Petani Kopi: Kontribusi TPL Nyata di Nagori Sihaporas

Petani Kopi: Kontribusi TPL Nyata di Nagori Sihaporas

Isi Konten

  • Petani Kopi: Kontribusi TPL Nyata di Nagori Sihaporas
  • TPL Mitra Penting Kelompok Tani Hutan Family
  • TPL Bantu Belasan Ribu Bibit Kopi
  • ‎Hanya Secuil Warga Sihaporas yang Kontra dengan TPL
  • Petani Kopi Tidak Setuju TPL Ditutup

follow-on-google-news
Petani Kopi: Kontribusi TPL Nyata di Desa Sihaporas

OBROLANBISNIS.com — Kehadiran PT Toba Pulp Lestari (TPL), Tbk sangat nyata di Desa (Nagori) Sihaporas Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun. Sudah banyak kontribusi dan manfaat TPL dirasakan masyarakat Nagori Sihaporas.

‎Diantaranya pembangunan pipanisasi, pembangunan jalan perladangan, bantuan ribuan bibit pohon kopi, bantuan alat traktor, beasiswa pendidikan, pelebaran jalan desa hingga lapangan pekerjaan bagi warga Nagori Sihaporas.

REKOMENDASI: 18 Tahun Bermitra dengan TPL : Hidup Mulai Sejahtera dan Anak Bisa Bersekolah

‎”Banyak sudah manfaat dan kontribusi nyata yang diberikan TPL bagi masyarakat Nagori Sihaporas. Itulah yang menjadi kesan kami kepada TPL,” ucap Ketua Kelompol Tani Hutan Family Sihaporas, Pasaoran Ambarita, 29 Agustus 2025, ketika disambangi kru Obbiz Channel.

Bacaan Lainnya

Petani Kopi Kontribusi TPL Nyata di Nagori Sihaporas_1


TPL Mitra Penting Kelompok Tani Hutan Family

Bagi Kelompok Tani Hutan Family, sebut Pasaoran Ambarita, TPL merupakan mitra yang paling penting. Karena, perusahaan sangat membantu petani-petani desa.

REKOMENDASI: Alat Baru Google Berbasis AI Bisa Perkiraan Jalur Bencana Dalam 72 Jam Kedepan

‎”Kemitraan bersama TPL terwujud sudah lama sejak tahun 2019 hingga sampai sekarang ini. TPL sangat membantu kami (Kelompok Tani Hutan Family), dalam mengembangkan budidaya kopi dari hilir hingga hulu,” kata Ambarita.

‎Pasaoran Ambarita bercerita, Kelompok Tani Hutan Family terbentuk pada tahun 2017, berawal dari sekelompok masyarakat Nagori Sihaporas yang sehari-hari berprofesi petani. Ia mengajukan pada kelompok untuk memanfaatkan program kemitraan dengan perusahaan TPL.

‎”Pengurus dan anggota akhirnya sepakat melakukan kemitraan bersama TPL. Proses perjalanan cukup menantang, karena kami harus menyiapkan segala bentuk adminstrasi dan persyaratan yang diajukan perusahaan. Salah satunya dengan membentuk Kelompok Tani Hutan,” bebernya.

REKOMENDASI: Cerita Inspiratif Inovasi Samsung dari 3 Anak Muda Indonesia

‎Dan pada tahun 2019, akhirnya kesepakatan kerjasama kemitraan terwujud antara TPL dan Kelompok Tani Hutan Family. “Dua usulan yang kami ajukan, yakni budidaya Kopi dan Jagung. Namun, TPL hanya menyetujui kopi,” jelasnya.

Petani Kopi: Kontribusi TPL Nyata di Nagori Sihaporas


TPL Bantu Belasan Ribu Bibit Kopi


‎Sejak terjalin kemitraan, TPL telah menggelontorkan belasan ribu bibit pohon kopi. “Bantuan bibit kopi dari TPL sudah tiga tahap kami terima. Pertama, 600 bibit kopi, kemudian 3000 bibit kopi dan terakhir di tahun 2024 lebih dari 5000 bibit kopi yang kami terima,” ucapnya.

‎Tak hanya itu, TPL juga memberikan pembinaan bagi petani-petani kopi, mulai dari pemahaman menanam kopi, memupuk, merawat tanaman kopi hingga proses pemanenan kopi.

REKOMENDASI: Samsung SmartThings: Satu Aplikasi, Sejuta Kemudahan Hidup

‎”Spesies kopi yang kini kami miliki adalah jenis Arabica. Disebut namanya Kopi Ateng, yang oleh TPL sudah dibantu diperkenalkan dalam kejuaraan rally international beberapa waktu di Aek Nauli Kabupaten Simalungun,” cerita Ambarita.


‎Hanya Secuil Warga Sihaporas yang Kontra dengan TPL


‎Pasaoran Ambarita mengaku, kehadiran TPL di bumi Sihaporas tidak sepenuhnya mendapat dukungan positif warga. “Ada juga warga yang tak suka dengan TPL, namun hanya secuil (sedikit) saja. Mayoritas warga Sihaporas mendukung kehadiran TPL,” ulas Ambarita.

‎Menurut Ambarita, warga Sihaporas yang kontra dengan TPL dipengaruhi oleh kehadiran oknum-oknum LSM dan KSPPM, yang mencoba memecahbelah kekondusifan Nagori Sihaporas, dengan menebar isu-isu negatif terkait TPL.

REKOMENDASI: TPL – BKSDA Sumut Kolaburasi Pelatihan Mitigasi Konflik Manusia dan Satwa Liar

‎”Ketidakkondusifan yang terjadi di Sihaporas karena kehadiran LSM dan KSPPM yang membawa-bawa isu tanah adat hingga rumor penutupan TPL oleh oknum tokoh agama. Kami dan saya pribadi tidak setuju TPL ditutup,” cetusnya.


Petani Kopi Tidak Setuju TPL Ditutup


‎Mengapa tidak setuju TPL ditutup? Alasan cukup sederhana, kami (warga Nagori Sihaporas) sudah banyak merasakan nilai-nilai positif dari TPL.

‎Seperti pembangunan pipanisasi, pembangunan jalan perladangan, bantuan ribuan bibit pohon kopi, bantuan alat traktor, beasiswa pendidikan, pelebaran jalan desa hingga lapangan pekerjaan bagi warga Nagori Sihaporas.

REKOMENDASI: Begini Tanggapan Rektor USI Soal Fitnah dan Isu Tentang TPL

‎Pasoaran Ambarita berpesan kepada warga Nagori Sihaporas, agar tidak lagi terhasut dengan ajakan atau informasi yang disampaikan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dari LSM atau tokoh-tokoh agama, yang mengacu domba warga Nagori Sihaporas dengan TPL.

‎”Saya menyarankan bagi yang kontra dengan TPL, mari duduk bersama. TPL sangat membuka diri untuk kita duduk bersama membahas potensi-potensi kerjasama pembangunan Sihaporas ke depan,” kata Ambarita.

‎”Kita sangat beruntung ada TPL di Sihaporas, bisa berkontribusi banyak dalam pembangunan Sihaporas yang lebih baik lagi,” tandas Pasaoran Ambarita. ***

[OB1]

follow-on-google-news

Pos terkait