Plus Minus Investasi Properti di Era Digitalisasi

Plus Minus Investasi Properti di Era Digitalisasi

Plus Minus Investasi Properti di Era Digitalisasi | OBROLANBISNIS.com — Era digitalisasi membawa banyak perubahan di dunia bisnis hingga industri tanah air. Termasuk pada bisnis properti yang kini terbawa arus perubahan zaman digitalisasi.

Membahas bisnis properti, pembaca sebeumnya harus mengetahui seluk beluk informasi soal properti.

REKOMENDASI: 9 Tahun Waskita Karya Realty Penuhi Kebutuhan Pasar Properti | Vasaka The Reiz Condo Beri Kemudahan Miliki Hunian Impian

Tidak hanya berbentuk kepemilikan rumah, ternyata investasi properti memiliki beragam jenis lain.

Investasi properti laris diminati karena berbagai alasan, mulai dari nilai properti yang cenderung stabil dan meningkat, dan menjadi strategi untuk mendiversifikasi portofolio.

Tujuan utama dalam berinvestasi properti adalah untuk mendapatkan return on investment (ROI), bisa berupa biaya sewa, hasil penjualan di masa depan, atau keduanya.

Meski menguntungkan, investasi properti juga punya plus minusnya, mau tahu apa saja?

Kelebihan Investasi Properti

  • Kesempatan untuk memiliki passive income dari penyewaan properti.
  • Properti juga bisa dijadikan jaminan ke bank ketika ingin mengajukan pinjaman dengan jumlah yang lumayan.
  • Properti cenderung naik harganya dalam jangka panjang, kamu bisa menjualnya dengan harga lebih tinggi dari harga beli atau bisa menaikkan biaya sewa properti.

Kekurangan Investasi Properti

  • Sulit dilikuidasi atau dicairkan, karena properti tidak mudah diperjualbelikan. Kalau sedang butuh uang, kamu tidak bisa mendapatkan uangnya langsung.
  • Perlu menyempatkan waktu untuk mengurus dan merawat properti yang dimiliki dalam jangka panjang agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan seperti kerusakan.
  • Munculnya biaya tak terduga, seperti memperbaiki kerusakan dan membayar sendiri tagihan-tagihan jika belum ada penyewa.
  • Ada biaya penyusutan bangunan, artinya meski harganya makin lama makin meningkat, namun bangunan properti juga memiliki usia keawetannya.

Secara teori bangunan bisa mencapai umur 20 hingga 40 tahun. Tergantung fungsi, kualitas dan konstruksi bangunan.

Setiap investasi punya plus minusnya, termasuk investasi properti. Apalagi investasi ini dikenal memiliki risiko yang tinggi, dan juga modal yang besar.

Oleh karena itu, jangan asal memulai, ketahui dulu plus minus investasi properti, biar makin ngerti! Sangat penting bagi setiap orang untuk tahu berbagai tips dan ilmu mengenai keuangan. ***

[neo/OB3]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *