Isi Konten
- Pegadaian Medan Dorong Edukasi Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Melalui Literasi Bank Sampah
- Memilah Sampah Menjadi Emas
- FORSEPSI Bersama Pegadaian Mendorong Pembentukan Bank Sampah Baru
- Sarasehan Bank Sampah

Pegadaian Medan Dorong Edukasi Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Melalui Literasi Bank Sampah
OBROLANBISNIS.com — PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) 1 Medan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, serta peggiat lingkungan yang tergabung dalam Forsepsi menggelar konsolidasi Bank Sampah yang melibatkan seluruh pimpinan cabang dan manajer bisnis Pegadaian.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus menguatkan sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
REKOMENDASI: Ketergantungan Gen Z Terhadap ChatGPT Dari Karir Hingga Curhat Kehidupan
Deputi Operasional PT Pegadaian Kanwil I Medan, Basuki Tri Andayani menegaskan, sampah bukanlah semata kotoran, melainkan dapat bernilai ekonomi jika diolah dengan benar.
“Sampah yang tadinya hanya dianggap kotor, bisa kita ubah menjadi sesuatu yang bernilai jual. Dampaknya besar, baik bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat. Apalagi plastik yang sulit terurai, harus diolah agar tidak merusak alam,” jelasnya.
Basuki menambahkan, momentum ini juga penting karena bertepatan dengan penilaian penghargaan Adipura di beberapa daerah.
Ia berharap konsolidasi ini menjadi ruang bertukar informasi, memperkaya pengalaman, sekaligus menguatkan komitmen semua pihak dalam tata kelola sampah berkelanjutan.

REKOMENDASI: OJK Dalami Regulasi Proyek Stablecoin Rupiah
Memilah Sampah Menjadi Emas
“Sebagai institusi keuangan, Pegadaian tidak hanya fokus mencari omzet. Melalui program ‘Memilah Sampah Menjadi Emas’, kami ingin mengedukasi masyarakat agar menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI), Mina Dewi Sukmawati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan Pegadaian dalam pengembangan bank sampah.
“Konsolidasi ini menjadi semangat baru agar bank sampah bisa tumbuh merata. Ada daerah yang mendapat dukungan penuh pemerintah, ada pula yang masih tertinggal. Kehadiran kita di sini untuk mencari solusi bersama, agar bank sampah dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
REKOMENDASI: Inilah 5 Pilihan Laptop RAM 16 GB Termurah Mulai Dari 6 Jutaan Rupiah
FORSEPSI Bersama Pegadaian Mendorong Pembentukan Bank Sampah Baru
Mina juga menyebut FORSEPSI bersama Pegadaian tak hanya mendorong pembentukan bank sampah baru, tetapi juga melakukan monitoring terhadap bank sampah binaan Pegadaian.
Melalui kegiatan rutin tahunan ini, PT Pegadaian bersama mitra strategis berharap bank sampah semakin kuat, masyarakat teredukasi, dan lingkungan lebih lestari.
Sarasehan Bank Sampah
Ahmad Arif Harahap, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, mengapresiasi kegiatan konsolidasi Bank Sampah yang difasilitasi PT Pegadaian, yang telah membina pegiat lingkungan Bank Sampah.
REKOMENDASI: Info Film Terbaru yang Lagi Hits Tayang di Bioskop-bioskop Tanah Air
Dalam kesempatan itu, DLHK Sumut bakal mengundang para pejuang lingkungan di Sumut untuk mengikuti kegiatan Sarasehan Bank Sampah yang telah diprogram Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.
Ia mengklaim, bahwa DLHK telah merilis program Sajadah (Sampah Jadi Berkah), di mana seluruh sampah organik dikelola, dipilah dan juga melakukan budidaya magot. ***
[OB1]




















