Pentingnya Analisis Sidik Jari, Mempengaruhi Pola Kerja Otak dan Genetik (Sifat Bawaan)

Isi Konten

  • Riset Analisis Sidik Jari
  • Seberapa Pentingkah Analisis Sidik Jari?
  • Fingerprint Biometric Analysis System

follow-on-google-news

Pentingnya Analisis Sidik Jari, Mempengaruhi Pola Kerja Otak dan Genetik (Sifat Bawaan)

OBROLANBISNIS.com – Dermatoglyphics, atau analisis sidik jari merupakan metode untuk mengetahui potensi genetik seseorang, yang meliputi hemispheric dominasi, gaya belajar, gaya kerja, karakter dasar, bahasa cinta.

Hasil riset para ahli sidik jari memiliki potensi yang sangat besar untuk mengidentifikasi seseorang. Karena setiap orang memiliki seperangkat sidik jari yang berbeda satu sama lain, dan ini menjadi unik.

Bacaan Lainnya

Riset Analisis Sidik Jari

Praktisi Pendidikan dan Interpreter Sumatera Utara Saptari Wibowo, S.S, TESOL, F.Dip.OXCEL (UK) mengatakan analisis sidik jari metode berbasis teknologi terbaru untuk menganalisis kemampuan orang, baik anak-anak maupun orang dewasa.

“Sejak tahun 2015 lalu saya telah melakukan riset tentang analisis sidik jari,  metode ini juga dapat digunakan untuk mengetahui atau memetakan kecerdasan/bakat seseorang, gaya belajar berdasarkan kepribadian atau sifat bawaan.

Sehingga gaya belajar, kepribadian alami, dan pekerjaan yang sesuai dapat diidentifikasi dengan menggunakan pola tersebut,” kata pria yang sering dipanggil Mr.B ini, Selasa (24/6/2025)

Mr. B mengatakan saat ini sidik jari  juga telah disandingkan dengan teknologi dan perangkat canggih lainnya, dan telah digunakan diberbagai perusahaan swasta maupun pemerintahan, untuk melakukan identifikasi manusia di seluruh dunia.

Seberapa Pentingkah Analisis Sidik Jari?

Mengapa perlu dilakukan analisis sidik jari? Dalam hal ini Mr. B mengungkapkan agar pandangan hidup lebih terarah, dan kita bisa lebih menikmati profesi yang akan kita geluti kedepannya. Karena tidak sedikit orang bingung memilih jurusan dan karir mereka.

Menurutnya, kecenderungan saat ini banyak sebagian besar orang tua memaksakan anaknya untuk melakukan pekerjaan tertentu, tanpa mengetahui kemampuan dan keinginan anaknya.

Sehingga tak heran ada orang yang mengambil posisi yang bertentangan dengan asal pendidikannya, atau ada yang dipaksa menjalani hiodup dengan profesi, dan lain sebagainya.

“Kebingungan ini dapat dijawab dengan analisis sidik jari, karena hasil tes memberi tahu kita kecerdasan bawaan, gaya belajar, dan kepribadian kita, sehingga kita dapat lebih fokus untuk memaksimalkan potensi kita,” kata Mr.B.

Analisis sidik jari didasarkan pada ilmu yang disebut Dermatoglyphics, memiliki landasan ilmiah yang kuat karena didukung oleh penelitian, ilmu ini meyakini bahwa sidik jari merupakan “cetak biru” seseorang.

Mr. B mengatakan saat ini para ahli tertarik dengan sidik jari karena :

1. Sidik jari setiap orang berbeda. Tidak ada dua orang yang memiliki sidik jari yang sama, dan sidik jari tidak dapat dipalsukan.

2. Sidik jari bersifat permanen. Pola sidik jari tidak berubah dari lahir sampai meninggal.

3. Sidik jari mudah untuk diklasifikasi dan diukur. Mudah dilihat dengan mata telanjang dan dapat diintegrasikan ke dalam teknologi dan disimpan dalam database.

Fingerprint Biometric Analysis System

Sebuah studi Dermatoglyphics mengungkapkan pola sidik jari pada janin antara usia 13 dan 19 minggu dalam kandungan. Saat ini, para ilmuwan secara intensif mempelajari sidik jari.

“Para peneliti menghubungkan sidik jari dengan kecerdasan, kesehatan fisik dan psikologis, dengan ukuran sampel lebih dari 3 juta orang sekarang. Hasil penelitiannya secara statistik menyimpulkan bahwa sidik jari sangat erat kaitannya dengan otak dan kepribadian manusia.

Sehingga ia menciptakan sebuah aplikasi berbasis teknologi yang diberi nama Fingerprint Biometric Analysis System,” kata pria paruh baya yang juga dosen disalah satu Universitas di Medan ini.

Tujuan dari program ini adalah untuk mengambil sampel sidik jari dan menganalisisnya serta menghasilkan laporan sidik jari. Ilmu sidik jari telah berkembang dari masa ke masa.

Mr. B mengatakan ilmu sidik jari pada awalnya dirancang untuk identifikasi manusia karena sidik jari setiap orang berbeda (unik).

Ilmu mengidentifikasi orang menggunakan sidik jari disebut FINGERPRINTING. Informasi ini kemudian digunakan untuk kepentingan forensik polisi. *** (May).

follow-on-google-news

Pos terkait