Semikonduktor Adalah Tarif Baru Trump

Isi Konten:

 

  • Chip dan Semikonduktor
  • Trump Menghadapi Tantangan Hukum

 

Bacaan Lainnya

 

Semikonduktor Adalah Tarif Baru Trump

 

OBROLANBISNIS.com – Presiden AS Donald Trump akan mengenakan tarif pada impor semikonduktor dari perusahaan yang enggan membangun pabrik di Amerika Serikat.

Chip dan Semikonduktor

Pernyataan itu disampaikan Trump menjelang jamuan makan malam dengan para CEO raksasa teknologi pada Kamis (4/9/2025) waktu setempat. “Ya, saya sudah membicarakan ini dengan orang-orang di sini.

Chip dan semikonduktor—kami akan memberlakukan tarif pada perusahaan yang tidak masuk ke AS. Tarif itu akan diberlakukan segera,” kata Trump dikutip dari Reuters, Jumat (5/9/2025).

Dilansir dalam Bisnis.com, meskipun demikian, Trump tidak menyebutkan waktu pasti kapan tarif tersebut akan berlaku. Dia juga tidak memperinci besaran tarif yang akan dikenakan.

Trump menegaskan tarif tersebut akan cukup besar, tetapi tidak terlalu tinggi dengan pengecualian bagi perusahaan yang sudah atau berencana membangun fasilitas produksi di AS.

“Jika mereka masuk, membangun, atau merencanakan masuk, maka tidak ada tarif. Kalau mereka tidak masuk, ya ada tarif,” tambahnya sambil menyebut CEO Apple Tim Cook yang duduk berhadapan dengannya.

Tarif telah menjadi pilar kebijakan luar negeri Trump, dipakai untuk menekan politik, menegosiasikan ulang kesepakatan dagang, dan memaksa konsesi dari negara maupun perusahaan yang mengekspor ke AS.

Trump Menghadapi Tantangan Hukum

Sejak kembali menjabat pada Januari lalu, ancaman tarif Trump telah meretakkan hubungan dagang dengan mitra utama, memicu volatilitas pasar keuangan, serta meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.

Apple baru-baru ini meningkatkan komitmen investasinya di AS menjadi US$600 miliar dalam empat tahun mendatang, seiring menguatnya hubungan para pemimpin teknologi dengan Trump di masa jabatan keduanya.

Bulan lalu, Trump sempat menyatakan AS akan mengenakan tarif sekitar 100% pada impor semikonduktor, kecuali bagi perusahaan yang sudah berproduksi atau berkomitmen membangun pabrik di AS.

Sejauh ini, raksasa chip Taiwan TSMC serta perusahaan Korea Selatan Samsung Electronics dan SK Hynix telah mengumumkan investasi di sektor manufaktur semikonduktor di AS.

Meski demikian, langkah Trump kerap menghadapi tantangan hukum. Pemerintahannya kini meminta Mahkamah Agung AS segera meninjau upaya untuk mempertahankan tarif luas yang diberlakukan berdasarkan undang-undang darurat 1977.

Sebelumnya, pengadilan banding AS membatalkan sebagian besar bea masuk yang menjadi pilar agenda ekonomi dan perdagangannya. ***(Bc/May)

 

Pos terkait