Isi Konten:
- Target Produksi Mobil Listrik RI Tahun 2026
- Insentif dan Tax Policy
Mobil Listrik BYD Diproduksi di Indonesia Tahun 2026, Apakah Harga Jualnya Bakal Turun?
OBROLANBISNIS.com – BYD Motor Indonesia mengindikasikan harga model mobil listrik yang mereka produksi di dalam negeri tak akan lebih murah dari versi CBU alias impor utuh.
Target Produksi Mobil Listrik RI Tahun 2026
Semua model BYD di Indonesia saat ini diimpor dari China, sementara produksi lokal akan dimulai 2026.
BYD menegaskan skema insentif dan kebijakan fiskal yang mereka dapat dari pemerintah memang dirancang agar harga mobil stabil, baik sebelum mau pun sesudah proses produksi dalam negeri dimulai.
Dilansir dalam laman CNN.com, penetapan harga semua mobil CBU BYD yang dijual di Indonesia saat ini sudah disesuaikan seperti telah diproduksi di dalam negari.
Insentif dan Tax Policy
Struktur insentif dan tax policy yang kami lakukan saat ini itu membuat harga sebelum dan saat manufaktur itu sama,” ujar Luther T Panjaitan, Head of Marketing PR and Government Relation BYD Motor Indonesia, Minggu (20/7/2025).
“Itu penting karena untuk membuat confidence level di market. Artinya, misalnya beli mobil mahal karena ini impor, ya kalau sudah jadi pabrik lebih murah.
Itu justru fiskal policy yang ada membuat kondisi sebelum dan sesudah tidak ada perbedaan,” kata Luther.
BYD sekarang menawarkan beragam mobil listrik CBU mulai Dolphin yang harganya Rp369 juta dan Rp429 juta, M6 Rp383 juta-Rp433 juta dan Atto 3 Rp390 juta dan Rp520 juta.
Kemudian Seal Rp639 juta dan Rp750 juta, sedangkan model paling baru Sealion 7 dilego Rp629 juta dan Rp719 juta.
Selain itu pabrikan asal China tersebut juga sudah merilis merek baru untuk segmen premium yaitu Denza dengan produk awal D9 dengan harga Rp950 juta.
BYD sendiri sebelumnya telah memastikan bakal memulai produksi di Indonesia pada 2026 di pabrik anyar yang kini masih dalam tahap pembangunan di Subang, Jawa Barat. ***(Cnn/May)






















