Penggelap Jaminan Pegadaian Dilapor Polisi

Penggelap Jaminan Pegadaian Dilapor Polisi

Penggelap Jaminan Pegadaian Dilapor Polisi | OBROLANBISNIS.com — PT Pegadaian Medan mengambil langkah hukum kepada nasabah yang melakukan wanprestasi dan menggelapkan barang jaminan dengan melaporkan kepada pihak berwajib.

Langkah tegas ini dilakukan sejalan dengan Undang-undang nomor 42 tahun 2009 tentang Jaminan Fidusia.

REKOMENDASI: Mengubah Nada Dering iPhone untuk Menciptakan Pengalaman yang Unik

Pada Undang-undang Fidusia Pasal 36 mengatur “Pemberi Fidusia yang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan Benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) yang dilakukan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 50.000.000 (lima puluh juta) rupiah.”

Kuasa hukum Pegadaian, Ananda Yarshal, S.H. dari Kantor Hukum Perjuangan mengatakan, PT Pegadaian akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku terhadap oknum nasabah yang telah terbukti dan memenuhi unsur melakukan pelanggaran hukum.

“Perusahaan tentunya telah melakukan sesuai SOP (Standar Operasional dan Prosedur). Namun demikian nasabah tetap tidak memiliki iktikad baik setelah dilakukannya upaya-upaya penagihan. Bahkan mereka telah diberikan Surat Peringatan (Somasi) sampai 3 kali. Karena mereka mengabaikan bahkan menggelapkan barang jaminan kredit fidusia secara sengaja, maka langkah tegas sesuai perlu dilakukan,” ujar Yarshal.

Selain itu, Gozali Marbun S.H. selaku Managing Partners pada Kantor Hukum Perjuangan menuturkan, untuk saat ini ada beberapa nasabah yang sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian akibat mengalihkan dan/atau menggelapkan Barang Jaminan Fidusia tanpa sepengetahuan bahkan persetujuan dari PT Pegadaian selaku Kreditur.

Bacaan Lainnya

REKOMENDASI: Jangan Asal Transfer! Pegadaian Himbau Masyarakat Untuk Hati-hati

Salah satunya pada tanggal 8 Agustus 2023 telah dilaporkan nasabah berinisial NS di Kantor Kepolisian Resort Serdang Bedagai dengan nomor laporan: LP/B/271/VII/2023/SPKT/POLRES SERGAI/POLDA SUMUT.

“Dikarenakan nasabah diduga telah mengalihkan barang jaminan yang menjadi objek jaminan fidusia kepada orang lain tanpa hak, maka kami melaporkan ke pihak Kepolisian. Kami berharap hal ini untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi klien kami selaku Penerima Fidusia. Selain itu, pihak aparat penegak hukum pun diharapkan menindaklanjuti laporan kami sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” jelas Marbun.

PT Pegadaian merupakan Perusahaan Pergadaian Pemerintah yang melakukan bisnis usaha Gadai dan Fidusia, untuk bisnis usaha yang dijalankan pada produk gadai meliputi produk Kredit Cepat Aman (KCA), Krasida, Rahn (Gadai Syariah) dan lainnya.

Sementara untuk produk Non Gadai meliputi pinjaman untuk pembiayaan usaha (produk Kreasi) dan pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor (produk Amanah) dengan jaminan adalah BPKB dengan pengikatan jaminan fidusia. ***


google translate


Pegadaian Collateral Embezzlers Reported by Police | OBROLANBISNIS.com — PT Pegadaian Medan took legal steps against customers who defaulted and embezzled collateral by reporting it to the authorities.

This decisive step was taken in line with Law number 42 of 2009 concerning Fiduciary Guarantees.

Article 36 of the Fiduciary Law stipulates “A Fiduciary Giver who transfers, mortgages, or leases Objects that become the object of the Fiduciary Guarantee as referred to in Article 23 paragraph (2) which is carried out without prior written approval from the Fiduciary Recipient, shall be punished with imprisonment for a maximum 2 (two) years and a maximum fine of IDR 50,000,000 (fifty million) rupiah.”

Pegadaian’s attorney, Ananda Yarshal, S.H. from the Perjuangan Law Office said, PT Pegadaian would take firm action in accordance with applicable legal provisions against unscrupulous customers who have been proven and fulfill elements of breaking the law.

“The company has certainly carried out according to the SOP (Standard Operations and Procedures). However, the customer still does not have good faith after collection efforts have been made. In fact, they have been given warning letters (Somasi) up to 3 times. Because they neglect and even deliberately embezzle fiduciary credit guarantees, appropriate steps need to be taken,” said Yarshal.

In addition, Gozali Marbun S.H. as Managing Partners at the Perjuangan Law Office said, for now there are several customers who have been reported to the Police as a result of diverting and/or embezzling Fiduciary Collateral Items without the knowledge or even approval of PT Pegadaian as Creditor.

One of them, on August 8 2023, was reported by a customer with the initials NS at the Serdang Bedagai Resort Police Office with the report number: LP/B/271/VII/2023/SPKT/POLRES SERGAI/POLDA SUMUT.

“Because the customer is suspected of having transferred the collateral which is the object of the fiduciary guarantee to another person without rights, we have reported it to the Police. We hope that this will provide legal certainty and legal protection for our clients as Fiduciary Beneficiaries. Apart from that, law enforcement officials are also expected to follow up on our report in accordance with applicable legal provisions,” explained Marbun.

PT Pegadaian is a Government Pawn Company that conducts Pawn and Fiduciary businesses, for businesses that run on pawn products including Fast Secured Credit (KCA), Krasida, Rahn (Pawn Sharia) products and others.

Meanwhile, non-pawn products include loans for business financing (Kreasi products) and financing for the purchase of motorized vehicles (Amanah products) with collateral provided by BPKB with binding fiduciary guarantees. ***

[rel/OB1]

#Pegadaian
#Fidusia
#InfoBisnis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *