USAID IUWASH Tangguh Dukung Indonesia Mencapai Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

USAID IUWASH Tangguh Dukung Indonesia Mencapai Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

USAID IUWASH Tangguh Dukung Indonesia Mencapai Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan | OBROLANBISNIS.com — Program USAID Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation, and Hygiene (USAID IUWASH Tangguh) adalah program berdurasi lima tahun untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan Indonesia dalam meningkatkan akses air minum dan sanitasi aman, serta perilaku higiene (WASH) di daerah perkotaan yang rentan dan memperkuat layanan WASH dan pengelolaan sumber daya air (PSDA) yang berketahanan iklim.

USAID IUWASH Tangguh bermitra dengan Pemerintah Indonesia, dan mendukung upaya Indonesia untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) guna memastikan akses air dan sanitasi untuk semua dan menciptakan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.

BISNIS HARI INI: USAID IUWASH Tangguh Gandeng Bappelitbang Sumut Gali Isu Strategis Pengelolaan DAS Wampu dan DAS Deli

Di dalam penguatan Tata Kelola dan Pembiayaan Sektor WASH dan PSDA, USAID IUWASH Tangguh bersama dengan Planet Partnership mengembangkan alat penilaian kelembagaan (PDAM) yaitu PDAM Performance Matrix dan Questionnaire dalam mendukung rencana investasi infrastruktur Perumda Tirtanadi, termasuk program pengembangan WASH dan WRM yang ditangani oleh pemerintah daerah.

Dengan demikian, USAID IUWASH Tangguh bersama dengan Planet Partnership memperkenalkan alat penilaian tersebut kepada Perumda Tirtanadi yang pada akhirnya bertujuan untuk menyediakan akses penyediaan air minum aman kepada pelanggan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Harun Al Rasyid ST, MBA, selaku Direktur Air Minum Perumda Tirtanadi, Rabu, 1 Maret 2023.

“Kami berharap program-program USAID IUWASH yang dilaksanakan untuk Perumda Tirtanadi dapat memberikan dampak positif seperti yang kita harapkan bersama khususnya untuk masyarakat Sumatera Utara. Dimana kehadirannya dapat mendukung upaya Indonesia untuk mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan guna memastikan akses air dan sanitasi untuk semua dan menciptakan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Semoga program-program tersebut menjadi katalis dalam pencapaian layanan air minum yang telah ditargetkan di wilayah Provinsi Sumatera Utara,” ujar Harun.

Bacaan Lainnya

 

 

BISNIS HARI INI: Trafik Data Telkomsel Melonjak Selama Gelaran F1 Power Boat Lake Toba

Beliau juga memaparkan secara singkat cakupan pelayanan Perumda Tirtanadi bahwa Perumda Tirtanadi memiliki 21 cabang pelayanan yang terdiri dari Zona-1 meliputi 15 cabang pelayanan di Kota Medan dan sekitarnya termasuk Sibolangit dan Berastagi serta Zona-2 yang meliputi 6 cabang pelayanan di beberapa Kabupaten/Kota yang dibentuk berdasarkan perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO).

Adapun pelanggan air minum tahun 2023 sebesar 517.140 SR, terdiri dari pelanggan Zona-1 sebesar 470.176 SR, dan pelanggan Zona-2 sebesar 46.964 SR. Sumber kapasitas air produksi untuk Zona 1 pada saat ini sebesar 7.103 l/d dengan jumlah Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) sebanyak 12 unit, sedangkan untuk Zona 2 kapasitas produksi sebesar 418 l/d di 5 Kabupaten Kota.

Diharapkan melalui workshop ini, pemahaman akan alternatif pembiayaan dalam menunjang penyediaan akses air minum aman dan sanitasi aman semakin meningkat yang pada akhirnya menunjang tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan guna memastikan akses air dan sanitasi untuk semua. ***



google translate


USAID IUWASH Tangguh Supports Indonesia’s to Achieve Sustainable Development Goals | OBROLANBISNIS.com — The USAID Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation, and Hygiene Program (USAID IUWASH Tangguh) is a five-year program to accelerate the achievement of Indonesia’s development goals of increasing access to safe drinking water and sanitation, as well as hygiene behavior (WASH) in vulnerable urban areas and strengthening services WASH and climate resilient water resources management (PSDA).

USAID IUWASH Tangguh partners with the Government of Indonesia, and supports Indonesia’s efforts to achieve the Sustainable Development Goals (SDGs) targets of ensuring access to water and sanitation for all and creating cities and settlements that are inclusive, safe, resilient and sustainable.

In strengthening WASH and PSDA Sector Governance and Financing, USAID IUWASH Tangguh together with Planet Partnership developed an institutional assessment tool (PDAM), namely PDAM Performance Matrix and Questionnaire to support Perumda Tirtanadi’s infrastructure investment plan, including WASH and WRM development programs handled by the government area.

Thus, USAID IUWASH Tangguh together with Planet Partnership introduced this assessment tool to Perumda Tirtanadi which ultimately aims to provide customers with access to safe drinking water.

 

 



The activity was officially opened by Harun Al Rasyid ST, MBA, as the Director of Drinking Water for Perumda Tirtanadi, Wednesday, March 1 2023.

“We hope that the USAID IUWASH programs implemented for Perumda Tirtanadi can have the positive impact that we all hope for, especially for the people of North Sumatra. Where its presence can support Indonesia’s efforts to achieve the target of sustainable development goals to ensure access to water and sanitation for all and create cities and settlements that are inclusive, safe, resilient and sustainable. Hopefully these programs will become a catalyst in achieving the targeted drinking water services in the North Sumatra Province area,” said Harun.

He also explained briefly the scope of services of Perumda Tirtanadi that Perumda Tirtanadi has 21 service branches consisting of Zone-1 covering 15 service branches in Medan City and its surroundings including Sibolangit and Berastagi and Zone-2 which includes 6 service branches in several Regencies/Cities that formed under the Joint Operation agreement (KSO).

As for drinking water customers in 2023, it will be 517,140 SR, consisting of Zone-1 customers of 470,176 SR, and Zone-2 customers of 46,964 SR. The source of production water capacity for Zone 1 is currently 7,103 l/d with a total of 12 drinking water treatment plants (IPAM), while for Zone 2 the production capacity is 418 l/d in 5 City Regencies.

It is hoped that through this workshop, understanding of alternative financing in supporting the provision of access to safe drinking water and safe sanitation will increase which will ultimately support the achievement of the Sustainable Development Goals to ensure access to water and sanitation for all. ***

 

 


[rel/OB2]

#USAID
#Sanitasi
#InfoBisnis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *