Letter number 5/SEOJK.05/2022 concerning Insurance Products Associated with Investments (PAYDI) which was stipulated in Jakarta on March 14, 2019.

Deddy emphasized that several important things include agents in marketing PAYDI must conduct an assessment of the needs and abilities of prospective Policy Holders, the Insured, or Participants (consumer need assessment).

Agents must explain the benefits, costs, risks of the products offered, and additional features if any. This statement of understanding of the prospective policyholder must be documented in the form of video and/or audio recordings that must be verified, stored and maintained in accordance with company policy, so that the documentation can be used as evidence in the event of a dispute.

 

 

In the Circular, it is stated that PAYDI marketers must have a special agency certification for PAYDI from a professional certification agency in Indonesia in accordance with their field of business.

“Agents as financial advisors must be able to educate customers or prospective customers that the true purpose of insurance is risk management, not just savings and our job as a forum for insurance agents throughout Indonesia will continue to educate and disseminate information to the wider community so that they can better understand so that they can avoid from the occurrence of misunderstandings that harm all of us, especially the community,” said Deddy.

Discussing further about solutions to reduce fraud in the insurance industry, Deddy emphasized the need for a complete understanding of the principle of Utmost Good Faith which is one of the main principles in the insurance business that both parties need to know and implement, namely the insured and the insurer. This insurance principle can explain how the mechanism of an insurance works.

The principle of Utmost Good Faith is intention or good faith in the process of buying insurance products where the relationship between the Insured (customer) and the Insurer (insurance company) must be based on good faith and must provide information to each other in an open, detailed and honest manner.

 

 

Important Role of Insurance Agent

PAAI Ambassador from Medan, Rudy Sun who is also an Insurance Practitioner, added that insurance agents should carry out their profession professionally, not just selling. The agent profession also actually has a high value, namely helping and educating the public in carrying out their profession.

The insurance agent must be a person who is present when the customer needs a solution for every financial problem in relation to risk management.

Rudy also revealed a glimpse of Insurance Products Linked to Investments – called PAYDI – or what has been known as unitlink. This product is not simple, therefore the agent must have adequate knowledge about the product.

Education to customers is very important and can only be done by an insurance agent who has adequate knowledge, is tested, experienced and upholds professional ethics.

Rudy reminded insurance agents, when recommending insurance products, especially PAYDI, must explain the benefits of the product as well as possible including the investment risks faced by customers and the insurance product must be in accordance with customer needs in achieving financial goals.

 

 

Unit-Link Insurance

Hery Ruslianto Putra, an insurance practitioner, said that in the beginning life insurance products were traditional products, such as term warsa, whole life and dual-purpose insurance.

Then unit-linked insurance products emerged to answer the public’s need for insurance products that could provide maximum benefits both in terms of yields and protection benefits.

In Indonesia, unit-linked products began to be marketed around 1998, where unit-linked is a non-traditional insurance that provides 2 functions to the insured, namely as protection as well as investment.

The use of premium money is divided into two, namely:
part of the premium is to pay for long-term protection and part of the premium is used for investment in unit-linked mutual funds as a long-term investment.

In addition, unit-linked products also have interesting characteristics, including: are ‘Flexible’ and ‘Transparent’, where customers can find out all the fees charged to the policy and the progress of the funds invested.

“It should be understood that buying insurance products is not only about protection, but can also be used for other financial purposes such as retirement planning, tax planning, inheritance planning and so on,” said Hery.

Another insurance practitioner who is also domiciled in Medan, Iskandar Wijaya said, basically, unit-linked insurance products can be an attractive option if they are well understood by the public.

In addition to the types of protection benefits that are available, the flexibility to make changes to benefits is an advantage of unit-linked.

However, it is necessary to pay attention to the costs associated with these products and benefits. Therefore, it is advisable to buy from professional agents and consult before buying.

Customers are expected to
get advice and product recommendations as well as the best options that suit your needs. ***

 



[OB1]

#Asuransi
#Kesehatan
#InfoBisnis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.