Impor Biodiesel dan Solar Terbarukan AS Merosot 

Isi Konten:

 

  • Posisi Impor Tidak Menguntungkan
  • Penurunan Impor Akibat Ketidakpastian

 

Bacaan Lainnya

Impor Biodiesel dan Solar Terbarukan AS Merosot

 

OBROLANBISNIS.com – Impor biodiesel dan solar terbarukan Amerika Serikat merosot ke level terendah dalam satu dekade pada paruh pertama tahun 2025 setelah perubahan kredit pajak untuk bahan bakar tersebut berlaku.

Posisi Impor Tidak Menguntungkan

Badan Informasi Energi AS (EIA) menyatakan tahun ini, AS mengubah cara pemberian kredit pajak yang dirancang untuk memberi insentif bagi produksi dan konsumsi biofuel.

Perubahan tersebut secara efektif mengakhiri insentif tersebut untuk impor biodiesel dan solar terbarukan.

Hingga tahun lalu, impor dan produksi lokal mendapatkan kredit sebesar US$1 per galon yang sama tetapi program baru ini hanya berlaku untuk produksi dalam negeri.

“Perubahan kredit pajak ini menempatkan impor pada posisi yang relatif tidak menguntungkan secara ekonomi,” ujar EIA dilansir Reuters, Jumat (5/9/2025).

Impor biodiesel AS rerata mencapai 2.000 barel per hari pada paruh pertama tahun ini, dibandingkan dengan 35.000 barel per hari pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan Impor Akibat Ketidakpastian

Impor solar terbarukan turun menjadi 5.000 barel per hari dari 33.000 barel per hari tahun lalu. Untuk kedua bahan bakar tersebut, ini merupakan impor terendah dalam enam bulan pertama tahun ini sejak 2012.

Penurunan impor juga sebagian disebabkan oleh perlambatan konsumsi akibat ketidakpastian seputar persyaratan pencampuran dan margin keuntungan negatif untuk pencampuran biofuel.

Konsumsi kemungkinan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang untuk memenuhi mandat yang ada dalam program Standar Bahan Bakar Terbarukan AS, tetapi impor akan tetap rendah karena perubahan kredit pajak. ***(Bc/May)

 

Pos terkait