MA Tolak Kasasi Gugatan Hak Cipta Tabungan Emas Pegadaian

MA Tolak Kasasi Gugatan Hak Cipta Tabungan Emas Pegadaian

MA Tolak Kasasi Gugatan Hak Cipta Tabungan Emas Pegadaian | OBROLANBISNIS.com — Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) menolak permohonan kasasi dari permohonan kasasi Arie Indra Manurung serta menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi sebesar Rp5.000.000,00.

Putusan tersebut tertuang dalam Putusan Kasasi nomor 135.K/Pdt.Sus-HKI/2023 tanggal 9 Februari 2023. Demikian informasi terkini tentang perjalanan kasus gugatan hak cipta Tabungan Emas Pegadaian yang dilakukan oleh seseorang sebagaimana ditayangkan website Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui situs http://sipp.pn-jakartapusat.go.id.

BISNIS HARI INI: Kabar Gembira Bagi Nasabah | Pencairan Pinjaman Pegadaian Bisa ke Rekening BRI

Diberitakan sebelumnya, PT Pegadaian digugat atas dugaan pelanggaran hak cipta produk Tabungan Emas. Tak main-main, nilai gugatan tersebut mencapai Rp322,5 miliar.

Gugatan ini diajukan oleh seseorang bernama Arie Indra Manurung dengan nomor perkara: 40/Pdt.Sus-HakCipta/2022/PN.Niaga.Jkt.Pst yang didaftarkan pada 10 Mei 2022.

Setelah melalui proses persidangan, Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai oleh Muhammad Yusuf, S.H., M.H., Selasa, 6 September 2022, akhirnya memutus perkara Gugatan Pelanggaran Hak Cipta Tabungan Emas yang amar putusannya menyatakan bahwa Gugatan Penggugat Ditolak untuk Seluruhnya dan Membebankan Biaya Perkara Kepada Penggugat.

Karena tidak puas dengan putusan Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, penggugat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia, hingga akhirnya Mahkamah Agung Republik Indonesia menolak permohonan kasasi dari permohonan kasasi Arie Indra Manurung dan menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi.

Bacaan Lainnya

 

 


Tabungan Emas Pegadaian

VP Corcomm PT Pegadaian Basuki Tri Andayani mengatakan bahwa produk Tabungan Emas secara resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Juli 2015.

Operasional produk Tabungan Emas juga telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan surat nomor S-427/NB.11/2016 tanggal 17 Februari 2016.

“Dalam rangka penataan Industri Pergadaian, pada 28 Juli 2016 OJK menerbitkan Peraturan OJK 31 tahun 2016 tentang Usaha Pergadaian. Sebagai Lembaga Jasa Keuangan yang patuh terhadap regulasi, Pegadaian pun melakukan restrukturisasi bisnis. Salah satunya dengan pendirian Anak Perusahaan bernama Galeri 24 yang fokus menangani bisnis emas. Pegadaian juga mengajukan pembaruan izin operasional Tabungan Emas yang dikabulkan oleh OJK dengan surat nomor S-476/NB.111/2019 tanggal 9 Oktober 2019 tentang Persetujuan Produk Tabungan Emas PT Pegadaian (Persero),” jelas Basuki.

BISNIS HARI INI: Kaum Pria Pilih Menabung Emas di Pegadaian

Sejalan dengan program transformasi, Pegadaian pada 1 April 2018 meluncurkan aplikasi Pegadaian Digital. Dengan aplikasi ini masyarakat semakin mudah mengakses produk Tabungan Emas tanpa harus datang ke outlet Pegadaian, namun transaksi dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun selama terdapat jaringan internet yang memadai.

Kemenangan Pegadaian atas kasasi tersebut semakin meneguhkan Pegadaian sebagai Lembaga Jasa Keuangan yang dikelola sesuai prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG).

“Dengan demikian para pemangku kepentingan, terutama para nasabah tidak perlu ragu lagi untuk terus bertransaksi dan melakukan interaksi bisnis dengan Pegadaian. Produk dan layanan perusahaan sebelum diluncurkan ke publik selalu melalui berbagai kajian, seperti kajian hukum, bisnis, risiko maupun kajian lain secara komprehensif,” ungkap Basuki. ***


google translate



Supreme Court Rejects Cassation Lawsuit on Pegadaian Gold Savings | OBROLANBISNIS.com — The Supreme Court of the Republic of Indonesia (MA RI) rejected the cassation request from Arie Indra Manurung’s cassation request and sentenced the Cassation Petitioner to pay court costs at the cassation level of IDR 5,000,000.00.

The decision was stated in the Cassation Decision number 135.K/Pdt.Sus-HKI/2023 dated February 9, 2023. This is the latest information about the course of the Pegadaian Gold Savings copyright lawsuit case that was carried out by someone as published on the website of the South Jakarta District Court via the site http://sipp.pn-jakartapusat.go.id.

Previously reported, PT Pegadaian was sued for alleged copyright infringement of the Gold Savings product. No kidding, the value of the lawsuit reached IDR 322.5 billion.

This lawsuit was filed by a person named Arie Indra Manurung with case number: 40/Pdt.Sus-HakCipta/2022/PN.Niaga.Jkt.Pst which was registered on May 10, 2022.

After going through the trial process, the Panel of Judges of the Commercial Court at the Central Jakarta District Court chaired by Muhammad Yusuf, S.H., M.H., Tuesday, September 6, 2022, finally decided on the case of the Claim for Copyright Infringement of Gold Savings whose ruling stated that the Plaintiff’s Lawsuit was Rejected in Entire and Charge litigation costs to the plaintiff.

Due to dissatisfaction with the decision of the Panel of Judges of the Commercial Court at the Central Jakarta District Court, the plaintiff filed an appeal to the Supreme Court of the Republic of Indonesia, until finally the Supreme Court of the Republic of Indonesia rejected the cassation request from Arie Indra Manurung’s cassation request and sentenced the Cassation Petitioner to pay court costs at the cassation level .

 

 


Pegadaian Gold Savings

VP Corcomm PT Pegadaian Basuki Tri Andayani said that the Gold Savings product was officially launched by President Joko Widodo on 5 July 2015.

The operation of the Gold Savings product has also obtained a permit from the Financial Services Authority (OJK) with letter number S-427/NB.11/2016 dated 17 February 2016.

“In the framework of structuring the Pawn Industry, on July 28 2016 OJK issued OJK Regulation 31 of 2016 concerning Pawn Business. As a Financial Services Institution that complies with regulations, Pegadaian also carries out business restructuring. One of them is by establishing a Subsidiary Company called Galeri 24 which focuses on handling the gold business. Pegadaian also submitted a renewal of the Gold Savings operational permit which was granted by the OJK with letter number S-476/NB.111/2019 dated October 9 2019 concerning PT Pegadaian (Persero) Gold Savings Product Approval,” explained Basuki.

In line with the transformation program, Pegadaian on April 1 2018 launched the Pegadaian Digital application. With this application, it is easier for the public to access Gold Savings products without having to come to a Pegadaian outlet, but transactions can be made anytime and anywhere as long as there is an adequate internet network.

Pegadaian’s victory over the cassation further strengthens Pegadaian as a Financial Services Institution that is managed according to the principles of Good Corporate Governance (GCG).

“In this way, stakeholders, especially customers, no longer need to hesitate to continue making transactions and conducting business interactions with Pegadaian. Before launching their products and services to the public, they always go through various studies, such as comprehensive legal, business, risk and other studies,” said Basuki. ***

 

 


[rel/OB1]

#Pegadaian
#TabunganEmas
#InfoBisnis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *